Monday, 22 February 2010

Kopdar Perdana NCC Surabaya, February 21, 2010


Akhirnya pada hari Minggu 21 February 2010 jam 10 pagi kemarin terlaksana juga acara Gathering alias Kopdar NCC Surabaya, setelah beberapa kali ganti tanggal :). Bu Camatnya Devi Praz, alias Devi Hermana.

Acara bertempat di Gedung Dharma Wanita ITS (Institut Tehnik Surabaya) jalan Sukolilo, di mana Devi Praz menjadi pengurusnya. Biaya sewa ditanggung oleh mbak Devi (you are so amazing, Bu !) , peserta hanya diminta untuk membawa potluck dan membayar Rp 20,000 untuk ganti materi latihan bareng yaitu menghias cookies. Cookies dan tetek bengeknya sudah disiapkan oleh Shirley Paiton & panitia.

Undangan jam 10:00, tapi karena satu dan lain hal, aku baru sampai di tempat jam 10:30 :(

Sampai di lokasi, teman teman sudah pada sibuk motretin potluck.... Salam sana sini, baru aku ambil photo, itu juga asal jepret aja, nggak mikir hasilnya..hehehe..lupa semua teori FP kalo sudah terlambat datang gini.

Ini photo photo potluck yang dibawa peserta beserta nama potluck dan nama pembuat / pembawanya dan sebagian ada photo dirinya :




Bu Camat yang sangat luar bisa mewujudkan acara ini....





Mimi Itul


Bubur madura by Dinitya





Cheese cake buatan bu Camat..kalau nggak salah dibuat hadiahnya door prize...


Ini juga cheese cake buatan bu Camat....





Anita (yang lagi mecah telur untuk royal icing)





Trio yang kompak, sekantor, sekota...Fifi, Nureni, Nova








Shirley Paiton yang juga jadi MC



Anita, Devi Mojo & Fanny



Mbak Yuyun....kunyit asemnya bikin heboh karena sueger..












Amy Riv, seksi sibuk dan bendahara acara ini..



Ikan bakar dan oseng sayur buatan Dewi Maharini, osengnya rasanya unik dan wuenak...dengan aroma daun jeruk yang mantap....Dewi,bagi resepnya ya...











Rita He....sehabis acara..


Pudak adalah makanan khas gresik yang bungkusnya dijahit pake mesin jahit :)



Fitri, Potato Stick, lama main email, YM dan facebook-an, tapi baru ketemu sekarang... :)


Kue kue kecil bawaan Raras...


Raras & putrinya....how sweet...






Yuri Pasuruan...











Nggak punya photo close upnya 'Hanna', jadi sebagai ganti, photo spaghettinya dimuat dua kali...hehehe...





Devi Mojo alias Devi Tjiwi Kimia menceritakan kesannya selama bergabung dengan NCC. juga cerita tentang "member ke tujuh ribu".. :D



Ini pepes telur ikan Badher...mantep...


Acara makan besama berjalan santai, tenang dan tertib. Para peserta mengambil porsi yang sesuai dengan kemampuan lambung masing masing. Tidak jarang satu jenis makanan dimakan bertiga atau berempat...'Cip-To' (icip icip tapi roto, alias dikit dikit tapi ngerasain semua) banget. Hasilnya tidak ada makanan yang terbuang sia sia...







Selesai makan siang, para peserta kembali ketempat duduk masing masing untuk latihan bersama menghias cookies.


Sementara peserta latihan bareng, panitia mulai membungkus left over potluck. Tidak ada makanan yang dicampur dengan asal asalan,  kecuali memang pasangannya...sehingga bisa dinikmati lagi di rumah tanpa merubah rasa. Semua bungkusan dibagi dan dimasukkan kedalam tas plastik sejumlah peserta. Semua lengkap dapat kue, nasi, sayur, ikan dan dessert...walau jenisnya beda beda.





Goodie bag berisi left over potluck ditata di meja reception yang akan dilewati peserta sebelum pulang....



Nah, sekarang waktunya bagi bagi hadiah. Karena sumbangan hadiah banyak sekali, panitianya bingung cara membagikannya...hehehe...Akhirnya dibuat quiz, tapi bingung juga bikin soal lebih dari 20 biji :)


Heppy sedang melontarkan quiz yang dijawab dengan cepat oleh para peserta..


Gantian Heppy yang diwawancarai bu Camat..


Fifi sedang menjelaskan beda sponge cake dan butter cake (salah satu soal quiz)


Nadira memperkenalkan diri...

Sebelum bubaran, semua photo bersama (kecuali yang sudah pulang duluan..)



Tuntas semua, Shirley menghubungi bu Fatmah via HP untuk melaporkan sukses Kopdar NCC Surabaya ini.

Mbak Yuyun, Shirley, Devi Praz

Sebelum jam 15:00 semua pulang dengan membawa kenangan manis, perasaan puas dan senang karena bisa ketemuan dengan teman teman yang selama ini hanya dikenal via milis dan tentu saja dengan 1 tas bahan untuk makan malam dari left over potluck :D 

Semoga acara HMFF yang akan datang bisa berlangsung lebih meriah lagi, dan semua yang kemarin belum sempat bergabung bisa datang.

Mbak Devi, Heppi, Amy, Nadira, Shirley, semua panita, thank you so much for making this gathering come true, you all rock !

Semua teman teman, terimakasih semua...semoga ini menjadi awal persahabatan kita yang lebih dalam...God bless you all...

**sekarang waktunya hunting resep potluck dari temen temen**

Friday, 12 February 2010

Pastel Tutup, order akhir pekan


Ini pesanan pastel tutup dari seseorang yang namanya tidak boleh disebut (hehehe...kayak Lord Voldemort di Harry Potter aja nih). Ditujukan kepada seorang di Surabaya Barat - yang nggak tahunya temenku kursus dan anggota milis yang sama dengan aku - yang berulang tahun hari ini. 



Kejunya tidak dipanggang bareng dengan pastel tutupnya, karena  yang berulang tahun ini baru pulang kerja malam hari. Kalau sudah dipanggang dan tidak langsung dimakan, biasanya keju menjadi kering dan tidak nikmat lagi.


Untuk pesanan ini, karena datangnya pada hari kerja, aku tidak bisa mengantarkan sendiri. Padahal sebenarnya pengen juga ketemu the birthday girl, kangen, secara sudah lama banget nggak kontak. Karena itu untuk pertama kalinya aku menggunakan jasa taksi motor seperti saran Fitri Potato Stick. Mudah mudahan tidak ada masalah...karena ndilalah kersane Allah, kok ya hujan deras disertai angin kencang saat ini. Tadi janji ambil jam 11, cuaca masih cerah, sampai 12:01 belum datang juga dan sudah terlanjur hujan :(


Ya wis, selamat ulang tahun ya, Nung....semoga Tuhan selalu menyertai langkah kakimu, semoga kebahagiaan selalu mengisi hari harimu. jangan tanya nama pengirimnya ya...hehehe...the secret will never be revealed.

Tuesday, 9 February 2010

Cerita di balik bihun goreng



Sejak kecil aku suka sekali makan bihun goreng. Semua jenis bihun goreng baik itu yang model Jawa - pakai merica utuh diulek dengan bawang, atau Chinese - yang bawangnya dikeprek...semua aku suka. Bahkan kalau makan mie titee, aku juga pakai bihun, pokoknya kalau ada kesempatan untuk memilih antara mie dan bihun, aku pasti pilih bihun.

Sejauh ingatanku, aku mulai suka makan bihun waktu TK Trisula Candi Semarang. Waktu itu setiap hari Sabtu adalah hari makan bersama, dan yang paling aku tunggu tunggu adalah makan bihun goreng bersama.FYI, yang paling aku benci, makan bubur kacang hijau bersama. Hoaaaaa....sampai seumur ini aku masih nggak suka kacang hijau, karena rasanya seret di tenggorokan :).

Guruku di TK itu bernama bu Tatik (Lord, bless her soul forever). Beliau memasak bihun sepanci blirik besar. Semua murid dan pengantarnya boleh makan sepuasnya. Makannya juga pakai piring seng blirik, karena waktu itu belum ada piring melamin.

Trisula


TKnya sederhana banget, lantainya plesteran (semen) bukan ubin, dindingnya setengah tembok setengah papan. Muridnya dari semua golongan. Anak orang kaya, anak orang biasa, bahkan anak orang tak punya juga sekolah di situ. Ada yang sekolah tanpa memakai sepatu atau sendal, alias nyeker karena memang orang tuanya tidak bisa membeli sepatu. Tidak ada seragam yang mungkin akan membebani mereka yang tak mampu sehingga tidak mau sekolah. Ada anak yang setengah idiot, ada yang nakal banget, ada yang suka nangis, suka ngambek (baca : aku :D).... Bu Tatik tidak pernah membedakan kami berdasarkan status dan golongan, semua sama, semua diperlakukan dengan baik.

Waktu aku kecil, aku adalah anak yang introvert dan clumsy. Nyanyi fals, nari kaku. Tapi kalau (lagi mau) bicara bisa lantang. Bu Tatik tahu itu, dan beliau memberi aku kesempatan tampil di RRI Semarang untuk membaca puisi secara live. Waktu aku keluar sebagai juara ke III, beliau mengantarkan sendiri hadiahnya ke rumah, 1 buku tulis tipis merk Banteng, pensil dan rautan. Untuk anak TK pada masa itu, hadiah ini sudah luar biasa. Dan aku ingat, sejak saat itu rasa percaya diriku tumbuh.

Seandainya bu Tatik masih hidup, ingin aku datang, memeluk dan menciumnya. Beliau yang meletakkan dasar di hati dan pikiranku, bahwa semua manusia itu sama di mata Tuhan di usia yang sangat dini. Dan bahwa kita tidak perlu bisa menari atau menyanyi untuk bisa percaya diri.

Di SD, kantin di sekolah menyediakan bihun goreng yang dibungkus dengan daun pisang. Kalau ditakar, mungkin bihun gorengnya hanya 1 sdm munjung, sayurnya hanya kol, sedikit taburan telur dadar iris, sejumput bawang goreng yang melempem,  tapi cabe rawitnya gedha banget. Harganya Rp 5,-. Waktu aku SMP (masih sekompleks dengan SDku) harga bihun berubah jadi Rp 10,- lama lama naik jadi Rp 25,-, tapi porsinya teteup. Yang masak masih orang yang sama, jadi rasanya juga sama dengan bihun di kantin SD. Dua kali istirahat, dua kali aku beli dan makan bihun :). Saking hapalnya kebiasaanku ini, pak Nyaman (penjaga kantin SMPku) selalu menyisihkan bihun goreng khusus untukku, karena kalau kehabisan aku marah :D.  Kalau libur panjang, yang aku kangenin bukan teman teman sekelas tapi bihun gorengnya kantin sekolah.

Bihun bu Tatik dan bihun sekolah menggunakan resep bihun goreng Jawa yang rasa mericanya menggigit nikmat.

Waktu aku  masih tinggal bersama Mamie di Semarang, beliau sering memasakkan bihun goreng atas permintaanku. Menurutku bihun goreng beliau enak sekali, padahal bumbunya ya sederhana saja...bawang putih keprek, merica dan kecap kecapan biasa. Sampai sekarang kalau lagi pulang kampung aku masih sering minta beliau memasakkan bihun goreng.

Akhir akhir ini bihun yang dipakai orang jualan adalah bihun yang terbuat dari tepung jagung. Bentuknya lebih kenyal mirip soun, warnanya bening. Tidak ada baunya. Beda dengan bihun jaman dulu yang terbuat dari tepung beras. Bentuknya rapuh, warnanya butek dan baunya agak apek apek gimana gitu tapi teteeeeep buatku lebih enak..hehehe...bihun (jadul) forever dah pokoke.


Nah,karena kangen makan bihun goreng dan nggak nemu bihun jadul akhirnya aku memutuskan untuk masak sendiri. Nyari bihun beras di Giant, nemu yang merknya AAA. Inget inget bumbu yang Mamie pakai...kira kira begini resepnya :

Bahan :

1 bungkus bihun (200 gr)
5 bawang putih dikeprek & cincang
3 helai seledri, biarkan utuh
5 sdm kecap manis
4 sdm kecap asin
1 sdt gula pasir
1 sdt kaldu bubuk
1/2 sdt vetsin
1/3 sdt merica
2 butir telur kocok lepas
Sayur sesuai selera (aku pakai wortel yang potong seperti korek api)
Ayam rebus disuwir suwir
Udang kecil kupas (kalau punya, tapi aku kemarin nggak punya :D)
Bakso (kalau ada dan suka)
1 gelas air kaldu
Minyak untuk menumis

Cara membuat :

  • Rendam bihun dengan air mendidih selama 2 menit, sampai bihun lemas
  • Tiriskan, siram dengan air dingin supaya bihun tidak saling melekat, sisihkan
  • Panaskan minyak, dadar telur setengah matang kemudian dihancurkan (scrambled egg). Angkat dan sisihkan
  • Tumis bawang putih dan merica sampai wangi
  • Masukkan ayam/udang/bakso tumis sampai berubah warna
  • Tambahkan air, kecap dan bumbu bumbu lainnya
  • Masak sampai mendidih.
  • Tambahkan sayur (termasuk seledri). Masak sampai sayur layu.
  • Terakhir masukkan bihun. Aduk pelahan lahan sampai semua bumbu rata
  • Cicipi rasanya. Biarkan air terserap habis.
  • Sajikan dengan taburan scrambled egg dan bawang goreng.


Rasa bihun ini enak...tapi buatku masih jauh lebih enak bihun masakan Mamie, nothing compares to hers deh....:)

Monday, 8 February 2010

Cake decorating with my love



Waktu aku membuat pesanan cakenya pak Ribut, Cinta eager sekali ingin membantu decoratingnya. Tapi tidak mau hanya diberi pekerjaan yang simple simple, dia maunya ikut mendekor the whole cake. Tentu saja tidak aku ijinkan. Kalau sampai cakenya error kan repot, harus buat lagi. Karena itu aku janjikan, hari Minggu nanti kita bikin cake,dan dia boleh menghias semaunya. Dia setuju.


Sabtu siang sebenarnya aku sudah siapin cakenya, tapi aku masih cape dan masih pengen malas malasan. Sementara Cinta sudah ribut terus, nggak sabar pengen cepet kerja. Untung dia nemu kegiatan lain, mendandani Barbie dengan si mbak, jadi aku bisa puas tidur dulu. Cake baru dihias Minggu pagi.

Pertama aku ajarin motong cakenya. Hasilnya : miring :). Nggak papa…

Lanjut dengan membasahi cake dengan air dark cherry. Berhasil, sembari airnya muncrat sana sini. Cinta usul, biar cepet, daripada dibasahin pake kuas, mendingan dituang aja airnya sekaligus keatas kue, trus baru dikuas... hehehe...dia pikir ini menggambar pakai cat air mungkin....nggak tau kalau air sudah disiram ke atas kue langsung terserap. Kalau mau diratakan pakai kuas malah hancur semua.




Step berikutnya, menata dark cherry di atas cake. Gampang, berhasil dengan sempurna.



Trus, ini yang dia paling tunggu tunggu. Main cream memakai piping bag. Cream disemprotkan ke atas cake yang telah dibasahi dan diberi dark cherry. Bentuknya nggak masalah, karena akan ditutup dengan potongan cake di atasnya.



Selesai membuat filing, kerja dilanjutkan di kamar, karena di luar kamar panas dan ganachenya cepet lembek.

Sekarang membuat pinggiran cake. Aku ajarkan cara menekan piping bag supaya hasilnya konstan. Susah payah Cinta berusaha, tentu saja ada yang bagus, ada yang mleyot.




Di scrap. Nggak mau aku bantuin nutup bagian yang berlubang. Katanya tugas Mamam hanya muter mejanya (Lazy Susan) dan motret aja.





Lalu ganache di spuitkan di atas cake. Lihat seputar mulut Cinta yang belepotan ganache. Itu karena sambil ngedecor, dia berkali kali mencolek ganache untuk dimakan.



Trus nata buah…


Menata coklat pagar...




Karena coklat pagarnya cuma sedikit (sisa cakenya pak Ribut) maka tidak jadi dipasang mengelilingi pinggir cake. Instead, di potong jadi 2, dipasang di atas cake saja.


Sambil kerja, sambil lihat TV, konsentrasi mulai pecah karena ada film Tom & Jerry di TV.



Waktu naruh potongan kiwi, aku kurang perhatian, tahu tahu aku lihat banyak bulu di atas cake…ternyata dia pasang kiwinya terbalik :D


Terakhir mengoles buah dengan apricot glaze.




Kue jadi. Simpan di fridge dulu biar beku.





Beberapa jam kemudian, selesai makan siang Cinta minta potong cakenya. Maunya dia sendiri yang potong. Ya wis, boleh…



Setelah dipotong dan ditaruh di atas piring kecil, diulurkan ke aku. Aku pikir mau ngajak makan bareng. Nggak tahunya dia bilang ‘Itu buat Mamam aja’

‘Lha yang buat Niek mana?’

‘Niek nggak mau. Niek nggak suka cake”.

Halah…..dia sendiri nggak doyan !






Ini hasil dekorasi Cinta…. Apakah tidak ada campur tangan Mamamnya sama sekali? Tentu saja ada…what do you expect from a six-year-old girl :)

Pare masak bawang putih


Pare atau paria adalah salah satu sayur kesukaanku. Tapi tidak seperti penggemar pare pada umumnya, yang tidak keberatan dengan rasa pahitnya, aku selalu berusaha supaya pareku tidak berasa pahit.

Caranya adalah setelah pare dibersihkan dari biji dan dikeruk bagian putih di dalamnya, dirajang dan diremas remas dengan garam (untuk +/- 300gr pare, aku pakai 3 sdm garam dapur). Diamkan dulu selama kurang lebih 1 jam, lalu cuci bersih dan diperas sampai kering. Pada saat memasak, jangan tambahkan air sebelum pare layu.

Biasanya aku menambahkan daging atau udang di dalam masakan pareku, tapi kemarin aku coba bikin pare masak bawang putih, tanpa daging, tanpa udang. Dan ternyata enak tuh....

Aku share resepnya ya :

Bahan :

300 gr pare bersihkan, rajang tipis
3 sdm garam untuk meremas pare
4 siung bawang putih memarkan
1/2 sdt merica
1/2 sdt kaldu ayam bubuk
1 sdt gula pasir
1/2 sdt vetsin
1/2 gelas air
Minyak goreng untuk menumis

Cara membuat :

Tumis bawang putih sampai harum, masukkan merica
Masukkan pare, tumis sampai pare layu
tambahkan bumbu bumbu, tumis +/- 3 menit sampai keluar air parenya
tambahkan air, masak sampai air mengering
Sajikan dengan nasi putih hangat

Fruity Sacher torte


Cake ini dipesan oleh pak Ribut, mantan teman kantor yang sekarang punya bisnis sendiri. Saking seringnya pak Ribut dan aku bertemu untuk urusan imigrasi, dia jadi tahu side businessku. Dan pak Ribut adalah salah satu teman yang selalu menyarankan aku untuk mengembangkan usaha sampinganku ini sehingga sebagi karyawan aku punya plan B. TIdak hanya bergantung pada perusahaan yang kondisinya bisa naik turun.

Waktu aku tunjukin blogku, dia tertarik dan waktu putrinya ulang tahun ke 16 hari Sabtu tanggal 6 February 2010 kemarin, dia memesankan cake ini. Niatnya membuat kejutan bagi sang puteri.

Tidak ada special request, dia hanya bilang putrinya suka coklat. Jadi aku buatkan cake pakai resep Sacher Torte yang rasa coklatnya memang pas banget, di dekor dengan cream, coklat dan buah buahan segar. Sedikit keluar dari pakem Sacher torte yang hanya dicover ganache saja.


Tadi pagi, waktu ketemu lagi di kantor, pak Ribut bilang, kuenya enak sekali, bahkan istrinya tidak percaya ada temannya yang bisa bikin cake seperti ini. Jangan jangan beli di toko, katanya. Hohoho.......kalau di toko malah  buahnya dikit, nggak seboros bakul kue rumahan gini yaaaa....

Trus, waktu pak Ribut dan saudara saudaranya memotong kue, si putri ultah protes, nggak boleh banyak banyak, supaya tidak cepat habis, katanya... :)


Selamat ulang tahun Nerisa, semoga selalu menjadi cahaya bagi keluarga Ribut. Dan terimakasih ya, Pak, aku akan selalu ingat pesan dan cerita pengalamanmu.