Wednesday, 22 July 2009

Kaastengels a la Keluarga Cinta


Sebagai video editor, Pok suamiku, punya jam kerja seperti Hedwig, burung hantunya Harry Potter :). Dia paling suka kerja malam hari sampai pagi, setelah keadaan sekitar rumah sepi. Nah, masalahnya, Pok sering kelaparan di tengah malam padahal sore sudah makan dan nggak mau mengganggu tidurku hanya untuk menyiapkan makanan. Trus paginya, waktu aku bangun, dilaporin kalau semalam perutnya perih karena lapar...kasihaaaaannn....(eh, tapi bisa juga perihnya karena ngerokok terus itu loh, Du) .


Seringnya memang kami beli snack khusus buat mengisi perutnya selama bekerja, tapi Pok lebih senang kalau snacknya home made. Sukanya juga yang padat tapi kering gitu, seperti nastar dan kaastengels.


Nah, long weekend kemarin, hari Senin 20 July 2009 aku berniat menghabiskan stock keju Edam di kulkas, maka aku bikinin kaastengels kesukaan suamiku.

Resepnya pakai resep ibundanya mbak Yun dengan sedikit modifikasi. Kalau mbak Yun pakai tepung terigu Cakra, aku pakainya tepung terigu Kunci yang memang khusus untuk cookies.


Waktu nyampur adonan telur dengan terigu, aku nyampurnya asal rata saja, nggak sampai mengerahkan tenaga, supaya hasilnya tidak liat. Sebagian adonan yang belum dicetak aku simpan dulu di kulkas. Nyetaknya pakai cetakan kaastengels kecil. Khusus untuk Cinta, cetakannya pakai yang bentuk bunga.



Olesi dengan 1 butir kuning telur yang dicampur dengan 1/2 sdt Cookies Glaze.


Taburi keju parut. Oven slama 35 menit dengan suhu 160 Derajat Celcius. Keluarkan kaastengels sebelum benar benar berwarna kecoklatan. Karena proses pematangan masih berlangsung walaupun kaastengels sudah dikeluarkan dari oven. Setelah dingin baru dimasukkan stoples. Hasilnya renyah dan gurih asli keju. Ingat ya, jangan menambahkan garam atau bahkan vestin (ini sering aku temukan kalau beli kaastengels di toko).

Alhasil malam itu si Hedwig kerja sambil terus mengudap kaastengels dan secangkir besar kopi tubruk...pagi pagi nggak ada keluhan perut perih lagi :D

Chiffon Cake Keju


Beberapa waktu terakhir di milis NCC hangat membahas Chiffon Cake. Banyak yang mengeluh kenapa permukaan Chiffonnya pecah. Banyak tips dan trick yang diberikan oleh teman teman, intinya, membuat Chiffon cake harus menggunakan panas oven 150 - 160 Derajat Celcius saja, selama 75 - 90 menit. Tapiiiiiii.....ya masih banyak juga yang datang dengan persoalan yang sama : permukaan pecah... :)


Seperti biasa, aku juga jadi penasaran dan ikut ikutan latah pengen praktek waktu long weekend Minggu 19 July 2009. Tadinya mau bikin yang Chiffon Pandan, tapi karena kuatir nggak ada yang makan di rumah - karena Cinta dan Babanya kurang suka cake yang nggak ada unsur coklat - aku bikinnya yang Chiffon Keju. Seandainya toh mereka nggak suka, aku pasti akan suka karena unsur kejunya itu. Ini resep dan photo photonya, barangkali teman teman mau nyobain ya.


Cari cari resep, dapat dari blognya Riana.



Resep Chiffon Keju
Source: Seri Masak Femina Primarasa - Cake Istimewa Semua Yummy

Bahan:


150 g terigu protein rendah, ayak
100 g keju cheddar, parut
1/2 sdt soda kue
1 sdt baking powder
1/2 sdt garam
100 g gula kastor
100 ml minyak goreng
100 ml susu cair
5 kuning telur (dari telur @ 70 g)
7 putih telur (dari telur @ 70 g)
1/2 sdt cream of tartar (optional)

Olesan & Taburan (aku nggak pake):


200 gr mentega/margarine
200 gr keju cheddar, parut




itu baskom bukan sembarang baskom loh...memang khusus buat bikin kue.. :D


Cara Membuat:

Panaskan oven pada 180 derajat Celcius. Siapkan loyang chiffon diameter 24 cm. Jika ada, gunakan loyang chiffon berkaki. Jangan olesi bagian dalamnya dengan minyak/margarin. (my note: sebaiknya alasnya dialasi kertas roti biar gampang ngelepas cakenya kalau sudah matang. Supaya adonan tidak meluber waktu dituang, karena dasar loyangnya nggak rapet, panaskan dulu loyang di dalam oven selama 10 menit)

Campur terigu dengan keju parut, soda kue, baking powder, garam, dan 2 sdm gula kastor, aduk rata. Buat lubang di tengah campura tepung, tuangi minyak goreng, susu dan kuning telur. Aduk dengan pengocok kawat hingga licin, sisihkan.




Kocok putih telur dengan mikser berkecepatan sedang hingga berbusa, masukkan cream of tartar dan sisa gula dalam beberapa tahapan. Kocok hingga putih telur membentuk ujung yang tumpul waktu mikser diangkat (my note : jangan terlalu kaku).




Masukkan putih telur dalam beberapa tahapan ke dalam adonan tepung, aduk perlahan hingga rata. Perciki bagian dalam loyang dengan air masak. Tuang adonan ke dalam loyang. Masukkan dalam oven, panggang hingga matang (lk 75 menit). Tandanya tidak ada sisa adonan yang menempel ketika ditusuk dengan lidi (my note : dan kalau dipegang permukaannya membal)

Keluarkan kue dari oven, segera balikkan loyang hingga kue benar-benar dingin (lk 1 1/2 jam) (my note : aku tumplekin di atas botol syrup). Keluarkan kue dari loyang dengan bantuan spatula/pisau panjang.



Balikkan kue di rak kawat, balik sekali lagi ke piring saji sehingga bagian atas kue tetap di atas. Olesi seluruh permukaan kue dengan mentega/margarin, lalu taburi keju parut (my note : aku nggak pake, soale sudah cape dan males...heheh).


Hasilnya, setelah menuruti semua petunjuk teman teman di milis, permukaan cakeku nggak pecah. Cakenya lembut di dalam, gurih di luarnya. Seperti sudah diingatkan Riana, memang rasanya nggak terlalu ngeju, tapi OK lah. Dan di luar perkiraanku, ternyata Cinta dan Baba mau !.

Tuesday, 21 July 2009

Buku Cake Decorating Step by Step NCC




Minggu 19 July 2009 aku ke toko 8 Pucang dan Petra TogaMas, 2 tempat yang sangat aku sukai. Kalau ke toko 8 Pucang pasti ke Petra Togamas, karena letaknya berseberangan, sekali kayuh, dua surga dunia terlampaui.
Selain mengantar Cinta dan Babanya belanja buku bulanan mereka, aku juga sengaja mencari buku terbitan NCC terbaru yang berjudul Cake Decorating step by step.


Ini adalah buku terbitan NCC ke 2 yang aku beli, setelah 18 Cakes & Cookies. Sebenarnya masih ada buku tentang cupcakes juga, tapi aku tidak beli.


Kalau yang pernah ikut kursus Cake Decoratingnya NCC, pasti kenal betul dengan style butter cream decorating a la bu Fat. Nah dibuku setebal 106 halaman ini, semua yang diajarkan selama kursus dibahas lagi. Lengkap dengan nomor spuit yang diperlukan.


Decorating with butter cream memang belum aku kuasai benar, walaupun aku sudah ikut kursusnya di Surabaya bulan January 2009 lalu. Setelah kursus belum aku praktekkan kecuali membuat swirl (yang pastinya tanpa kursus juga sudah pada bisa ya? Modal spuitnya aja..heheh) . Dengan adanya buku ini, rasanya semua memory tentang pelajaran dekor jadi tervisualisasikan.


Di bagian akhir ada photo keluarga NCC dan deskripsi singkat tentang para personelnya, mas Wisnu, bu Fat, Riana, Nadrah, uni Dewi, Eka dan Yenny... Ada rasa bangga yang aneh waktu membaca buku ini...seolah olah keluargaku sendiri yang menerbitkannya dan aku bangga menjadi bagian dari keluarga tersebut **ndeso yoh? babah wis.. heheheh**


Ahhhhhhh.......senangnya punya buku ini...lebih senang lagi karena ada discount 25% di Petra Togamas :)

Tuesday, 14 July 2009

Fruit pie dan Amris Jumbo, jualanku hari ini...



Kemarin aku dapat order Amris dan Fruit Pie dari Leaf Division untuk meeting hari ini. Kebetulan para Directors yang selama ini seringnya ngantor di Jakarta juga lagi pada meeting di Surabaya di hari yang sama dan butuh snack, jadi aku buatin snack yang sama sekalian...biar nggak terlalu repot.

Nah, selama ini keluhan yang aku sering dapat kalau menjual Amris adalah ukurannya yang terlalu mungil. Hanya cukup untuk 'satu emplokan' kata orang Surabaya. Padahal aku sudah membuat dadarnya dengan teflon 18cm loh, nggak bisa mbayangin complaintnya temen temen kalau aku pakai wajan yang 12cm :) . Malahan ada yang bilang, nggak cocok, orang sebesar aku kok bikinnya snack mini..hihih..

Jadi untuk kali ini (dan mungkin seterusnya), aku buat Amris Jumbo, besarnya 2 kali lipat ukuran biasa. Smoke beef, keju, mayonese dan telurnya lebih banyak, kulitnya berlipat lipat. Tapi karena adonan kulitnya sudah enak, walaupun banyak kulitnya tetap aja kerasa enak, karena adonannya aku beri kaldu bubuk. Ternyata, rasanya mantap banget. Makan 1 sudah kerasa kenyang. Yang pesan dan teman temannya senang, walaupun tentunya harganya juga menyesuaikan... ;p

Ini 'tampak dalam' Amris Jumboku.

sarapan sang penjual :)


Ini bentuk utuhnya :


molegh.. :)


Dan ini fruit pienya...**heran, kok banyak temenku yang suka sama kombinasi Amris dan Fruit Pie kalau pesan** :D

fruit pie belum selesai dihias




Pesanan Leaf Division jauh di bawah sono sudah selesai dinikmati...banyak yang nelpon aku dan bercita cita mau order snack dari Depot Kidung Cinta....ah....Puji Tuhan kalau bisa nambah customer :)

Nah,kalau yang ini si Kidung Cinta Andjani, genduk cilikku. Dia sudah bisa bantu bantu kalau aku bikin pesanan snack. Semalam dia bantu ngaduk ngaduk adonan kulit Amris. Belum perfect, masih muncrat sana sini, dan kalau sudah bosan ditinggal gledagh, tapi kami berdua enjoy kerja bareng. Mudah mudahan setelah besar nanti Cinta juga suka masuk dapur.





Monday, 13 July 2009

Tips membuat kulit pie a la Keluarga Cinta



Membuat kulit pie itu nggak susah loh.... asal tau triknya, pasti kita bisa membuat kulit pie yang renyah tapi tidak mudah hancur.

Ini aku share step by stepnya..


Pertama, timbang semua bahan sesuai resep. Usahakan semua dalam keadaan beku / dingin.


Campur bahan dengan menggunakan pisau pastry / pastry blender atau 2 pisau untuk memotong motong butter. Campur sampai semua butter menjadi bulir bulir kecil yang tertutup terigu (sering disebut adonan pasir). Masukkan telur, aduk rata. Selama menguleni adonan, gunakan ujung ujung jari seminimal mungkin. Tujuannya supaya butter tidak leleh. Butter yang leleh/lunak membuat kulit pie menjadi keras.








Tipiskan dengan menggunakan rolling pin



Potong dengan cookies cutter.




Masukkan kedalam cetakan pie, tusuk tusuk dasarnya supaya nanti waktu dioven tidak melembung.



Oven dengan api besar (200 C) sampai matang. Dinginkan dan simpan dalam wadah tertutup rapat sampai waktu yang diperlukan. Kalau butuhnya masih lama, simpan di chiller atau freezer. Tapi jangan terlalu lama juga, karena bisa tengik.

Selamat mencoba..

Fruit pie & praline buat Lentera Anak Angin

Lentera Anak Angin adalah keponakan suamiku yang merupakan sepupu tersayang buat Cinta. Hari Minggu 12 Juli 2009 kemarin, Anggi, panggilannya, dikhitan. Keluarganya mengadakan selamatan di Probolinggo. Tamu yang datang diberi makan sate dan gule kambing dan dibawain goodie bag berisi snack. Untuk acara ini aku menyumbang fruit pie dan praline.


Bikin kulit pienya nyicil, mulai minggu lalu, simpan di chiller. Dibawa Sabtu sore ke Probolinggo belum dihias. Minggu pagi mulai melapisi coklat. Siangnya mulai diberi vla dan fresh fruits. Vla dan fresh fruit tidak boleh dimasukkan terlalu lama sebelum dikonsumsi supaya kulitnya nggak basah. Kecuali kalau disimpan di kulkas setelahnya. Pie yang sudah dihias nggak sempat aku photo karena Ibu Ibu yang memasukkan snack ke goodie bag kerjanya cepet banget, pie jadi langsung masuk kotak, aku jadi sungkan mau nyempatin photo photo... :. Pokoknya buahnya strawberry utuh, masih sedaun daunnya, kiwi dan peach, tambah coklat yang aku cetak berbentuk mlungker mlungker.






Bikin pralinenya juga nyicil mulai minggu lalu, tapi nggak disimpan di kulkas, cukup di ruang ber AC aja, karena takut keringatanPralinenya ada yang aku isi selai, kismis dan trimits. Aku pakai beberapa warna jadi tidak kelihatan membosankan.

Anak anak kecil yang datang seneng banget dapat praline...ya iyalah, orang dewasa aja (yang coklat mania) seneng, apalagi anak anak... :) . Tapi kalau aku, aku hanya senang membuat dan melihat, nggak seneng maemnya...Aku kurang suka coklat, kecuali Silver Queen, itu juga yang almond, coklatnya dikit, kacangnya yang banyak :)



Friday, 10 July 2009

JCC Potong yang bikin sutris.... :)



Hari ini aku mbuat pesanan temen kantor, pastel tutup dan JCC (Japanese Cheese Cake). Orderannya mendadak, baru kemarin siang after lunch. Padahal di rumah yang ada hanya bahan kalengannya aja. Puji syukur pada Tuhan, semua bisa selesai tepat waktu, walaupun sempat dag dig dug, takut nggak kelar.


Ini pertama kali aku jual JCC slice dalam jumlah yang cukup banyak. Temenku pesennya nggak mau bentuk segitiga tapi harus kotak. Asli, stress loh aku ngerjain JCC potongnya. Karena selama ini cuma jual JCC whole. Hias dengan fresh fruits dan whip cream, kirim, beres. Tapi kalo motong motong sendiri... whuaaaaaaaa........ susah ternyata. Karena ngoven beberapa kali,aku gantian pakai loyangnya. Both yang kotak dan yang bulet. Jadi, hasilnya tetep aja ada yang segitiga. Nggak papa ya, Liv...malah cantik kok kalo bentuknya segitiga..heheh..ini kataku loh.




JCC slice, saking buru buru, pastel tutupnya nggak ke photo..



Nah susahnya lagi kalau JCC slice ini, buahnya nggak bisa numpuk numpuk banyak gitu, ndak ada tempatnya :)


Anyway, Olive, thank you for ordering, next time order lagi ya.. :D

Oiya, untuk project JCC potong ini aku pakai whipped cream Vivo...ternyata waktu dipakai untuk bikin hiasannya, jadinya lembek :(. Menurut pengalamanku, masih bagusan Haan..jauh lebih kokoh walau tanpa tambahan gelatine.






Thursday, 9 July 2009

Sup (tanpa) hisit a la Keluarga Cinta



Sup ini merupakan modifikasi dari resep Sup Hisit a la Mak Kiem, Mamieku tercinta.

Tapi karena aku nggak punya hisit, jadi nggak pake hisit. Trus dagingnya aku pakai daging ayam, dan ditambah 1 sdm kecap ikan, 3 sdm saus sambal botolan, karena suamiku suka sup yang pedas.

Rasanya enaakkkk....dimakan panas panas, cocok untuk yang kena gejala flu.

Monday, 6 July 2009

JCC buat bu Roem



Hari ini aku bikin JCC untuk ulang tahun bu Roem yang ke 70 (bukan 77 seperti yang ku kira sebelumnya..hiks). Dipesan oleh puteri bungsunya yang juga merupakan belahan jiwaku. Pesannya buahnya mau pakai strawberry, anggur merah dan kiwi.


Kali ini JCCku buahya berlimpah limpah, atas, tengah, bawah....soalnya ini - selain pemesannya suka buah - juga mewakili ucapan selamatku untuk bu Roem yang, puji syukur kepada Tuhan, sampai umur 70 tahun masih sehat dan kuat. Bahkan masih bisa naik sepeda sendiri kemana mana.


Selamat ulang tahun bu Roem, semoga tetap sehat, terus semangat sehingga bisa mendampingi putera puteri dan cucu cucu sampai mereka dewasa. Dan semoga kasih dari Allah Bapa selalu memenuhi kehidupan keluarga Roem. Amin.




Tumis baby buncis & daging cincang



Kemarin untuk makan siang, untuk memperkenalkan Cintaku pada daging, aku masak tumis buncis ini. Rasanya enak banget, baby buncisnya, karena hanya dimasak sebentar saja, terasa renyah dan manis. Sedangkan dagingnya, karena pakai daging giling, cepat sekali empuknya... tapiiiiiiiiiii, sayangnya anakku belum mau...rasa daging - kecuali bakso- masih kerasa 'aneh' buat dia. Selama ini kalo bikin masakan yang memakai daging sapi, dia hanya mau kaldunya saja. Ndak papa, deh...yang penting sudah dicobain.

Bahan :


500 gr baby buncis, bersihkan, potong 2

150 gr daging sapi cincang

4 siung bawang putih cincang

1/2 sdt merica

1 sdt kaldu bubuk

1/2 sdt garam

1/2 sdt gula pasir


Cara membuat :


Tumis bawang putih dan merica sampai harum

Masukkan daging cincang, masak sampai berubah warna

Tambahkan 5 sdm air, masak sampai daging empuk

Masukkan buncis dan bumbu bumbu lainnya

Masak sebentar sampai bumbu merasuk

Hidangkan panas panas
(untuk 4 porsi)


Note : sebaiknya memasak tumis ini hanya untuk 1 kali makan, kalau dihangatkan kembali, buncis jadi lembek, kurang asyik..

Garlic Grater



Pertama kali lihat alat ini, aku mikir mikir, grater sekecil (ukuran sekitar 3 - 4cm) ini mau dipakai buat apa..ndeso ya? heheh..


Kemarin ke Ace Hardware lihat lagi, kali ini ada labelnya...ternyata ini adalah garlic grater, atau parut buat bawang putih. Hmmm....bener juga, kalau cuma buat marut garlic atau apalah yang hanya perlu space kecil, trus kita pakai parut yang besar kan mubazir ya...jadi, aku beli aja. Bisa dibuat marut keju, jahe, dll.

Harganya sekitar Rp 22,000.


Measuring Cups



Kalau sering dapat resep yang ukuran bahannya pakai cup, mending beli sendok cup ini saja daripada repot mengkonversikan dalam gram.

Terbuat dari plastik, ada beberapa ukuran dalam 1 set. Kalau yang ini belinya di Ace Hardware.





Tahu Pong Semarangan



Kalau kita ke Semarang, pasti banyak penjual tahu pong bertebaran. Memang tahu pong merupakan salah satu trade mark kota Semarang.

Tapi kalau nggak sempat ke Semarang, kita bisa bikin sendiri loh. Kuncinya hanya pada saus petis dan tahu pongnya. Tahu pong adalah tahu yang kalau digoreng tengahnya jadi kosong dan kulitnya terasa renyah. Pada saat menggoreng gunakan minyak banyak dan api dengan panas sedang. Jangan buru buru menggorengnya, karena kalau kurang kering, dengan cepat tahu yang sudah menggembung akan mengempes lagi.

Satu porsi tahu pong biasanya berisi potongan tahu goreng, tahu emplek (=dadar tahu) dan gimbal udang. Disajikan secara terpisah dengan saus petisnya, ditambah acar lobak dan gilingan cabe rawit.

Ini resep resepnya kalau mau coba :

Saus Petis

Bahan :

100 gr gula merah
50 gr petis udang
4 siung bawang putih cincang
5 sdm kecap manis
1 sdt vetsin
1/2 sdt garam (atau sesuai selera)
1 1/2 gelas air

Cara membuat :

Rebus gula merah dan petis udang dengan air sampai larut.
Saring supaya kotorannya tidak terikutkan.
Panaskan lagi air gula, tambahkan kecap manis, bawang putih cincang, vetsin, garam, masak sampai mendidih.


Tahu emplek :

Bahan :

2 telur kocok lepas
5x5 tahu dihancurkan
1/4 sdt garam
1/4 sdt vetsin

Cara membuat :

kocok semua bahan, dadar sampai matang


Tahu Gimbal :

100 gr udang besar, buang ekor dan kepalanya
2 bungkus tepung bakwan siap pakai
250 cc air

Cara membuat :

Cairkan tepung bakwan dengan air sampai rata, masukkan udang
Goreng dengan minyak panas sampai kering
Potong potong
Sajikan

Acar lobak :

1 lobak besar, kupas, iris tipis
1 sdm garam
3 sdm gula pasir
1 sdt cuka

Cara membuat :

Remas remas lobak dengan garam sampai layu, cuci bersih
Tambahkan gula pasir dan cuka, aduk rata, simpan dalam kulkas sampai waktu yang diperlukan


Untuk 4 porsi


Note : saus petis memang encer.. :)




saus petis

Friday, 3 July 2009

Kroket ayam jamur (+keju)



Hari ini bikin pesanan temen, kroket ayam jamur. Resepnya sih sama seperti biasanya, ayam dan jamur shitake, cuma kali ini aku bereksperimen dengan mencampur kentang purenya langsung ke adonan isi. Biasanya, kalau mbuat kroket, aku buatnya terpisah, jadi kentang pure dipipihkan, baru diisi adonan isinya, dibulet buletin trus dipanir sehinggai isinya terkumpul di dalam kentang


Tadinya mo nyobain kroket yang tanpa kentang, tapi kok nggak PD, bentuknya kayaknya nggak bisa firm.


Ternyata kalau pure langsung dicampur dengan isi (dalam keadaan panas), hasilnya memuaskan loh. Kroketnya jadi kencang dan gampang dibentuk. Temenku sebenarnya pesan nggak pakai keju, tapi sebagai bonus aku kasih beberapa kroket ayam jamur yang aku tambahin potongan keju cheddar kraft di tengahnya karena anak dan suaminya suka keju. Ini enaknya dapat pesanan dari temen sendiri, bisa sambil bereksperimen :)



yang kuning kuning itu saus mustard

Thursday, 2 July 2009

My debut with fondant cake



Sejak aku beli buku 50 Easy Party Cakesnya Debbie Brown minggu lalu, setiap hari Cinta dengan memelas meminta aku untuk membuatkan Make Up Cake (rasanya ini bentuk yang paling sederhana dari buku Debby Brown deh :D) . Aku bilang, 'ntar aja weekend, beli fondant dulu, karena fondant yang di rumah sudah kering', tapi rupanya Genduk Cilikku ini nggak sabar. Waktu kami ke toko 8 hari Selasa lalu, dia juga mengingatkan aku untuk beli fondant, padahal aku sudah pura pura lupa...soalnya masih belum mood apalagi membayangkan ribetnya nggiling nggiling fondant.



Debbie Brown's

mine

Akhirnya, setengah kasihan ke Cinta dan setengah penasaran juga, tadi malam aku tekadkan untuk memenuhi permintaannya. Di resep sebenarnya menggunakan Madeira Cake, yang gampang untuk di carving, tapi aku tahu Cinta dan Bapaknya nggak suka cake warna kuning. Jadi aku bikin Sacher Torte pakai resep bu Fatmah. 1 resep langsung masuk loyang 22x22cm. Mulai aku nimbang bahan sampai mengoven, Cinta bolak balik tanya, kuenya sudah jadi apa belum. Bener bener nggak sabar pengen segera melihat cakenya.


Sacher cake


Sambil nunggu kue matang, kami (aku dan Cinta) mulai membuat pernak perniknya. Fondant sisa di rumah, yang sudah kering, aku kepal kepal dulu sampai lentur. Ini adalah cara mengembalikan elastisitas fondant kering yang diajarkan oleh Yuli Nur Elia, si jago fondant, temen di milis NCC.

Dengan modal pewarna hanya pink dan biru dan peralatan seadaanya, karena fondant toolsku yang dulu beli di Yuli baru aja aku lego, kami membuat kuas, lipstik, tempat eye shadow, bunga dan lain lain. Begitu cake matang, di dinginkan sambil dicuilin oleh Cinta. Saking pengen kuenya cepet jadi, cake panas disentor fan. Carving bentuk setengah lingkaran, oles butter cream dan tutup dengan fondant putih. Tempel sana sini, jam 11:30 malam selesai. Walaupun tidak sempurna, masih kurang rapi di sana sini, tapi Cinta - yang masih belum bisa tidur karena nungguin aku - langsung berseri seri melihatnya.

Setelah puas ngelihatin kue dan memamerkan ke mbak Sus dan Pok, eh, dia minta kuenya di potong. Ohhhhh....tidakkkkkkkkkk........hahah....sayang ya. Aku bilang besok pagi aja, Mamie mau potret dulu pagi pagi.

Begitulah akhirnya, tadi pagi sempatin photo dulu trus kasih pesen sama mbak Sus, kalau Cinta bangun dan minta potong kuenya biarin aja.

Nuts on the shell : memang untuk mewujudkan suatu keinginan itu harus ada niat dan tekad yang kuat ya :)

Last but not least, terimakasih Yulia untuk ide 'kepal'nya :)




kuas, dll hanya dari warna pink, biru, putih dan campurannya

eye shadownya pakai kopi, trimits dan icing sugar :D

Wednesday, 1 July 2009

Fondant / Plastic Icing




Buat yang belum tahu, ini adalah yang disebut Fondant. Bentuknya seperti playdough, atau malam mainan anak anak, tapi yang ini bisa dimakan. Biasanya dibuat hiasan cake / kue, bisa dibentuk menjadi patung kecil kecil, bunga, dan lain lain yang disebut figurine. Rasanya manis karena terbuat dari gula.



Fondant bisa diberi warna dengan pewarna yang oil-based / pasta. Sebelum dipakai, harus diuleni dulu sampai lentur. Pada saat menguleni, kalau terlalu lengket, bisa ditambahin sedikit tepung maizena atau icing sugar. Fondant gampang lembek dan mengkilat (in negative term), karena itu kalau figurinenya sudah jadi, sebaiknya disimpan di ruang yang kering dan ber AC, tapi tidak boleh masuk kulkas.


Kalau belum dipakai, simpan fondant dalam plastik dan masukkan tempat kedap udara. Konon fondant yang disimpan dengan baik bisa bertahan selama 1 tahun.


Untuk merekatkan fondant, bisa pakai sedikit air dikuaskan ke permukaan fondant yang akan ditempel. Atau menggunakan CMC (beli di TBK) yang dicairkan dengan sedikit air.


Kalau fondant terlalu kering, (ini saran dari temenku Yuli Nur Elia), dikepal kepal dulu sampai hangat atau kalau saran dari Vin, diberi glycerin yang food grade baru diuleni lagi.

Fondant ada berbagai merk, antara lain Bekels, Fondx. Yang aku photoin di atas merknya Fondx, harganya Rp 40,000/kg (beli di toko 8 Surabaya)