Showing posts with label Roti. Show all posts
Showing posts with label Roti. Show all posts

Wednesday, 17 April 2013

Snack Monthly Meeting HR

1sandwich


Pesanan team HR untuk Monthly Meeting mereka tanggal 10 dan 11 April 2013 yang lalu. Hari pertama, Sandwich Complete dan Apple Pie.




1apple pie

Hari kedua Puding Lechy sebagai pengganti Puding Strawberry yang awalnya dipesan. Strawberrynya nggak available hari hari ini :(


1puding1


Terimakasih Bapak & Ibu... jangan kapok ya :D



Thursday, 15 March 2012

Snack Meeting Yudith & Budi Astuti

Sandwich Complete Yudith



Order dadakan dari dua orang sekretaris favoriteku, Yudith dan Budi Astuti untuk meeting mereka hari Rabu 14 Maret kemarin :D. Yudith pesan sandwich untuk meeting pagi di Rungkut, sedangkan Tuti Fruit salad dan Quiche Lorraine untuk meeting siang di Pandaan.

Yang berkesan buat aku, pada saat aku membuat pesanan ini, Mamieku sedang berlibur ke Surabaya dan menginap di rumahku, jadi beliau, yang selama ini bertanya tanya (dan susah membayangkan) bagaimana aku membagi waktu antara kerja, ngurus keluarga dan terima pesanan bisa tau :D

Quiche Lorraine Yudith


Dan kebetulan juga hari Selasa malam itu waktuku mepet banget. Pulang kerja kami ajak Mamie makan malam keluar, trus mampir ke toko buku karena Mamie pengen beli beberapa buku resep. Habis itu baru belanja bahan. Sampai rumah masih ngurusin Cinta dulu...jadi praktis mulai kerja baru sekitar jam 10 malam.

Setiap kali Mamie terbangun untuk ke kamar mandi, mampir ke meja bentar untuk melihat aku kerja. Jam 2:30 sebagian kelar, aku tidur bentar, lalu jam 4 pagi sebelum Mamie bangun, aku sudah mulai kerja lagi. Bangun bangun, Mamie tanya, kok aku nggak tidur semalaman.. Aku jawab "Ya demi sesuap nasi,lah Mam"...qiqiqiq..

Dan untuk pesanan kali ini aku buat beberapa potong extra untuk beliau supaya beliau bisa mencicipi sambil minum teh. Favorite beliau Quiche Lorraine dan Sandwichnya, kalau yang fruit salad agak terlalu keras katanya :D.

Eh, kok jadi cerita soal si Mbokku... :D

Anyway, thanks Yudit dan Tuti..

Fruit Salad Yudith

Thursday, 2 February 2012

Panettone, Chocolate Pie dan Puding Klamud mbak Widhya Krian

Chocolate Pie mbak WidhyaPanettone mbak Widhya



Tadi pagi aku buat 3 macam pesanan mbak Widhya, Krian, yaitu puding klamud (kelapa muda), Chocolate Pie dan Panettone.


Puding Klamud Gula Merah mba Widhya


Puding klamudnya terdiri dari 3 lapis...

Puding Klamud Gula Merah mba Widhya



Chocolate Pienya ukuran medium, setelah matang aku taburi dengan bubuk coklat dengan butiran jeruk mandarin...  Sedangkan Panettonenya kali ini aku pakai loyang yang lebih besar sehingga bisa mengembang dengan lebih besar.

.
Chocolate Pie mbak Widhya


Pesanan mbak Widhya ini aku kirim pakai kurir mobil ,yang ternyata bulan ini ongkosnya naik lumayan significant. Untung mbak Widhya dengan ringan menyetujui kenaikan harga tersebut waktu aku inform beliau.
Selamat menikmati dan terimakasih ya mbak Widhya...


Pesanan mbak Widhya Krian

Wednesday, 4 January 2012

Order Borongan #5 : mbak Widhya Krian

01widya2


Order kedua tahun 2012 datang dari mbak Widhya dan merupakan order kedua dari beliau. Mbak Widhya pesan Panetonne, Galantine Set,

01widya1


Japanese cheese cake tapi buahnya tidak mau strawberry dan Kiwi.



01widya3


Dan Macaroni Schotel.

01widya

Yang paling seru adalah bikin Panetonnenya, berpacu dengan waktu beneran. Aku buat Panetonne terakhir setelah semua selesai, tadi pagi  jam 4 pagi, karena kalau dibuat malam, paginya bisa bisa sudah keras. Cuaca dingin, tapi puji Tuhan ragi bisa mekar dengan baik.

Mbak Widhya sebenarnya pengennya Pastel Tutup, apa daya, last minutes setelah aku terima order beliau, mendadak Yuk sakit dan harus pulang ke Probolinggo, sementara mbak Yanti masih liburan di Jogja. Sempat tergoda untuk membatalkan orderan, karena takut tidak bisa selesai semua  tapi aku merasa harus bertanggung jawab dan tidak mau mengecewakan pelanggan.


Tapi kalau  membuat Pastel Tutup bener bener nggak cukup waktunya....dengan terpaksa aku tawarkan Macaroni Schotel sebagai penggantinya. Mbak Widhya dengan penuh pengertian, setuju. Aku pakai cara di steam dulu baru di oven setelah diberi topping...rasanya memang lebih juicy daripada kalau dioven langsung.

Ternyata setelah dijalani, selesai juga semuanya...kadang apa yang kita takutkan adalah apa yang ada di dalam pikiran kita, bukan apa yang sebenarnya terjadi :D
Order ini diambil kurir SMS dengan mobil dan diantar ke rumah mbak Widhya di Krian.

Terimakasih banyak ya, Mbak, semoga semua berkenan.


01widya5


Wednesday, 30 November 2011

KBB # 26 : Panettone - Roti Natalnya Orang Italy

 
                  01kbbmatang2   01kbbmatang3

Hmm....bau bau Natal sudah mulai tercium di udara.... Tantangan KBB ke 26 kali ini juga berbau bau Natal....yaitu bikin Panettone, roti khas Natalnya Italy. Di bawah ini aku copaskan Surat Tjintah KBB #26 dari hostnya kali ini, Elsye Suranto dan Lina Hidayat. Simak cerita asal muasalnya Panettone juga ya...




logo kbb#26-panettone





Kloneng-kloneennggg......!! Akhirnya pas Hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober ini sekaligus tayang resep tantangan KBB ke 26 Periode Nopember - Desember 2011 dan karena sekalian merayakan Natal kali ini kami akan menyajikan resep khusus untuk Natalan yaitu Panettone (traditional Italian christmas bread)
 Sejarahnya adalah :


Roti Italia yang bersejarah, dihiasi dengan buah-buahan mungil bak permata seperti citrus dan raisin, pertama kali dibuat di Milan sekitar tahun 1490. Roti ini kemudian secara cepat menyebar ke seantero Italia, dari pegunungan Alpen di Utara, hingga ke Sisilia di Selatan. Cerita legenda yang populer adalah mengenai asal usul dari panettone.


Cerita yang paling populer adalah cerita tentang bangsawan muda yang jatuh cinta kepada seorang anak peremepuan dari seorang chef pastry bernama Toni. Untuk memberi kesan kepada ayah dari perempuan yang dia cintai, pemuda tersebut menyamar menjadi chef pastry junior yang sedang magang, yang lalu menciptakan roti berbentuk kubah (dome) yang manis dengan rasa khas. Roti rasa baru ini laku keras, orang berbondong-bondong antri di toko roti tersebut untuk membeli roti pan de Toni.


Di Milan, para pengusaha memiliki kebiasaan untuk memberikan roti panettone sebagai kado natal kepada klien-klien mereka. Namun, jauh sebelumnya, panettone dikenal sebagai makanan mewah, yang tidak semua orang mampu membelinya. Hingga pada suatu saat, tehnik-tehnik produksi baru bisa menekan biaya produksi sehingga membuat panettone bisa terjangkau semua orang. Sebuah proses yang mengkombinasikan ragi dengan paper mould akan membuat ragi merata di adonan roti sehingga menjadi roti yang sangat ringan.


Saat ini panettone, dikenal di seluruh dunia dengan berbagai variasi, dengan diisi krim, ditutup dengan coklat dan icing almond. Roti ini dijual dalam kemasan cantik. Panettone dapat dinikmati dengan seribu satu cara, dipotong tipis atau tebal, disiram dengan berbagai saus, diisi atau ditutup dengan krim. Sangat cocok sekali di toasted untuk sarapan pagi, dicelup ke susu dingin atau panas, hingga melunak. Panettone bukan hanya tradisi natal, tapi juga pelengkap yang lezat untuk hidangan yang nikmat.


Sekarang aku tuliskan bahan dan cara pembuatannya ya...


Yang pertama English Versionnya dulu :


Panettone (traditional Italian christmas bread)
Source: The Worldwide Gourmet


Ingredients


- 1 1/2 cakes of fresh baker's yeast
- 65 ml (1/4 cup) sugar
- 6 tbsp. warm water
- 6 egg yolks
- Finely grated zest of 1 lemon
- A pinch of salt
- 500-750 ml (2-3 cups) flour
- 100 ml (6 tbsp.) diced candied peel
- 100 g (6 tbsp.) + 2 tbsp.butter
- 4 tbsp. sultanas
- 4 tbsp. currants
- 1 tsp. vanilla


Method


• Sprinkle 1 tbsp. granulated sugar and the yeast over the warm milk and let sit 3 minutes; mix and let rest in a warm draft-free place (e.g., a warm oven that has been turned off) until the mixture has doubled in volume, approximately 5 minutes;
• pour the mixture into a bowl, add in the egg yolks, vanilla, lemon zest, salt and remaining sugar;

• gradually mix in 500 ml (2 c.) of the flour by hand until a smooth consistency is attained - the dough should easily come together into a ball;

• gradually add the butter cut into small dice and beat until the dough becomes smoother and more elastic;

• add 125 to 250 ml (1/2 to 1 c.) more flour until the dough is firm and silky but not sticky;

• place the ball onto a lightly floured surface. Knead the dough for approximately 10 minutes. When the dough is smooth and shiny, place into a buttered bowl; dust lightly with flour, cover with a kitchen towel and place in a warm draft-free place for about 45 minutes until doubled in volume;

• punch down the dough firmly with your fist and flatten it out in the bowl; add the candied lemon peel, raisins and currants and knead until well distributed but without working the dough more than necessary;

• line a large bread pan with brown paper that has been well buttered on both sides; place the dough in the pan and trace a cross on top;

• cover with buttered paper and let rise again in a warm place for 15 minutes;

• remove the paper from the top; brush the top with softened butter.



Baking


• Preheat the oven to 200°C (400° F);

• place the bread pan on the middle rack of the oven and bake for 10 minutes;

• reduce the oven temperature to 160° C (350° F) and continue baking for another 30 to 40 minutes, brushing again with melted butter; the bread is done when the surface is golden and crispy;

• remove from the oven; remove the paper and let cool for 15 minutes before unmolding


Kemudian ini Indonesian Version, plus sedikit tambahan dari aku :

Panettone (traditional Italian christmas bread)

Source: The Worldwide Gourmet


Bahan :


01kbbbahan



1 ½ cakes of fresh bakers yeast (ragi) - aku pakai 1 bungkus Fermipan
65 ml (1/4 cup) gula
6 tbsp air hangat - aku pakai susu cair
6 kuning telur
Lemon zest dari 1 buah lemon - aku pakai 1 sdm essense Lemon
Sejumput garam
500-750 ml (2-3 cups) tepung terigu - aku pakai 2 cups Cakra untuk adonan pertama, kemudian 3/4 cup untuk tambahan setelahnya
100 ml (6 sdm) potongan candied peel
100 gr (6 sdm) + 2 sdm butter/mentega - aku bekukan sebentar butternya
4 sdm Sultana - rendam dulu dengan air panas lalu peras biar tidak keras
4 sdm currant (beri berian :P) - aku pakai 6 biji cherry hijau, potong kecil kecil
1 sdt vanilla - aku pakai vanilla cair


Cara Membuat :


                 01kbbragi 01kbbragi2 01kbbragi3




• Masukan 1 sdm gula dan ragi kedalam susu hangat, diamkan selama 3 menit. Kemudian mix dan istirahatkan ditempat yang kering dan hangat (contoh diatas oven yang sebelumnya telah dipanaskan) sampai volume campuran menjadi 2 kali lipatnya, kurang lebih 5 menit. Karena waktu membuat Panetonne ini udara di Surabaya sedang panas panasnya, peragian berjalan lancar.
• Masukan campuran tersebut kedalam mangkuk, tambahkan kuning telur, vanilla, parutan kulit lemon, garam dan sisa gula. Campur 500 ml (2 cup) tepung terigu secara bertahap sampai lembut ditangan dan adonan dapat dibulatkan. Kemudian campurkan potongan butter sedikit demi sedikit sampai adonan menjadi lebih lembut dan lebih elastis.


            01kbbmix101kbbuleni1




• Campur 125 hingga 250 ml (1/2 hingga 1 cup) terigu sampai adonan lebih kokoh, lembut dan tidak lengket.
• Letakan adonan diatas meja kerja yang telah di taburi sedikit terigu. Uleni adonan kurang lebih 10 menit. Karena aku pikir tidak boleh pakai mixer dalam pengerjaannya, aku uleni pakai tangan saja. Menurut buku Manfred yang judulnya Roti, menguleni adonan Panettone hanya cukup sampai 'hampir khalis'. Jadi aku tidak menunggu sampai adonannya khalis yang sampai bisa dijembreng gitu.


                  01kbbproofing1 01kbbproofing2


• Setelah adonan lebih lembut masukan kedalam wadah yang telah di olesi butter, taburi dengan sedikit tepung terigu tutup dengan kain dan letakan ditempat yang kering kurang lebih selama 45 menit sampai adonan bertambah volumenya dua kali lipat.
• Kempiskan adonan, tambakan candied lemon peel, kismis dan currants kemudian uleni sampai semuanya tercampur rata. Pada saat rounding terakhir, isianku tidak semulus yang aku lihat di buku Manfred, tapi nggak masalah kok, bisa matang dan tidak hancur


01kbboven





• Taruh kertas roti yang telah di olesi butter dua sisinya dalam loyang besar (aku pakai loyang bulat 18cm, karena pengen nge-dome), masukan adonan dan beri jejak (torehan) diatasnya. Tutup dengan kertas yang telah diolesi butter dan diamkan selama 15 menit di tempat hangat sampai adonan mengembang, Angkat kertas dari atas adonan dan oleskan butter diatas adonan tersebut







 
• Panaskan oven dengan suhu 200 derajat celcius (400 derajat F), taruh loyang yang telah berisi adonan dalam oven dan panggang kurang lebih 10 menit, turunkan suhu oven ke 160 derajat celcius (350 derajat F) dan panggang lagi selama 30 sampat 40 menit, oleskan adonan roti dengan lelehan butter, roti akan matang setelah bagian atasnya berubah menjadi keemasan dan krispy.


01kbbmatang


Hasil Panettoneku, bagian luar crispy dan gurih...sedangkan bagian dalam, waktu masih hangat lembut, setelah dingin dan keesokan harinya jadi agak kering. Tetap nikmat karena aroma lemon dan mixed peelnya. Entah bagaimana seharusnya teksture Panettone yang sebenarnya. Tapi kalau dibaca pengantar dari Hosts, bahwa "Sangat cocok sekali di toasted untuk sarapan pagi, dicelup ke susu dingin atau panas, hingga melunak'" dan mengamati photo logo lulus ini, kayaknya Panettoneku bener deh :D




photo





Terimakasih Duo Hosts dan mbak Arfi.



Monday, 3 October 2011

KBB#25 Devonshire "Birthday Party" Tea


Yang di bawah ini, asli copas dari Surat Tjintah KBB ke 25 :D :




Hip Hip Hurray!! KBB ulang tahun yang ke-4! Masih belajar naik sepeda nih, bentar lagi bakal naik becak *loh.


Di ulang tahun KBB yang ke-4 ini, kita akan rayakan dengan minum teh bareng, daaaaaaaaaaan... tentu dengan teman spesialnya: scones.


Devonshire tea adalah sebuah sajian minum teh khas Inggris yang konon berasal dari daerahDevon, dimana scones disajikan bersama clotted cream dan selai. Clotted cream merupakan krim kental yang kandungan lemaknya sangat tinggi, sehingga tidak banyak dikonsumsi.

Scones berasal dari kata sconbrot, merupakan ‘roti’ khas Skotlandia yang pada akhirnya diadaptasi oleh masyarakat Inggris menjadi makanan khas Inggris yang pembuatannya hanya meliputi tiga bahan utama: tepung, mentega dan susu. Tekstur scones haruslah ringan, dan tidak berat dan tidak basah seperti brownies, dengan demikian baking powder banyak digunakan sebagai bahan pengembang.


Rasa scones bermacam-macam, namun secara tradisional, scones disajikan plain dan tidak memakai banyak gula. Selain itu, scones populer dipanggang bersama cincangan kurma, kismis, sultanas, atau currants.

Nah, yang di bawah ini, resep yang aku pakai, yang aku ambil dari sini

Resepnya sebagai berikut :

Strawberry Scones


(makes 6 large scones or 12 minis) -> aku jadi 8 potong



1 cup strawberries (or other fruit)

3 tablespoons sugar (granulated)

2 cups all-purpose flour

2 teaspoons baking powder

1/4 teaspoon salt

6 tablespoons butter, in cubes, slightly softened

2/3 cup half-and-half or cream or cold buttermilk (aku pakai yoghurt strawberry)



Topping:

1 tablespoon sugar


Preheat oven to 400 degrees. Lightly grease a cookie sheet.



If using larger fruit, cut into bite-sized pieces. Sprinkle fruit with 1/2 tablespoon sugar; set aside. Be sure to make the pieces small, or they tend to fall out of the dough. They'll still be plenty prominent in your finished scones.





Combine remaining sugar with flour, baking powder and salt. Add butter, using a pastry cutter or 2 knives to cut in butter (you may want to use your fingers to be sure butter is evenly mixed into flour). Stir in fruit; then add cream/half-and-half/buttermilk all at once. Use spatula to gently stir dough until it holds together.



Turn onto a lightly floured surface and knead a few times to incorporate dry ingredients. Be gentle so you don't break up the berries and don't overwork the dough. Sprinkle dough with flour if it gets sticky.

Press (pat) the dough into a circle 3/4 inch thick. If any berries peek out, push them into dough.




Cut circle into 6-8 wedges, then transfer wedges to the cookie sheet, leaving at least 1/2 inch of space between them.


Bake 15 minutes.





Sprinkle with sugar and bake 5-10 more minutes or until the tops are beginning to brown and spring back when you push them (this took another 15-20 minutes in my oven, but keep a careful watch and check every 5 minutes - you do not want dry scones!). (The sprinkling of sugar over the top for the last few minutes of baking creates a simple, sparkly topping.)




Setelah Sconesku matang, aku langsung photo photo dan bikin report. Trus baca ulang Surat Tjintah lagi, baru aware, bahwa ada syarat photonya harus dilengkapi dengan whipped cream, selai dan secangkir teh susu...gubraks !! :D
 
Terpaksa sore pulang kerja photo lagi, untung masih ada scones yang belum dimakan :D
 
 
Membuat Scones ini termasuk sangat mudah, karena walaupun termasuk kategori roti, tapi tidak membutuhkan mixer ataupun tenaga yang kuat, dan hasilnya juga empuk...kalau soal rasa, so so lah... Yang jelas kalau bukan karena ikut KBB, belum tentu aku tertarik untuk bikin Scones :D. Eh, tapi setelah dimakan dengan whipped cream dan selai strawberry, rasanya jauh lebih enakkkk !
 
 
Happy Anniversary, KBB, semoga terus berjaya :)
 

Dan ini logo lulusku....Thank you, Hosts, mbak Arfi & Gilby


Thursday, 3 March 2011

Pesanan Procurement dan HR hari ke dua..

Sandwich Komplit

Hari ini, pesanan dari Procurement untuk snack meeting pagi adalah Apple Pie. Apple Pienya minta yang bentuk keranjang. Oke... :)

Apple Pie

Dan Sandwich Komplit

Sandwich Komplit

Aku sebut Sandwich komplit, karena di dalamnya ada sayur, telur, keju dan smoked beef....sangat sangat sehat dan mengenyangkan :)

Siangnya Klapper tart

Klapper Tart

dan Peeping sausages...

Peeping Sausages

Monika yang juga ikutan pesan hari ini, minta Apple Pie dan Peeping sausagesnya juga :

Peeping Sausages

Eh, sebenarnya yang mereka pesan adalah Sus Salad, instead of Peeping Sausages...tapi sayangnya, waktu aku bikin adonan awal susnya kemarin, aku diamkan terlalu lama karena sibuk ngerjain yang lain. Adonan menjadi terlalu dingin, sehingga waktu di mix dengan telur, bergerindil, trus waktu dipanggang,tidak lulus, alias bantaaaaat :(. Sus bantat akhirnya jadi bontotan mbak Yanti...nggak papa, nggak ngasih barang yang benar benar awful kok, soalnya sebenarnya rasanya enak, manis gurihnya pas, cuma nggak ngembang aja...

Nyaris give up, tapi kemudian ada ide untuk bikin apa saja pokoknya yang asin. Di kulkas masih ada kulit pastry dan sosis yang sedianya untuk sus salad, ya sudah, langsung aku putuskan membuat Peeping sausages saja..karena nggak mungkin telpon mereka berdua untuk konfirmasi..secara masih jam 3 pagi :(

Mudah mudahan kalian berdua tidak kecewa ya..