Monday, 19 October 2009

Dual-tone Barbie cake untuk ultah Cinta

 
Tanggal 18 October 2009 kemarin adalah hari ulang tahun anak semata wayangku, Kidung Cinta Andjani yang keenam. Tidak ada pesta, hanya perayaan ulang tahun sederhana di TKnya saja pada hari Senin 19 October 2009 (hari ini). Namun jauh jauh hari dia sudah memikirkan cake ultahnya mau seperti apa.

Awalnya Cinta ingin dibuatkan cake fondant dari buku Debbie Brown, namun keputusan terakhirnya dia minta dibuatkan Barbie cake, dengan syarat semua warnanya harus pink. Cinta memang pink lover sejati :)

Barbie cake ini menggunakan base cake sacher torte.  Dan cake untuk roknya memakai brownies kukus yang dikukus resep kakak iparku dengan menggunakan 2 jenis loyang, yaitu loyang tulban kecil dan loyang agar agar yang mirip loyang bolu Hongkong. Tinggi Barbie cakenya sengaja aku buat normalnya manusia saja, tidak seperti Barbie doll yang (menurutku) tidak proporsional, karena panjang kakinya yang berlebihan.




Membuat cake dan dekornya baru aku lakukan Minggu malam, karena takut kalau dibuat jauh hari sebelumnya cakenya jadi berubah rasa.

Warnanya,setelah melalui perdebatan yang agak ruwet, karena debatnya antara aku dan anak umur 6 tahun yang tiba tiba menjadi double keras kepala karena sudah cape dan ngantuk..hehe...selain pink boleh ditambah warna lain, yaitu violet, lain warna tidak diterima.

Yang menguleni dan menggiling fondant ini adalah Pok, suamiku, karena setelah makan lamb meat steak waktu birthday dinner, tiba tiba aku nggilyeng, alias pusing. Aku hanya mengarahkan, menambahkan warna dan memasang fondant di atas cakenya saja.

Cinta yang tidak bisa tidur, karena penasaran pengen tahu hasil jadi cakenya, ikut membantu sebisanya.


Bagian bawah rok, untuk menyamarkan batas antara ujung rok dan base cake aku beri mawar kecil kecil warna violet dan pink.


Tulisan nama Cinta di pinggir base cake, lagi lagi berwarna pink.. :)


Hanya lilin dan tambahan tulisan 'Happy Birthday Cinta' saja yang boleh berwarna lain karna tidak terpikir untuk beli coklat warna pink :)



Untuk isian goodie bag teman teman Cinta,selain bag pack, aku beri 1 kotak kecil brownies kukus yang dicoating DCC, diberi sedikit butter cream dan ditancapin fondant.


Keluarga kakak iparku, yang biasa dipanggil Bude Bunda oleh Cinta, sengaja datang dari Probolinggo untuk mengucapkan selamat ultah pada Cinta dan membantu aku membuat brownies untuk goodie bag. Beliau bekerja luar biasa cepat, karena jualan brownies kukus ini sudah menjadi bisnisnya sehari hari, jadi untuk konversi reseppun bukan main cepatnya. Waktu aku tanya, gimana cara ngitungnya, beliau bilang : pakai feeling aja. Whuikkk....salut aku..

Sebelumnya melalui sms beliau memberi aku takaran bahan bahan brownies, jadi aku bisa mempersiapkan menimbang bahan sebelumnya. Dan, seperti yang dinasehatkan oleh bu Fat, it really helps...karena menimbang, mengayak dan mencampur bahan untuk beberapa resep itu butuh waktu lama. Belum lagi kalau tepung, maizena, coklat bubuk, sudah ditimbang, diayak, dimasukkan plastik trus baru ingat kalau harus ditambah susu bubuk..haiyaaa...buka lagi plastiknya, ayak lagi, masukkan plastik lagi....lemes, Saudara Saudari...hehehe...

Terimakasih ya, 'Nda, bantuan Bunda sangat sangat berarti buat kami. Nggak cukup rasanya berterimakasih hanya dengan kata kata...


 mbak Sus dikaryakan untuk packing


Untuk semua guru sekolah , satpam dan petugas kebersihan sekolah, aku beri brownies juga, plus 1 loyang besar pastel tutup. Iseng aja, di atas pastel aku spuit tulisan 'Cinta',

sebelum dioven



setelah ditaburi keju dan dioven


Untuk tetangga rumah, guru les Cinta dan Oom No - Oomnya suamiku, kemarin siang aku hantarkan pastel tutup dalam loyang alfoil yang lebih kecil, pudding coklat dan brownies kukus yang dibuat dari resep NCC yang 12 telor. Siang hantaran dikirim ke rumah tetangga oleh Cinta, sore dapat kiriman balasan berupa hadiah dan angpao buat dia..hehe...makasih..makasih...jadi sungkan nih, ibu ibu..




brownies dengan resep dari kursus cake dasar NCC

Bad newsnya, karena cuaca yang super panas di Surabaya hari hari ini dan juga kemarin, penyemprotan WCC cair ke atas brownies yang aku lakukan di dapurku yang tidak ber ac, jadi encer banget dan susah beku, akibatnya meleleh ke pinggir cake yang aku hias awal awal. Dihapus malah meninggalkan jejak, mikir cara lain udah nggak sempat...yo wis, biarin aja, habis semprot simpan dulu di kulkas bentar :)

Ini photo Cinta dengan ketiga guru kelasnya. Walaupun Barbie cakeku jauh dari sempurna,dan warnanya yang hanya terdiri dari pink dan violet, namun anakku senang dan bangga,karena katanya selama ini belum pernah ada temannya yang ulangtahun di sekolah dengan membawa Barbie cake dan terutama karena Mamienya sendiri yang membuatkan :)



Dan ini close up si Barbie. Aku memakai Barbie Wilton, oleh oleh seorang ibu bijaksana dari Jakarta. Barbie ini tidak punya kaki, jadi dari pinggang kebawah hanya berupa tongkat panjang berujung runcing yang memudahkan pemasangan di atas cake. Untungnya Cinta setuju juga pada akhirnya, karena sebelumnya dia insisted memakai salah satu Barbie doll koleksinya


Selesai acara di sekolah, sesuai pesan Cinta yang berulang ulang ditekankan, cake dibawa pulang lagi, tidak rela kalau ditinggal untuk guru gurunya :)

Habis les, dia mengundang sahabatnya (yang ikutan les juga) untuk acara 'makan kue bersama' di rumah. Dan dengan gaya bilang 'ini loh, Mamienya Cinta yang bikin sendiri'. Hihihih....anakku...anakku...

Happy birthday, Genduk Cilikku...and thank you for being such a lovely daughter...



Thursday, 15 October 2009

Resep Kroket AKEJA (ayam keju jamur) ala Keluarga Cinta



Berhubung banyak yang minta resep ini via japri, maka dengan ini aku posting di blog saja biar teman teman bisa mencoba praktek ya.


Kroket AKEJA (ayam keju jamur) a la Keluarga Cinta

(untuk +/- 30 biji)

 
Bahan kentang pure :

2 kg kentang tes, kukus, kupas, lumatkan panas panas
3 sdm margarine
4 sdm susu bubuk
1 1/2 sdt kaldu bubuk (atau sesuai selera)
½ sdt pala bubuk
½ sdt merica bubuk


 
Cara membuat :

Panas panas campurkan kentang dengan semua bahan, sisihkan


 
Bahan isi :

 

½ kg ayam fillet, rebus sebentar potong kecil kecil
4 jamur shitake, rendam air panas, cuci, potong kecil kecil
3 sdm terigu
1 bawang Bombay iris tipis
3 bawang putih cincang
1 sdt kaldu bubuk
150 susu cair
½ sdt pala
½ sdt merica
(kalau suka yang berasa manis, tambahkan 2 sdt gula pasir)

 

 
Cara membuat :

  1. Tumis bawang putih dan bawang Bombay dan merica sampai harum
  2. Masukkan jamur, tumis sampai berubah warna
  3. Tambahkan ayam tumis sampai kaku
  4. Masukkan terigu, aduk cepat
  5. Tuangi susu cair, dan bumbu bumbu lain, masak sampai kering

 
Penyelesaian :

  1. Campur kentang pure dan bahan isi, aduk rata
  2. Bentuk sesuai selera. Kalau mau ada kejunya, letakkan potongan atau parutan keju di tengah tengah.
  3. Gulingkan dalam tepung terigu
  4. Lumuri dengan putih telur yang telah dikocok
  5. Gulingkan dalam tepung roti (aku suka pakai tepung roti yang kasar)
  6. Masukkan lagi dalam putih telur
  7. Terakhir, gulingkan dalam tepung roti lagi
  8. Simpan dalam chiller +/- 1 jam
  9. Goreng dengan minyak banyak sampai terendam, sampai kecoklatan
  10. Sajikan dengan saus mustard dan cabe rawit atau saus sambal

 
Note :
  1. kalau kentang kurang bagus, tambahkan 100 gr terigu atau tepung kentang kedalam kentang pure -> tapi be honest, rasanya jadi kurang enak. 
  2. kentang bisa juga digoreng baru dilumatkan. Biasanya kroket jadi tidak mudah pecah karena kandungan air dalam kentang berkurang.
  3. untuk takaran bumbu, silakan disesuaikan dengan selera masing masing, jangan terlalu berpatokan pada ukuran yang aku berikan
     
Simpel kan? Silakan di coba....semoga membawa berkah bagi yang dagang kue :)

Blueberry Cheesecake pesanan Joseph, my old friend



Aku mengenal Joseph waktu kerja di satu satunya hotel berbintang 5 di Surabaya tahun 90-an, Selain Joseph ada Didik yang sampai sekarang, setelah masing masing menempuh jalan karir dan hidup sendiri, masih tetap dekat dan saling berkabar walau tidak terlalu sering.

Dulu, kalau kebetulan sedang 1 shift, kami makan bersama, pulang naik becak bertiga (bahkan jam 12 malam masih niat banget naik becak langganan yang bapak becaknya sudah tuaaaaaaa banget…), sampai sering digodain teman teman yang lain : “kok ya nggak bosen bareng terus, nggak di rumah, nggak di hotel kumpul terus :D”. Tapi kenyataannya memang kami tidak pernah bosan. Ada saja bahan cerita terutama tamu tamu hotel yang 1001 modelnya.

Waktu itu kami senang sekali ke Qemi, diskotek paling OK (saat itu) dan nonton midnight.. Bahkan film yang jelek sekalipun asal mainnya midnight kami tonton…sampai tertidur di dalam bioskop dan baru bangun setelah lampu dinyalakan tanda film usai, sambil tengok sana tengok sini trus tanya satu sama lain : cerita filmnya tadi apa..hahaha.. Kalau pulang kerja sore, nggak pernah langsung pulang tapi jalan dulu ke Tunjungan Plaza yang hanya sekitar 1km dari hotel. Di sana adaaaaaaaaa aja yang kami (terutama aku dan Joseph) beli, barang barang nggak penting…hehe..waktu itu nggak mikir panjang kalau mau beli apa apa, soalnya semua masih single dan seperti lirik lagu 'Yesterday', itulah gaya hidup kami : all our problems seemed so far away...

Didik sebenarnya asli dari Surabaya, beda dengan aku dan Joseph yang pendatang. Tapi waktu kami kontrak rumah bareng, Didik ikutan..heheh…saking senengnya kumpul kali ya. Di rumah kontrakan kami ada 1 orang pembantu dari Madura, namanya Sum. Orangnya polossss tapi suka bandel juga. Pernah suatu saat kami semua sakit perut selama berhari hari. Telusur punya telusur, ternyata Sum nyuci gentong air bakal air minum kami dengan Porstex. Alasannya biar cepat bersih. Tapi mungkin dia kurang bersih membilasnya, jadi air yang kemudian dimasak itu menyebabkan kami sakit. Waktu dimarahin, Sum cuma cengengesan, nggak merasa bersalah sama sekali.

Pada masa masa surampun, kami saling menjadi support satu sama lain. Pendeknya, kami tertawa bersama dan menangispun bersama - menangis dalam arti sesungguhnya - .karena bukan hanya aku yang sering menangis sambil ditungguin mereka…merekapun, cowok cowok itu sering menangis dan aku tungguin..hehe..cowok toh berhak menangis juga kalau sedang sedih toh? How I miss that years...


OK, enough for old time memories. hari ini, soul matenya Joseph ulang tahun. Joseph pesan blueberry cheesecake dan sup merah ke aku. Tapi pesannya cheesecakenya nggak mau besar besar, supnya aja yang dibanyakin biar bisa dimakan beberapa kali. Dari dulu Joseph memang seneng sama sup merah buatanku..

Untuk Blueberry cheesecakenya aku pakai resep yang ada di buku NCC, yang pakai cheese cream 1 kg. Seharusnya 1 resep bisa untuk loyang 24 cm, tapi karena mintanya cuma kecil saja, aku pakai loyang 20cm. Sisa adonan aku masukkan kedalam cup cup aluminium foil. Base crumbnya aku pakai campuran Oreo dan Malkies yang dipadatkan dengan margarine leleh. Ternyata tidak ribet bikinnya.Yang penting waktu au bain marie loyangnya nggak bocor

Setelah matang, cakes aku biarkan di dalam oven dulu dengan kondisi pintu terbuka sekitar 2cm, sampai benar benar dingin. Kalau panas panas dikeluarkan, maka cheese cake akan menyusut. Kemudian, masih dengan loyang bongkar pasangnya, cakes aku masukkan kulkas. Sekitar 4 jam kemudian baru aku buka loyangnya dan mulai menghias.


Waktu loyang spring form dibuka, penampilannya seperti ini :






Nggak menarik sama sekali kan? :D


Nah, untuk menghiasnya aku pakai whipped cream yang dioleskan seputar cake. Trus ditempel dengan almond yang sudah di oven sampai kuning kecoklatan.

Di bagian atas aku beri olesan selai blueberry Paletta dan Ebb blueberry. Ebb blueberry adalah selai blueberry yang masih ada butiran butiran buahnya. Kemudian pinggirnya whipped cream lagi,





Trus di tengah aku beri fresh blueberry yang aku beli di Ranch Market kapan hari. Jadinya…seperti yang terlihat di atas.





Untuk yang couple dan personal cup, aku buat seperti ini. Ntar yang kecil buat mbak Sus, yang oval kecil buat bekal kekantorku dan camilan Pok ntar siang. Yang oval tanggung, simpen dulu buat keluarga Bude Bunda yang akan datang waktu Cinta ultah hari Minggu besok. Semua kebagian deh.


Soal rasa, menurutku Blueberry Cheesecake ini jauuuuuuuuuuh lebih enak daripada JCC, karena rasa kejunya kuat banget (ya iyalah…satu kilo dibandingkan seperempat kilo :)). Apalagi ada gurih gurih dari crumbnya, rasa asam dari blueberry yoghurt yang aku pakai untuk menggantikan sour creamnya, rasa segar dari blueberry jamnya. Dan yang jelas, membuatnya jauh lebih simple, nggak pakai ngocok putih telur segala yang kalau salah kocok hasilnya jadi diluar harapan.






Tentang sup merah, ada sedikit cerita juga nih. Tadi malam pulang kerja aku diajak sama ibu ibu tetangga melayat. Aku bilang, kalau nggak lama aku ikut, tapi kalau lama nggak bisa karena mau bikin pesanan. bu Wardi tanya, bikin apa. Aku bilang cheesecake dan sup merah. Eh, ternyata beliau ikutan pesen.. …ya wis, tadi pagi begitu sup siap, aku kirimkan. Sementara ini cukup buat berempat dulu ya, lain kali lebih banyak deh, Bu…hehe…dan maaf pesanan spaghettinya belum keturutan …sabar ya, pasti dibuatin kok.



Hmmm….cape ngetik nih..heheh….pokoke : Happy birthday, Joseph’s soul mate. Hope both of you will be together forever, be faithful and give the best for each other till death do you apart. Dan….kalo tidur jangan pada malam malam…kecuali kalau kalian jadi bakul kue…hehehe…. Love you, guys !

Tuesday, 13 October 2009

Wilton, fondant toolsku yang kedua




Sebenarnya aku sudah pernah beli fondant tools macam ini tapi bukan yang Wilton. Dan sudah aku lego. Karena aku pengen belinya yang ini...alasannya cuma satu, yaitu I love the color, aku adalah pencinta warna hijau sejati...apalagi hijau pupus gini :)

Fondant tools Wilton ini di toko 8 Surabaya harganya Rp 190,000. Di Arvian ada yang super lengkap, tapi nggak tega mau beli...harganya hampir setengah jeti, bu :(

Fresh Blueberry



Hampir semua dari kita pernah makan atau paling tidak melihat blueberry jam,kan? Tapi berapa orang yang belum pernah melihat fresh blueberry?

Nah, buat yang belum pernah lihat, ini adalah penampakannya, dengan ukuran yang sesungguhnya. Kalau rasa aslinya, asemmmm...

Blueberry ini kalau di Surabaya adanya hanya di Ranch Market. Sekotak itu harganya Rp 37,500.




Fresh blueberry ini aku beli, karena besok ada temen yang mau pesan blueberry cheesecake. Karena dia adalah teman yg sangat berarti buat aku, maka aku bela belain beli jauh ke sana. Nggak special kalau hanya pakai blueberry jam saja :)

Moon cake mould


moon cake dengan isi kuaci !!


Aku suka sekali makan moon cake, atau yang biasa disebut Thong Tjiu Pia (TTP). Tapi yang aku suka adalah yang kulitnya lembek, bukan yang putih kaku itu. Sayang moon cake hanya ada setahun sekali, dekat waktu Sembahyang TTP sekitar bukan September dan harganya agak agak....ya gitu deh...heheh..

Seperti biasa, kalau ada makanan yang aku suka, pasti aku berusaha untuk coba bikin sendiri. Beberapa waktu yang lalu ada tabloid kuliner yang membahas resep TTP. Trus waktu ke toko 8, aku lihat alat ini...jadiii...karena laper mata, aku belilah...bikinnya kapan belum jelas yang penting beli dulu alatnya :)





Ini bagian luarnya. Jadi nanti adonan dimasukkan kedalam kotak itu, di press trus mengeluarkan adonannya dengan menekan bagian atas yang ada 'per'nya.




Nah, yang ini bagian dalamnya. Motifnya ada macam macam. Untuk sementara aku pilih yang model bunga ini. Di situ ada lubang kecil kecil yang membuat adonan TTP nantinya tidak menggelembung dan rusak.

Harganya Rp 50,000, terbuat dari plastic (atom).

Aku pernah lihat juga cetakan yang dari kayu, cuma nggak bisa membayangkan bagaimana cara mengeluarkannya dari cetakan nantinya.

Cerita tentang TTP isi kuaci, ntar ya...penulis mau dinas luar kantor dulu hari ini :)

15:37 : ayo lanjut... :)

Waktu lebaran lalu, aku dibawain moon cake oleh cicikku dengan beberapa rasa. Salah satunya, di bagian luar ada tulisannya 'with lotus seed'. Waktu aku potong, eh, ternyata bukan biji lotus, tapi biji kuaci !! Beneran biji kuaci, bentuk dan rasanya sama persis. Nah, yang mengganjal di pikiranku, bagaimana pembuatnya mengupas kuaci ini? Kalau mente, biarpun kulitnya tebal, tapi ada alat untuk mengupas. Kacang, juga ngupasnya gampang. Lha kalo kuaci? Kan harus di'sisil' alias dibuka pakai mulut to?? Jijik yoooo....Akhirnya yang mengandung biji kuaci aku berikan ke si mbak, yang ternyata juga seneng banget moon cake dan menikmati tanpa mikir jauh jauh tentang proses pengupasan kuaci. Memang benar kata orang 'what you don't know, will not harm you' :D

Kroket AKEJA dan pudding tape ketan pesanan Ulcye..


dipermanis dengan sekuntum peterseli


Sebenarnya fungsi utama blog buat aku  (selain buat ngisi waktu luang :D) adalah seperti archieve dari kegiatan perdapuran Keluarga Cinta. Untuk merecord pesanan pesanan snack yang aku buat, untuk share resep, alat, tempat makan, dan untuk curhat sekitar kompor dan oven. Karena itu mohon diterima dengan iklas kalau dalam blog ini, isinya banyak jenis snack pesanan yang diulang ulang :)

Seperti postingan kali ini, yang isinya pesanan snack meeting si Ulcye yaitu kroket Akeja dan pudding tape ketan hari Senin kemarin. Jauh jauh hari Ulcye sudah wanti wanti kalau bikin kroket AKEJA (ayam keju jamur) nggak boleh kelupaan ngasih keju potongan di tengahnya, dan puddingnya harus dikasih tape ketan yang buanyak...heheh...tak inget baik baik wanti wanti ini. Malah gara gara ini, aku jadi pengen belajar bikin tape ketan sendiri, biar bisa ngasih tape yang bener bener enak dengan berlimpah limpah, tidak tergantung pada stock yang ada di Superindo :)



Tape ketannya ada di dasar cup dan diatasnya.

Monday, 12 October 2009

Koloke a la Keluarga Cinta




Alternative masakan ayam yang mudah dibuat dan lezat...


Bahan :

½ kg dada ayam fillet, potong tipis

3 sdm terigu

1 sdm maizena

1 sdm tepung beras

1 sdt kaldu bubuk

1/2 sdt garam

¼ sdt merica

1 bawang putih ulek halus



Saus :


1 butir bawang Bombay ukuran sedang, dirajang kasar

2 butir bawang putih cincang

5 sdm saus tomat botolan

2 sdm saus cabe botolan (kalau tidak mau pedas, tidak usah pakai)

¾ gelas air matang

2 sdm gula pasir

1 buah nanas, kupas, cuci dengan garam, potong sesuai selera

1 buah wortel, kupas, potong korek api

1 buah mentimun, kupas, potong korek api

1 sdt arak masak (bisa di skip)

½ sdm maizena cairkan dengan sedikit air matang



Cara membuat :


Lumuri potongan ayam dengan garam, merica dan bawang putih halus, biarkan sebentar

Campur semua tepung dan kaldu bubuk

Masukkan ayam kedalam campuran tepung, goreng sampai matang



Cara membuat saus :


Tumis bawang putih dan bawang bombay sampai harum

Masukkan saus tomat dan saus cabe, beri air dan gula pasir

Masukkan wortel, masak sampai empuk

Masukkan mentimun dan nanas

Biarkan mendidih, cicipi rasanya, tambahkan yang kurang

Kentalkan dengan maizena. Terakhir masukkan arak masak.



Cara penyajian :


Letakkan ayam di atas piring saji, tuangi dengan sausnya. Untuk 4 orang.

Lidah kucing keju




Sejujurnya, saya kurang suka makan Lidah Kucing (LK). Karena selama ini kalau beli dan makan, yang dominan adalah rasa vanila, dan saya benci rasa vanila di dalam kue kering :)

Karena itu waktu di Milis NCC heboh soal LK, sedikitpun saya tidak tertarik.

Ceritanya jadi lain waktu hari Jumat sore saya datang ke arisan RT dengan mengajak Cinta. Salah satu camilannya adalah LK yang dibuat kecil kecil dan sudah agak melempem karena toplesnya dibuka terus sejak mulai arisan. Rupanya Cinta suka sekali. Berkali kali dia nyomot LK dan dimakan dengan lahap. Sampai rumah, dia minta dibuatin. Tapi saya masih ragu ragu...pengalaman yang sudah sudah, Cinta kalau di rumah orang makan sesuatu sepertinya doyan banget, begitu dibuatin sendiri, ternyata nggak mau.

Karena ditagih terus, akhirnya Sabtu pagi waktu chat dengan Vivi Liong di YM, saya minta resep LK. Dan tentu saja Vivi punya dan share. Yang membuat saya mantap bikin adalah, tidak adanya unsur vanila di dalam resep Vivi. Dia hanya pakai Milk essence. Minggu pagi saya buat 2 resep, sekalian repotnya kalau ntar nyuci perabot dapur :)

Berikut ini adalah resepnya yang waktu bikin, saya modif sedikit :


Lidah kucing a la Vivi Liong :





Bahan :

125 gr gula halus (saya kurangi menjadi 100 gr)
125 gr margarine / mentega
1 sdt Hamer milk (essence susu) -> saya pakai Aroma pasta susu merk Red Bell. Bisa pakai essence apa saja sesuai selera, vanila, mocca, dll.





50 ml putih telur (kira kira dari 2 butir telur)
100 gr terigu kunci
25 gr maizena
50 gr keju parut, boleh lebih (tambahan dari Hanna)
sejumput garam (tambahan dari Hanna)
1/2 sdt emplex (tambahan dari Hanna)


Cara membuat :

Kocok gula halus, garam dan margarine sampai putih dan mengembang. Kalau pakai emplex, masukkan di sini.



    Masukkan putih telur 

    Kocok lagi sampai naik (+/- 5 menit kalau pakai Bosch kecepatan tinggi)

    Masukkan terigu dan maizena yang sudah dicampur dan diayak. Aduk rata dengan speed rendah. Kalau mau pakai keju, masukkan keju parut di sini.

    Spuit ke atas Loyang yang telah diolesi margarine dengan spuit berujung bulat polos.




    (atau gunakan loyang LK kalau punya)



    Panggang dengan api kecil (150 derajat C) selama 15 – 20 menit

    Keluarkan dari oven setelah pinggirnya kekuningan. Biarkan di suhu ruangan.

    Biarkan dingin, masukkan toples.

    Notes :
    • Putih telur tidak perlu dikocok secara terpisah, jadi dimasukkan dalam bentuk cair
    • Sebaiknya dibuat agak tebal.
    • Adonan ini ‘mbleber, jadi spuit sebesar kelingking saja, beri jarak sekitar @ 2cm, waktu dioven dia melebar sendiri.
    • Cookies ini cepat gosong karena bentuknya tipis tipis, karena itu pakai timer atau sering sering ngingip ke oven (tapi menurut saya, kalau agak gosong dikiiiiiiiiit malah tambah gurih...hihih)
    • Cookies yang baru keluar dari oven masih lembek, biarkan saja, kalau sudah dingin akan mengeras sendiri.
    • Waktu saya buat, saya tambahkan ½ sdt EMPLEX (beli di TBK) sehingga jadinya super renyah, tapi emplex bisa dihilangkan






    Setelah jadi, ternyata rasanya enak banget, manis dan gurihnya pas apalagi ada krenyes krenyes kejunya.

    Berita buruknya....seperti yang sudah saya duga : CINTA TIDAK DOYAN !! Gubrak !! Saya tanya alasannya, katanya karena crispy. Dia mau yang lembek seperti yang di tante Ishak (tempat arisan kemaren). Ampuuuunnn...padahal temen temen milis pada bingung kalau LKnya melempem, ini sudah bener crispy eh, malah dia nggak doyan. Berkali kali saya bilang kalau tante Fatmah (Cinta suka sekali dengan bu Fatmah waktu Beliau tinggal di rumah kami January lalu) saja ngajarin kalau LK harus crispy. Tapi dia keukeuh, nggak mau. Ya sudah, solusinya, saya taruh LK untuk Cinta di toples yang tidak bisa menutup rapat, dengan harapan cepet melempem seperti yang dia harapkan :)

    Kalau LK yang begini sih saya doyan...dan nggak nyesel bikin :)


    Friday, 9 October 2009

    Rolled sausages & pudding untuk farewell Mr. House




    Hari Senin lalu ditantang mbak Sri, sanggup nggak hari Jumat (hari ini) bikin snack banyak untuk farewellnya Mr. House yang akan meninggalkan Indonesia untuk pindah ke Columbia. Oooo...tentu saja aku sanggupin tanpa pikir panjang, buat beginner kayak aku pantang menolak order…:D

    Untuk acara ini aku buatkan pudding coklat dengan vla (yang banyak rum –nya) dan sebutir anggur merah, kebetulan semalam di Giant banyak banget anggur, manis, besar besar dan segar.





    Dan rolled sausages yang kapan hari dapat resep dari Renny. Waktu itu aku masih menamainya Dadar gulung isi sosis dan jagung manis, tapi kok rasanya kepanjangan..jadi mulai hari ini aku beri nama rolled sausages saja. Dan benar, pakai plural form, karena di dalam dadar gulung ini ada 2 potong sosis goreng, tidak hanya 1, dengan mayonese, jagung manis dan tambahan rajangan selada. Kata mbak Sri 'Wuenakkk' :D.

    Kunci enaknya rolled sausages ini, selain kulit yang harus lembut dan lentur adalah pemilihan sosis yang bener bener enak, karena rasanya sangat dominan. Pok suamiku juga suka sekali sama rolled sausages ini. Tadi pagi waktu aku lagi nggulung, dia ngelihatin terus, aku tau dia pengen. Trus aku kasih 1 dulu, karena ngejar target pesanan. Langsung dimaem. Tapi dia masih deket deket meja ngelihatin dari deket yang sudah digulung. Aku pikir mau ngapain...ternyata dia nyari yang kulitnya agak sobek. Dan kebetulan memang ada 1 yang sedikiiiiiiiiiit banget sobeknya. Ya wis, aku iklaskan buat sarapan cintaku yang satu ini, soalnya dia pasti kelaparan...dan tadi pagi kami tidak bisa melaksanakan acara rutin sarapan soto cak To, karena Pok harus mengantar Cinta dan teman teman sekelasnya ke Panti Asuhan.  :)





    Agar lebih cantik, diberi selipan daun peterseli.


    Ada haru waktu mempersiapkan snack ini. Mr. House sudah bersama kami selama belasan tahun. Beliau adalah orang yang sangat fun. Mau menyapa siapa saja, bahkan sangat akrab dengan para buruh. Dan beliau merupakan idola mereka. Setiap kali ke Surabaya, beliau selalu menyempatkan diri menengok floor, memberi semangat ibu ibu yang setiap hari berkutat dengan gunting, linting dan giling. Beliau juga termasuk orang yang sabar walaupun sering mengumpat dan bahasa inggrisnya kruwel kruwel..hehe...inget pertama kali di ajak bicara sama beliau....bener bener blank nggak ngerti, sampai beliau harus mengulang lagi dengan pelan. Berasa seperti orang oon aja aku waktu itu.... Habis ngomongnya kental banget dengan logat Texas :). Beberapa orang yang kurang suka pada beliau, mengatakan bahwa beliau bossy, kalau mau apa apa harus terlaksana. Halaaahhh....ya nggak papa lah, secara beliau memang boss, he deserves it to? :D

    Mr. House sangat, sangat, sangat cinta Indonesia (sebagai tanah air keduanya). Beliau selalu bilang 'Although my face is BULE, but my heart is Indonesia' Karena itu aku bisa mengerti kalau beliau merasa berat untuk pergi, apalagi nanti di Columbia beliau tidak mengajak keluarganya serta karena kondisi negara itu. Tapi, ini adalah kenyataan yang harus beliau hadapi kalau masih ingin berada dalam gerbong kereta perusahaan kami. Doaku, semoga beliau kerasan di tempat yang baru, karirnya terus naik, dan yang penting beliau happy. We'll be missing you, Mr. 'Howdy'..

    Update 16:000: beliau baru saja menghampiri aku dan pamitan. Bagian putih matanya yang biasa jernih berubah jadi merah jambu dan mataku berubah jadi pedes...sedih banget..hiks...apalagi Senin nanti, waktu beliau ngadain private farewell di Pandaan aku nggak bisa datang karena harus mengantar Expat baru exploratory tour.. Nggak tau akan berapa kali pisah sambut dengan boss boss kayak gini...new management, new employment system, 3 tahun paling lama seorang Director tinggal, setelah itu pindah negara baru, ganti director baru...masak iya tiap 3 tahun tangis tangisan..hiks..hiks...

    Thursday, 8 October 2009

    Brownies kukus di hotel bintang 5



    Selama ini aku dan teman teman di kantorku selalu beranggapan bahwa hotel berbintang 5 selalu membuat cake dengan resep yang aneh aneh dan susah. Ternyata pagi ini baru nyadar...itu tidak benar :D

    Alkisah, kemarin bossku ultah. Kebetulan beliau sedang di Surabaya dan tinggal di salah satu hotel berbintang yang sangat terkenal di sini. Karena beliau regular guest, sore waktu masuk kamar, beliau dapat hadiah birthday cake. Nah, pagi ini, karena dapatnya 1 whole, beliau bawa kekantor, dikasih ke aku. Aku bagi bagilah dengan orang orang yang seruangan dengan kami.

    Penampilannya waktu belum dipotong cantik banget, toppingnya ganache dan WCC dan strawberry yang geda geda. Setelah dipotong, kelihatan cakenya coklat dan lembab banget. Waktu dimakan...kok rasanya kenal sama rasa cake model begini ya. Devil's cake, bukan. Sacher torte, bukan...rasanya sederhana tapi enak. Sepotong demi sepotong masuk mulut sambil ku amat amati. Hampir separo habis, baru terjawab....

     


    Brownies kukus !!! Hihihih...taunya dari mana?? Dari lobang lobang yang terdapat di seluruh kue. (Pastry Chefnya kalah pinter sama temen temen NCC nih...yang bisa bikin brownies kukus tanpa berlobang :D). Pantas aja nggak ada rasa 'oven'nya. Tapi beneran, enak loh, ditengahnya diberi jam. Rasanya nggak terlalu manis. Coklatnya juga enak....Jadi pengen buat untuk ultahnya Cinta nih. Waktu ultah tahun lalu, sama Bude Bundanya dibuatin brownies kukus coklat dan Cinta seneng banget, bahkan sampai potongan terakhirpun masih mau. Mudah mudahan kesampaian....m(- -)m

    Pastel tutup dan puding tape (customerku nambah berkat FB :D )


    Ceritanya, beberapa hari yang lalu di FB (facebook) aku ngobrol sama Wido, temen kantor yang lokasinya di Pandaan, soal snack buatanku yang sering dipesan temen kantor di Surabaya. Nah, si Wido ini aku tawarin, kalau lagi  perlu, bisa pesen di aku, ntar dari Surabaya dititipkan driver yang rutin setiap pagi kesana. Wido bilang, noted, ntar kalau perlu snack akan ingat aku, secara di Pandaan jenis snacknya gitu gitu aja, nggak jauh dari onde onde dan pisang goreng :).

    Maklum, Pandaan adalah kota yang teramat sangat kecil terletak di antara Surabaya dan Malang. Meskipun banyak pabrik besar didirikan di sana, which means banyak expat juga, namun  lingkungannya masih kurang menunjang. Terutama dalam urusan kuliner dan akomodasi. Tidak ada hotel yang representative di Pandaan. Restaurant besar pun bisa dihitung dengan jari dari satu telapak tangan saja, alias nggak lebih dari lima. Karena itu sebagian besar teman temanku yang harus bekerja di sana, lebih senang tinggal di Surabaya dan melakukan perjalanan pulang pergi daripada harus stay di sana, bahkan walaupun harus berjam jam terjebak macet di Porong karena problem lumpur Lapindo yang belum juga berakhir.

    Aku ingat banget dulu waktu masih dinas di Pandaan, kalau perlu snack untuk meeting mendadak, aku harus turun ke kota dan beli di toko toko kue. Mereka menyimpan snacknya di dalam kardus mie yang dilapisi koran. Kalau gorengan, minyaknya menempel di koran itu...ck ! kalau nggak kepaksa, nggak bakalan beli deh...:(.

    Kembali ke bisnis kueku :)

    Minggu lalu mbak Yun pesan snack untuk meeting anak anak harian untuk tanggal 8 ini. Seperti biasa harus ada yang manis dan yang asin. Aku sudah rancang, apalagi kalau bukan pastel tutup..hihih...dan puding. Nah, kemarin pagi mbak Sus sudah belanja cukup untuk pesanan mbak Yun. Eh, ternyata siangnya si Wido telpon....dia lagi di Surabaya dan perlu snack untuk hari ini juga. Vendor snack yang biasa dipakai kantor kebetulan sedang penuh semua dan tidak bisa menerima tambahan order. Trus dia inget chit chat kami. Maka terjadilah transaksi jual beli ini :). Another positif point karena join FB nih..

    Karena Wido nggak milih khusus, maka aku buatin sama saja dengan mbak Yun. Dari kantor aku langsung telpon si mbak di rumah, suruh nambahin semua bahan. Pulang kantor mulai kerja....sebelum jam 22:00 sudah kelar. Cinta aku paksa untuk tidur, secara Mamienya takut bangun kesiangan :). Dan ternyata....masih juga kesiangan ! Jam 5 pagi baru melek :(.

    Pas bangun tidur, sambil ngomelin mbak Sus karena nggak ngebangunin lebih awal (padahal sudah dikasih pesan) aku mulai buat pastel tutup. Eh, sambil kerja si mbak cerita. Kalau pengen bangun lebih awal, dia selalu tidur tengkurep di karpet, nggak di ranjang. Karena tidak nyaman itulah, maka cepat bangun dan tidak kesiangan..hehe...ide bagus juga ya. Sementara aku tidur berselimut tebal, berbantal empuk, makin pagi selimut makin dieratkan, tidur  makin nyaman... alarm bunyi nggak denger, bangun kesiangan ngomel ngomel....:)

    Agak high speed juga kerjaku tadi pagi, karena mau tidak mau harus datang pagi...'juragan' lengkap pagi ini..heheh... Anyway, semua pesanan siap. Tadi aku bawa lebihan pastel tutup untuk di share ke mbak Yun dan temen temen OB yang bantuin nurunin kerdus kue. Komentar mbak Yun : "Enak ya, Tang (dia memanggil aku Lintang Kejora , screen nameku di AOL dulu.. ). Harusnya memang gini ya, anak harian kalau meeting dikasih kue yang enak, jangan yang biasa biasa terus.". Ho'oh, aku mengamini. Aku setuju banget, walaupun mereka adalah karyawan harian, mereka adalah aset berharga bagi perusahaan, kalau meeting dengan mereka jangan diremehkan dengan dibelikan snack yang asal asalan to?  

    Baiklah pembaca, demikian laporan daganganku hari ini. Tunggu laporan lain besok ya... :D





    Rencana awalnya, di atas pudding ini akan aku beri sedikit tape ketan dan sepotong daun pandan...tapi nggak kesampaian, waktunya mepet pet pet...sampai photonya pun asal asalan dan cepet cepetan sebelum masuk kardus. Belum akrab sama cameranya juga sih :)

    Friday, 2 October 2009

    Pesanan kantor hari ketiga, the happy ending :)





    Hari ini hari terakhir dalam rangkaian pesanan snacknya Leaf Department.
    Rencana awal, 4 macam snack untuk hari ini, namun karena venue meeting dipindah ke luar kota dan hanya 1/2 hari, maka pesanannya diganti,  hanya 2 macam snack untuk meeting yang pagi.

    Agak agak bingung juga memilih menu untuk hari ini. Berkali kali ganti rencana. Sempat buntu, nggak ngerti musti bikin apa. Secara mayoritas pesertanya adalah bule. Setelah beberapa waktu mikir, akhirnya untuk snack manis aku buatkan klapper tart. Sedangkan snack asinnya, aku buatkan dadar gulung isi sosis dan jagung manis (DGSJM) saja. Ide dan resepnya dapat dari Renny Franciska.

    Awalnya beberapa minggu yang lalu aku browsing ke blognya Renny yang sangat impressive. Trus lihat photo dadar gulung sosis mayo (DGSM). Photonya kelihatannya begitu lezat. Langsung mikir, woooo....ini dia yang aku butuhkan. Snack yang lain dari yang lain. Kirim email ke Renny minta resep, diberi dengan senang hati...makasih banyak ya, Ren. Aku yakin Tuhan pasti membalas kebaikan hatimu.

    Setelah matang dan aku cicipin, ternyata rasa DGSJM bener bener 'cakep' **niru pak Bondan Winarno**. Kulit dan sosisnya gurih, jagung manisnya kletus kletus seger dan mayonya pas banget rasanya. Digulung, bungkus plastik, tancepin peterseli....Agak agak nyesel  bikin nge-pres untuk pesanan dan hanya menyisakan sedikit saja untuk dimakan sendiri. Nggak papa deh, next time bikin khusus untuk keluarga saja.

    Yang klappertart, kali ini agak beda dengan yang biasa aku buat. Kali ini toppingnya, selain putih telur dan kismis, aku tambahkan kerukan kelapa muda. Jadi, selain sebagai campuran adonan di dalam, kelapa mudanya ada juga di atas.





    Puji syukur kepada Tuhan Yesus, project 3 hari ini sudah selesai dengan happy ending. Semua masalah yang terjadi bisa teratasi. Tinggal nunggu paymentnya aja.. trus keuntungannya buat beli Canon idamanku  ...hihih...gak dinggg..... becanda. Gak sebanyak itulah.

    **menutup posting sambil nangis karena dapat kabar meninggalnya Yenny dari Accounting Department. May God grant you mercy, young lady...**

    Thursday, 1 October 2009

    Pesanan kantor hari kedua..



    Hari ini, hari kedua pesanan snack untuk meetingnya Leaf Department, untuk meeting pagi aku buatkan pudding coklat dengan vla dan sebutir strawberry serta pastel tutup.

    Menu siang, kue sus vla dengan sedikit chocolate coating dan potongan buah kiwi atau strawberry. Yang gurih, Amris.

    Pokoknya kalau pilihan menunya up to me, kalau yang gurih pasti aku buatin pastel tutup dan amris..heheh.. cinta mati sama dua item ini.




    Pastel tutup dan Amrisnya nggak perlu diphoto, udah bosen lihatnya :)

    Tadi malam selesai bikin isian pastel tutup jam 2 pagi, rencananya mau tidur bentar, ntar jam 4 pagi bangun...eh, pas alarm bunyi, aku matikan lagi, maksudku mau nambah tidur barang 10 menit lagi. Ternyata pas bangun...sudah jam 6 pagi. Gubrak !!! Langsung meloncat turun dari tempat tidur dan ngelanjutin masak. Untung hanya tinggal yang gampang gampang aja yang belum selesai. Dan seolah tahu kebutuhanku, pagi tadi ngoven pastel tutup cepet banget selesai, padahal biasanya lamaaaaa banget baru browning. Ah, terimakasih Tuhan Yesus.

    **Just another day to go.**