Thursday, 16 April 2009

Trancam




Walaupun konon katanya Trancam ini berasal dari Jawa Tengah, aku sendiri baru merasakan nikmatnya Trancam setelah tinggal di Surabaya. Bahan Trancam hampir sama dengan karedok, yaitu kacang panjang mentah, taoge pendek mentah, daun kemangi, mentimun. Perbedaannya ada di bumbu dan tempe kukus. Trancam menggunakan kelapa parut yang dibumbui mirip bumbu urap, sedangkan Karedok menggunakan sambal kacang mirip pecel. Rasanya segar dan mengundang selera makan. Tambah nikmat kalau dimakan dengan ikan asin, ayam atau empal goreng.


Resep Trancam :


Bahan :

1 ikat kacang panjang potong 1/2cm
1 Mentimun potong 1/2 x 1/2 cm
50 gr Taoge pendek bersihkan dari sisa kulit ari
1 ikat Daun kemangi, ambil ujungnya saja
1 papan tempe dikukus, potong 1x1cm
1/2 butir kelapa setengah tua, buang kulit arinya, diparut miring

Bumbu yang dihaluskan:

2 bawang putih
3 cabe merah besar buang bijinya (atau sesuai selera)
1 ruas kencur
1 lb daun jeruk purut
1/2 sdt garam
sedikit gula jawa

Cara membuat :

Campur bumbu halus dengan kelapa yang sudah diparut, kukus 15 menit supaya tidak cepat basi.
Kukus tempe selama 10 menit.
Campur semua bahan bersama bumbu kelapa.
Lebih enak kalau semua sayur dalam keadaan dingin.


Untuk 4 porsi.

Sambal goreng manisa / jipang / labu siam


Sambal goreng manisa yang disebut juga jipang atau labu siam ini adalah favoritku. Setiap masak, aku selalu membuatnya dalam porsi besar dan bisa berhari hari kunikmati berdua dengan mbak Sus, karena Pok kurang suka.

Biasanya kalau lagi keluar rajinnya, aku buat juga opor ayam dan sambal goreng hati sebagai pelengkap, jadi lontong opor komplit, tapi kalau lagi keluar malesnya...sambal goreng manisanya aja tampil tunggal :D. Paling enak dinikmati dengan lontong dan diberi taburan kedele bubuk.

Resepnya adalah sebagai berikut :

2 kg Manisa kupas, potong sedikit lebih besar dari korek api
250 gr udang kecil kupas
5 lb Daun salam
3 lb Daun jeruk purut
2 Sereh ambil putihnya, memarkan
1 ruas Lengkuas memarkan
1/2 sdm gula jawa
Garam
500 cc air
500 ml Santan kental
Cabe rawit biarkan utuh sesuai selera

Bumbu yang dihaluskan :

7 Bawang
10 Bawang merah
5 Cabe merah besar buang bijinya, kukus 10 menit
1 cm kunir

Cara membuat :

Tumis bumbu yang sudah dihaluskan dengan sedikit minyak goreng. Masukkan bumbu daun. Tumis sampai wangi
Masukkan udang, tumis sampai udang berubah warna
Tambahkan manisa, tumis sampai layu
Beri air, masak sampai mendidih
Masukkan garam, gula jawa, dan santan kental. Masak sambil diaduk sampai mendidih dan matang. Masukkan cabe rawit sesaat sebelum diangkat.

Kalau ada dan suka pete, bisa ditambahkan juga. Sajikan dengan lontong dan taburi dengan kedele bubuk siap pakai.

Selamat mencoba..

Monday, 13 April 2009

Tumpeng nasi kuning ulang tahun untuk my beloved husband



Hari Minggu tanggal 12 April 2009 kemarin, Pok, suamiku berulang tahun.

Niat hati dari kemarin kemarin memang mau kasih kejutan dengan membuatkan tumpeng nasi kuning, secara Pok dan Cinta seneng banget sama nasi yang satu ini, walaupun, to be honest, aku sendiri nggak terlalu gandrung nasi kuning.

Persiapan pertama adalah browsing resep, dapat banyak versi, tapi ternyata yang paling aku sreg adalah resep nasi kuning versi ibu Fatmah Bahalwan. Karena bahan yang dipakai tidak macam macam, dan dari resep ini, aku sudah bisa membayangkan hasilnya adalah nasi kuning gurih dengan rasa klasik dan itu yang disukai Pok dan Cinta.

Minggu pagi, mulai buat nasi kuningnya.


Resep Nasi Kuning versi bu FB, NCC adalah sebagai berikut :

Bahan :

800 gr beras putih
200 gr beras ketan
1200 ltr santan (aku pakai campuran 700ml santan Kara dan air)
1 sdm kunyit parut
2 sdm garam
4 lbr daun salam
1 lbr daun pandan
2 btg sereh
1 sdm air jeruk nipis (aku kasih 2 sdm)

Cara Membuat :

Campur beras dan beras ketan, cuci bersih ( aku rendam sebentar) , tiriskan, kukus.
Sementara itu campur kunyit dan santan, saring, buang ampas kunyit.
Masak bersama daun salam, pandan dan sereh. Tambahkan garam. Masak terus hingga mendidih. Matikan api.



beras aron

Masukkan beras yg masih panas kedalam santan, aduk rata. Biarkan hingga santan terserap habis, dan beras menjadi aron. Tuangi air jeruk nipis. Aduk rata.Kukus beras aron selama 60 menit (aslinya hanya 20 menit, tapi aku buat 1 jam biar bener bener tanegh), angkat. Cetak dalam cetakan tumpeng, yang ujung lancipnya sudah dialas daun pisang dan dipoles sedikit minyak sayur.

Sambil nunggu nasi masak, aku buat lauk pauknya.


yaitu :

  1. Ayam goreng sereh
  2. Tahu bacem
  3. Kering kentang (ini beli jadi, nggak sempat bikin sendiri)
  4. Sambal goreng hati, kentang dan pete (untung walaupun nggak musim pete, tapi kami dapat pete di Giant)
  5. Mie goreng, supaya Pok panjang umur
  6. Kering tempe nyemek nyemek
  7. Dadar iris
  8. Perkedel
  9. Timun potong
  10. Masih aku tambahkan acar wortel, timun, buncis, cabe rawit masak kuning supaya tidak enegh.


ini hasilnya...


Trus ditata semuanya. Supaya lauknya tidak 'mengotori' nasi, aku kasih plastik bening disekeliling nasi. Harusnya pakai daun pisang, tapi sayang kemarin daun pisangnya nggak dapet yang cantik.



tumpeng mini buat Cinta



Untuk si Genduk Cilik, Cinta, aku buatin tumpeng mini, lauknya cuma mie goreng, perkedel, ayam goreng dan dadar.




Waktu tumpeng sudah siap, aku bangunin Cinta...dia antusias banget, ngelihat tumpeng Bapaknya dan tumpeng mininya. Tapi rupanya rasa kantuknya terlalu sulit untuk dikalahkan (karena malamnya kami bertiga tidur jam 1 pagi !!) jadi habis lihat tumpeng, langsung ngelanjutin tidur di meja makan :D

Trus ngebangunin Pok, dalam perjalanan ke kamar mandi, Pok dilarang keras menengok kemeja makan..namanya juga surprise..hiks..





Setelah menerima ucapan selamat dari mbak mbak, Pok buka tutup saji dan..waaaaaaaa....dia kaget banget, karena dia pikir aku cuma mau bikin kue tart. Ternyata bikin tumpeng..heheh... dan terharu, karena dia tahu, bikin tumpeng itu repot karena banyak printilan printilannya, tapi demi suami tercinta...repot dikit doesn't matter laaa...



potong tumpengnya...



maem nasi kuningnya...lezaaat..


karena berasnya 1 kg, dan kami hanya berlima di rumah, tidak mungkin menghabiskan semua nasi, maka tumpengnya dibagi sama tetangga kiri kanan. Untuk para tetangga, nasinya aku cetak lagi, tapi hanya ujungnya aja. Nggak terlalu banyak juga, yang penting Cipto, icip icip pokoke roto...


dibagi dengan tetangga


Kata mbak Sri, tetangga depan rumah waktu habis terima kiriman : 'Wah..leker, Han..bisa pesen nih kalau ada yang ulang tahun' huhuyyyy....Dan memang bener loh, aku yang nggak suka nasi kuning aja bilang, resep nasi kuning bu Fat bener bener enak, asal dipatuhin semua bahan dan step by step utamanya.

Finally, selamat ulang tahun, Du, semoga panjang umur, sehat, murah rejeki, dan bisa selalu menjadi sandaran hati bagi keluarga Cinta. We love you so much.

Resep sambal goreng hati kentang


Resep sambal goreng kentang ini aku ambil dari resep bu Fatmah Bahalwan, tapi aku modif sedikit.
Bahan :
500 gr hati sapi, rebus sampai empuk potong dadu.
250 gr ampela ayam, rebus sampai empuk, potong potong
500 gr kentang potong dadu, goreng.
5 bh cabe merah besar
5 bh bawang putih,
10 bh bawang merah
4 bh cabe merah besar, buang biji, rebus sebentar
1 ruas lengkuas, pukul
4 lbr daun salam
2 btg sereh
1 sdt garam
300 ml santan kental (aku pakai kara)
2 papan pete, kupas, potong potong
Sedikit gula jawa
Cabe rawit biarkan utuh
Cara Membuat :
Haluskan cabe merah besar, bawang, brambang
Tumis bumbu halus, daun salam, daun sereh, lengkuas dan daun jeruk sampai wangi
Beri sedikit air dan gula jawa dan masak terus sampai bumbu mengental
Masukkan hati sapi, ampela ayam masak sampai bumbu meresap.
Tuangi santan, biarkan mendidih.
Masukkan kentang dan cabe rawit utuh, aduk rata, masak sampai 'nyemek nyemek'
Masukkan pete, aduk rata (kalau aku, pete aku aku tambahkan terakhir dan tidak dimasak lama lama supaya tetap crunchy)
Sajikan

Resep tahu bacem



Tahu dan tempe bacem memiliki rasa yang manis dan gurih. Cocok sebagai camilan atau perlengkapan tumpeng.


Bahan :

Tahu (plus tempe kalau suka)
Air kelapa
Bawang putih dihaluskan
Gula jawa sedikit, sisir halus
Daun salam
Garam
Ketumbar bubuk (sedikit saja)

Cara memasak :

Campur semua bumbu, rebus tahu sampai meresap.
Goreng sebentar dengan minyak panas.
Sajikan

Resep Ayam Goreng Ungkep


Resep masih nyonto plek dari bu Fatmah Bahalwan.


Bahan :

1 ekor ayam, potong 8
Bumbu:
haluskan :
5 bh bawang putih
1 ruas kunyit
1 sdm ketumbar
1 btg lengkuas
1 ruas jahe
3 btr kemiri
1 sdt garam
Cara Membuat :
Baluri ayam dengan bumbu halus, masak dalam panci atau wajan tertutup sampai ayam keluar air dan matang.
Angkat.
Goreng dalam minyak banyak bersama bumbunya.
Tips: Bila suka bisa ditambahkan lengkuas parut jumlah banyak, sehingga didapat bumbu kremes seperti serundeng.

Agar anak suka makan sayur


Anakku, Cinta, umurnya 5 tahun..masih agak susah kalau disuruh makan sayur kecuali bayam. Kalau dimasakin sup yang ada wortelnya, waktu makan wortelnya harus dipenyet dan tutupin dengan nasi supaya dia nggak tahu, karena kalau tahu ada wortelnya, dia pasti protes menolak.

Mikir mikir gimana caranya supaya sayur penting ini bisa diterima dengan 'mulut terbuka', weekend kemarin aku buatin sup tapi wortelnya nggak dipotong seperti biasa, melainkan bentuk dengan cetakan cookies dengan motif bunga dan apel. Trus waktu Cinta mau makan, sengaja aku kasih tau kalau di dalam supnya ada wortel yang bentuknya cantik. Eh, dia antusias banget, malahan tiap potong wortelnya dimakan langsung tanpa perlu disembunyikan dibalik nasi lagi. Katanya : ternyata wortel kalau bentuknya seperti ini, rasanya enak, beda dari wortel biasa'. Sugesti kali ya? :D

Supaya mudah motong dengan cookies cutter, wortelnya dikupas trus direbus bersama bahan sup yang lain dalam keadaan utuh. Kalau sudah lunak baru diambil, potong tipis dan cetak. Bisa juga untuk mencetak labu siam, dan jenis sayur lain yang agak keras texturenya.

Good yet simple idea, ha ?

Tuesday, 7 April 2009

Puding Coklat dan Amris pesanan Yuni



Semalem (sampai subuh tadi) lembur bikin 100 Amris, sebagian pesanan Yuni dan untuk snack arisan di rumah nanti sore plus bikin 40 cup macaroni schotel dan vla puding. Resep Amrisnya masih pakai punya bu Fat, tapi kali ini isinya lebih banyak, jadi Amrisnya gendut gendut. Trus di tiap Amrisnya diberi 1 biji cabe rawit as requested sama yang pesan. Tapi aku juga provide saus sambal sachet, karena menurutku, Amris lebih cocok dimakan sama saus sambal.




Selain Amris, Yuni juga pesan 40 cup puding, tapi nggak mau puding tape ketan, bosen katanya.. heheh.. kebetulan karena aku juga sudah bosen bikin puding hijau itu. Jadi aku buatin puding coklat dengan vla dan buah peach kalengan. Rasa pudingnya mantap banget, karena murni pakai susu, nggak ada campuran air dan diberi kocokan kuning telor. Pudingnya sudah dibuat hari Senin pagi, simpan di kulkas, vlanya baru dibuat Selasa subuh dan baru dituang ke puding tadi sebelum meetingnya mulai supaya nggak rusak.
Waktu bikin puding coklat ini, aku nyoba pakai susu UHT yang rasa coklat merk Indomilk, tapi ternyata...susunya encer banget dan kurang berasa susu, lebih dominan rasa coklatnya. Untung di rumah masih ada stok susu tawar Ultra, jadi dicampur aja. Masih ditambah coklat bubuk dan Jamaica Rhum. Untuk vlanya juga aku campurin airnya peach kaleng, biar lebih seger.

Kata yang tadi nyobain : rasanya enak bangetz...heheh...hasil melek'an, rek...
Oiya, untuk 100 lembar kulit Amris, tadinya aku buat 5x resep Amris, karena last time seingatku tiap resep jadi 20 lembaran...ternyata semalem kurang..nggak sampai 100. Terpaksa bikin adonan kulit lagi deh...

Monday, 6 April 2009

Resep Bestik lidah a la Keluarga Cinta

Beberapa minggu terakhir ini Pok, suamiku, sering tanya tanya, kok sekarang aku nggak pernah masak masak lagi selain masak kue/snack, padahal dulu tiap weekend aku bikin masakan yang lain dari masakan rumahan sehari hari. Memang aku akui akhir2 ini aku males masak, karena masakan si mbak udah lumayan lah. Tapi karena pertanyaan dan pernyataannya diulang ulang, aku mulai kerasa, suamiku pengen perhatian lebih nih.....jadi sebelum Pok ngambek, Sabtu kemarin aku bikinin bestik lidah kesukaannya.

Resepnya mudah aja yaitu :

lidah sapi direbus sebentar, bersihkan kulit dan lemak lemaknya lalu dipotong sesuai selera
tumis bawang bombay dan bawang putih dengan margarine sampai harum
masukkan lidah yang sudah dipotong
beri air sedikit
beri kecap manis sedikit
beri saus tomat botolan agak banyak
merica
pala bubuk
cengkeh
garam sedikit
presto selama 30 menit

sajikan dengan :

buncis rebus
wortel rebus
kentang goreng

Simpel kan? Masaknya gampang, suami senang... hasilnya diajak belanja ke Arvian dan toko 8 jadi bersemangat..hihihi... Don't worry, Du..you and Cinta are still the most important people in my life, so willingly I will spare my time to cook for both of you..



Eh, Cinta masih belum mau lidahnya, cuma maem kentang dan kuahnya aja...

Sus gurih dalam cup



Hari Sabtu 4 April 2009 aku ngerjain kue pesanannya Ulik, yang akan dikirimkan ke Dokter Hewan kesayangannya dan dinikmati keluarganya. Ulik mintanya yang berbau bau keju. Dia sudah pernah pesan Macaroni Schotel dan Pastel Tutupku, jadi kali ini pengen yang beda.

Jadi, aku buatkan sus gurih dalam cup ini. Resep kue susnya sih biasa aja, isinya campuran daging ayam fillet, keju, telur, jamur.




Margarine, air, garam direbus sampai mendidih, masukkan sekaligus terigu protein tinggi, aduk sampai rata, matikan api. Biarkan dingin.



Setelah dingin, masukkan telur satu persatu, mixer dengan kecepatan tinggi selama 2 menit.


Letakan sebagian adonan di alas cup, isi dengan adonan isi, tutup dengan adonan kulit sus lagi

Oven selama 45 menit dengan panas 200c, jangan dibuka buka selama mengoven supaya kulit bisa munjung.



Siap dinikmati dengan saus sambal.



Sisa adonan kue sus aku buat sus mini untuk Cinta....dia tidak mau sus yang ada isinya. Hanya kulitnya saja dimakan dengan gula donat.


My first birthday cake



Sejak ikut kursus cake dasar dan cake decorating ibu Fatmah Bahalwan bulan January 2009 lalu, baru kali ini aku bikin cake atas pesanan, maksudnya bukan untuk dimaem sendiri.

Cake ini dipesan untuk ulang tahun Mike, anaknya Yuni yang ulang tahun tanggal 3 April 2009. Mintanya cakenya standard kuning biasa, dekorasinya terserah.

Jadi, aku buatkan 3 lapis sponge cake resep Yongki, tiap lapis dioles dengan selai apricot



terus ditutup butter cream putih, strawberry segar dan...



diberi pagar coklat yang dibuat pakai cetakan coklat Arabesque. Di atasnya aku beri tulisan Happy Birthday, beli jadi, karena belum pe-de bikin tulisan sendiri :)




dipacking dengan plastik mica....kirim ke pemesan...beres...




Ada kisah sedih di balik pembuatan birthday cakenya Mike ini. Waktu habis pakai cetakan Arabesque, aku berangkat kerja dan sengaja cetakan ini nggak aku taruh di tempat cucian piring, karena aku mau bersihkan sendiri, dan aku juga sudah pesen sama si mbak yang dirumah, nggak usah dibersihkan.


Tapi rupanya kemarin si mbak nggak tega lihat meja kerjaku berantakan...jadi dia berinisiatif mencuci cetakan coklat yang kusayang ini dengan cara menyiram dengan air mendidih. !! Aduuuuuuuuuh........pengen marah rasanya...cetakan jadi ngluntung q(^o^)p

Untungnya **asli sifat orang Jawa, dalam hal apapun selalu masih bisa bilang untung** dari 2 cetakan, yang parah hanya 1, yang 1 lagi masih bisa diselamatkan karena hanya ujungnya yang ngeluntung dikiiit. Waktu lihat aku diem aja (baca : marah besar), si mbak bilang 'Tapi mbak masih ada pintarnya sedikit lho, Bu..nggak langsung dua duanya mbak siram air mendidih"..hahah..bener juga ya....hilang dah marahku. Bagaimanapun juga maksud si mbak baik, untuk meringankan bebanku, walaupun hasilnya salah. Well, apology's accepted, mbak.


Cake Leveler Wilton



Ini loh yang disebut cake leveler alias pemotong kue. Fungsinya, ya memotong kue secara horizontal, disebelah kanan dan kiri bisa diadjust untuk ketinggiannya. Yang aku beli ini merk Wilton harganya Rp 50,000 belinya di Arvian Surabaya.




Wednesday, 1 April 2009

Black forest pakai arabesque







Semalem tiba tiba aku pengeeeeeeeen banget bikin Black Forest, sekalian pengen nyoba pakai cetakan cokelat Arabesqueku. Males bongkar resep lama, aku nyari nyari soft filenya aja, akhirnya dapat yang dari Dapur Bunda ini dan sedikit aku modified :

Bahan :

100 gr mentega, lelehkan,dinginkan (aku pakai campuran mentega dan margarine)
8 btr telur utuh ukuran sedang
100 gr terigu
60 gr coklat bubuk
40 gr maizena
1 sdm emulsifier (aku pakai starkies)
200 gr gula pasir (aku kurangi 2 sdm)
¼ sdt vanilli
1 sdm cokelat pasta black forest
1 sdm rhum bakar black forest

Untuk hiasan :
500 gr whipped cream yang sudah dikocok kaku (aku pakai Haan di mixer dengan air es)
300 gr dark cooking chocolate (aku buat pagar dengan cetakan Arabesque dan sebagian diparut & dicetak keong)
10 bh cherry merah & hijau

1 klg cherry hitam, tiriskan, simpan airnya untuk siraman cake.
Cara membuat :

1. Campur terigu, coklat bubuk dan maizena, aduk rata dan diayak.
2. Kocok telur, gula dan emulsifer hingga mengembang dan kental, masukkan campuran tepung sambil diayak (lagi), aduk dengan spatula hingga tercampur rata, tambahkan cokelat pasta dan rhum bakar, masukkan mentega leleh aduk rata.
3. Tuang dalam loyang bulat garis tengah 20 cm, oven hingga matang,dinginkan.
4. Potong melintang menjadi tiga bagian, basahi dengan air cherry hitam kalengan.
5. Letakkan satu lapis cake, oles dengan whipped cream, lalu atur belahan cherry hitam diatasnya, tumpuk diatasnya lapisan kedua oles dan beri air dan herry hitam lagi, tumpuk lagi lapisan teratas, rapikan.
6. Oles seluruh cake tadi dengan whipped cream, hias dengan dark cooking chocolate yang sudah dicetak hingga tertutup semua.
7. Semprotkan whipped cream, hias dengan cherry.

Karena cokelat pagarnya belum siap (sudah dibuat tapi mletot, jadi ditim lagi, cetak ulang), aku hias dulu dengan whipped cream, coklat dan cherry saja. Nah, karena Cinta si Genduk Cilik belum doyan dark cherry, separo cake aku kasih dark cherry, separonya enggak. Ditandainya dengan warna cherry di atas cake, yang hijau tanpa dark cherry, yang merah sebaliknya, trus pembatasnya aku kasih cokelat yang dicetak berbentuk keong, biar ntar gampang kalau mereka berdua (Cinta dan Bapaknya) mau motong. Jadinya seperti ini :


black forest sebelum diberi pagar cokelat


Trus aku ngelelehin DCC dan dituang di atas cetakan Arabesque setelah agak beku. Ratakan dan biarkan kaku. Potong potong sesuai kebutuhan.



DCC dilelehkan diatas cetakan Arabesque, tunggu sampai dingin dan agak kental


Pasang pagar cokelat di sisi cake, ikat dengan pita / tali. Karena pita hias yang ada di rumah terlalu besar, aku hanya pakai tali emas ini...gak papa, toh dimakan sendiri ini.. :D. Untuk keperluan photo, terpaksa susunan cherry hijau dan merah untuk sementara diganti dulu, habis photo dibalikin asal..




Waktu masukin adonan ke loyang, rasanya kok kebanyakan...jadi aku ambil sebagian dibuat 6 cups cupcake ntar buat cuci mulut si Genduk Cilik. Semalam aku sudah nyoba cupcakenya ini 1 biji, rasa cakenya enak, whipped creamnya juga jauh lebih enak daripada merk WP yang biasa aku pakai.





Penampilan black forestku kali ini jauuuuuuuuuuuuh dari sempurna, musti banyak latihan lagi nih bikin cake...tangan sudah kaku bertahun tahun nggak bikin yang 'halus halus'. Trus, enaknya pakai pagar cokelat adalah, kalau decoration pinggirnya nggak rapi nggak kelihatan, karena ketutup pagar..hihih....

Dan, satu lagi...kalau bikin adonan cake dengan telur banyak enakan pakai Bosch, karena semalam aku coba pakai mixer Phillips, lamaaaaaaa banget kentalnya. Akhirnya aku pindah ke Bosch, nggak lama sudah kental berjejak. Akibatnya 2 mixer turun deh, padahal niatku pakai peralatan seminim dan sekecil mungkin, kasihan si mbak yang cuci cuci... Nah, tapinya...ini yang namanya manusia tidak pernah puas ya...kalau pakai Bosch, suka sebel sama tengahnya bowl itu. Waktu masukin tepung sambil di ayak nggak leluasa, waktu ngaduk adonan dengan spatula juga jadi terganggu. Akhirnya....jadi aku mikir mikir...kayaknya perlu beli Kitchen Aid apa Kenwood nih...tapiiiiiiii...nggak dalam waktu dekat kali ya..masih banyak kebutuhan di luar dapur yang perlu dipenuhi.

Well, finally, to make the long words short, black forest dengan resep ini tastes good.

Friday, 27 March 2009

Oleh oleh dari Semarang...



lunpia Semarang asli



Libur hari raya Nyepi kemarin (26 Maret 2009), Mamie dan teman temannya datang dari Semarang ke Surabaya. Yang aku tunggu tunggu, selain orangnya (Mamie) tentu saja oleh olehnya. Dan, berdasarkan pesanan, kemarin Mamie bawain Lunpia Semarang, Ayam goreng Kalasan Dr. Cipto, arem arem dan petis tahu isi. So, sore sore kami sekeluarga berangkat ketemuan sama Mamie. Yang pertama dilakukan oleh Ibundaku tercinta ini waktu ketemu adalah menjelaskan treatment yang harus dilakukan pada oleh oleh dari Semarang. Petis harus disimpan dikulkas, lumpia kalau belum dimakan simpan dikukas, ayam kalau mau dihangatkan musti digoreng dengan cara gini gitu, arem aremnya jangan sampai gini gitu....halahhh...khas Mamieku, bukan nanyain kisah hidup anaknya selama hidup diperantauan...qiqiqiqi....

Lunpia Semarang langganan keluarga kami adalah Lunpia Mataram, jualannya pagi sampai siang di depan toko roti Sanitas, jalan Mataram. Sepanjang jalan Mataram, ada banyaaaaaaaaaaak sekali penjual yang mengatas namakan 'Depan Toko Roti Sanitas', tapi menurut aku, yang ini yang enak :




Walaupun kadang ada rasa sangit karena sedikit gosong, tapi bisa dimaafkan dengan taste lunpia secara keseluruhan. Pelengkapnya adalah saus kanji yang kentaaaaal sekali, dengan rasa gula jawa dan bawang putih, daun bawang, acar timun dan tidak ketinggalan cabe rawit hijau yang, walaupun kecil tapi puedesnya mantap. Mungkin cabe rawit ini yang menjadi acuan peribahasa 'kecil kecil cabe rawit', karena kalau cabe rawitnya Surabaya, warna hijaunya hijau muda, walaupun gedha, nggak pedes :D


Lunpia Semarang ada yang basah (tidak digoreng) dan goreng. Kalau mau dimakan langsung, enak beli yang basah, karena kulitnya lembut. Kalau dibawa bepergian nggak terlalu lama, mending beli yang basah, ntar kalau mau digoreng lagi sebentar. Kalau beli yang goreng, walaupun enak sekali karena kulitnya renyah, tapi kalau dimakan agak agak nanti atau dibawa pergi jauh, jadi melempem, kalau digoreng ulang minyaknya jadi banyak.


lunpia & its condiment


Untuk isinya, rebung dirajang halus trus dimasak dengan bawang putih, ebi halus, udang, telur (scrambled egg) dan kecap manis. Istimewanya, rebungnya tidak bau pesing. Harga perbijinya sekitar Rp 6,000 - 7,000. Malah di Semarang ada yang sebiji Rp 10,000 (Lunpia Amoy). Bedanya, lunpia Amoy lebih montok, banyak isiannya...kalau aku pribadi seneng yang isinya sedang sedang aja, biar kulitnya tetap terasa karena kulitnya itu yang jadi ciri khas lunpia Semarang.




Trus ayam goreng Kalasan Dr Cipto. Ini favorite keluarga sejak dulu. Rasanya gurih, daging ayamnya lembut dan tidak manis, beda dengan ayam kalasan yang ada di Solo atau Jogja yang cenderung manis karena gula jawa. Nggak tau resepnya apa nih...tapi kalau lama nggak makan, rasanya kangen banget sama ayam yang seekor (tanpa jerohan) lebih dari Rp 90,000 (@#$!) ini. Sambalnya juga mantap, pedasssssssss polll........




ayam Kalasan Dr Cipto


Nah, yang ini arem aremnya. Sepintas biasa aja, seperti arem arem di semua daerah di Jawa Tengah, tapi yang Mamie bawa ini ada lapisan dadar tipisnya, sepertinya sih campuran telur dan santan kental...rasanya bener bener gurih. Isinya ayam pedas.





Tiap bungkus diberi plastik pembungkus lagi, jadi rapi penampilannya.





Sebagai buah tangan untuk Mamie cs dan keluarga besar Pastor Samuel, my beloved brother, aku buatin pastel tutup, sambil promosi, siapa tahu kapan kapan Samuel perlu kirim kirim untuk koleganya biar pesen di adiknya ini...heheh...





Jam 20:30. lagi asyik chit chat sama Mamie dapat telpon dari Deasy, pesen snack buat Jumat pagi. Jenisnya terserah...lha berhubung pesannya sudah malam, dan aku tidak punya stok bahan selain telur,coklat, tepung, kornet, sedikit wortel dan macaroni di rumah, akhirnya aku tawarin Muffin Coklat dan Macaroni Schotel aja..dan Deasypun sepakat... yo wis....pulang ketemuan sama Mamie mbuat muffin, trus lanjut tadi pagi mbuat Macaroninya.




muffin coklat buat meetingnya Deasy




plus macaroni schotel