Showing posts with label 'Njajan. Show all posts
Showing posts with label 'Njajan. Show all posts

Wednesday, 14 October 2020

Asem Asem Ayam

 


Asem Asem Ayam

Kemarin pagi masak asem asem ayam cepet cepetan, hanya punya ayam sedikit, tomat hijau sisa masak kemarinnya dan belimbing wuluh minta ke tetangga, nggak punya tahu ataupun buncis, tapi hasilnya enak, segar, pedes, gurih, asem (namanya juga asem asem ya 😊). Aku suka kuahnya banyak, jadi makin segar.

Asem Asem Ayam
Cooked by @hannakeluargacinta232

500 gr paha ayam, potong potong. Lebih enak ayam kampung, tapi aku nggak punya, jadi pakai ayam potong biasa
8 butir bawang merah, rajang tipis
4 butir bawang putih, rajang tipis
1 jempol lengkuas, memarkan
2 lembar daun salam
3 buah belimbing wuluh, potong potong
2 tomat hijau kecil, masing masing potong 4
Cabe merah sesuai selera
Cabe rawit sesuai selera
2 sdt kaldu bubuk
1 sdt gula pasir
1 - 1,5 liter air, bisa ditambah kalau air sudah habis tapi ayam masih keras dan bumbu belum merasuk.

Cara membuat :

Tumis bawang merah, bawang putih, lengkuas dan daun salam sampai wangi
Masukkan potongan ayam, aduk sampai berubah warna
Masukkan air, tunggu sampai mendidih
Masukkan cabe, kaldu bubuk dan gula, masak sampai ayam meresap dengan api kecil saja. Koreksi rasa.
Terakhir masukkan belimbing dan tomat, masak sampai belimbing matang.
Sajikan.

#resepkeluargacinta
#asemasemayam 

Oseng Oseng Tetelan

 




Oseng Tetelan a la Keluarga Cinta

Pas punya daging tetelan lumayan banyak, pengennya bikin Oseng Mercon tapi kok aras arasen kupas kupas, menghaluskan bumbu dan persiapan lainnya. Akhirnya kepikiran cara praktis, pakai bumbu instant, rebus dengan tehnik 5-30-7 sebanyak 2 kali. Dan ternyata hasilnya enak, dagingnya empuk dan rasanya mirip babat gongso Semarangan, sayang lagi nggak musim pete nih ☺

Bahan :

+/- 750 gr tetelan sapi, potong kecil kecil, kalau punya paru atau babat, boleh dicampur
2 bungkus Ayam Bumbu Rujak Bamboe
1 sdm munjung sambal terasi ABC, tambah lagi kalau mau lebih pedas
2 sdm kecap manis
2 sdm munjung bawang merah goreng
Minyak goreng untuk menumis
Air secukupnya

Cara membuat :

Didihkan air di panci, masukkan potongan daging, rebus selama 5 menit dengan panci tertutup rapat. Matikan api, panci tetap ditutup rapat. Diamkan selama 30 menit. Nyalakan api lagi, rebus lagi selama 7 menit lalu matikan api. Tetap ditutup pancinya ya. Selama merebus, air harus merendam semua daging. Saya ulangi sekali lagi proses ini karena rebusan pertama masih agak alot. Setelah itu tiriskan dagingnya.

Tumis bumbu rujak dan sambal terasi sampai wangi dengan api kecil. Masukkan daging, beri kecap manis dan air kurang lebih 1 lt . Masak dengan api kecil sampai meresap, biarkan kuah mengental dan tinggal sedikit. Terakhir tambahkan bawang merah goreng. Done!

#resepkeluargacinta
#osengtetelan 


Friday, 25 September 2015

Unusual Syrups

 
Ini juga sudah di draft tahun 2011....nggak selesai...dan saking lamanya sampai lupa mau nulis apa waktu itu...tapi tetep aku publish aja deh...buat kenang kenangan
 
 

Kami sekeluarga bukan penggemar berat syrup. Biasanya aku beli syrup hanya kalau suamiku ingin dibuatkan soda gembira. Itu juga 1 botol lamaaaaaaaa banget habisnya. Karena teman teman dan tamu yang datang kerumah juga pada nggak mau kalau ditawarin minum syrup, mereka prefer kopi atau air dingin saja.

Tapi aku kadang suka beli syrup dengan rasa yang tidak umum. Biasanya sih terpengaruh cerita teman teman milis. Atau pemberian saudara. Di rumah banyak banget syrup yang sudah dibuka tapi nggak habis habis. Pernah ada syrup terong belanda...yang menurutku rasanya aneh. Dan akhirnya semuanya dilengserkan ke si mbak :)

Saat ini ada 3 macam syrup yang termasuk syrup tidak umum di rumahku. Sirup buah Kawis, Sirup Markisa dan Mimosa Lemon Squash. Enak? Hmmm.... -> memang di draft hanya stop sampai di sini...:D

 
 
 

Tuesday, 2 August 2011

Lunch with the Pleks - 30 July 2011

Blog (6)

Rencana lunch dan tukar kado dengan Pleks ini sudah dibahas sejak bulan January 2011. Seperti biasa, karena kesibukan masing masing anggota yang menggila akhir akhir ini, baik yang di kantor maupun yang pada bisnis sendiri, akhirnya baru kesampaian akhir Juli 2011. Itu juga karena hari Senin 1 Agustus 2011 sudah mulai puasa, jadi mau nggak mau harus terlaksana :)


Blog (1)

Voting, tempat yang terpilih adalah Duck King yang di Galaxy Mall. Janjian jam 12 siang ketemu di sana, tapi baru jam 13-an kami ketemu lengkap, karena ada yang datang awal trus karena masih belum ada yang datang, muter muter Mall dulu...ada yang datang kemudian tapi nggak langsung ke TKP,melainkan ngantri tiket Harry Potter dulu...ada yang makan dulu dengan anak dan suami (hah??!!)...ada yang kontrol dokter dulu...ada yang kirim pesan pakai BBM mengenai lokasinya, tapi BBMnya baru masuk malam hari...hadeeeeuuuhhh.... :D

Dipilihnya Duck King Galaxy Mall adalah, hari itu akses ke Tunjungan Plaza dan kota ditutup karena ada shooting film untuk acara 17 Agustus-an. Nggak ke Layar (padahal aku kepingin) karena ada yang alergi seafood :D




Sayangnya kali ini masih kurang lengkap...mbak Endang nggak bisa datang karena sudah terlanjur ada acara. Aku datang dengan Cinta yang lagi libur awal puasa dan Ulik.

Blog (5)Blog (9)Blog (7)Blog (8)
Hanna,Cinta,Dewi,Yuni( yang sekarang sudah jadi Eyang), Arini, Ulik, Nancy, Lala

Begitu ketemu dan mulai ngobrol...ruameeeee.... maklum, kami kami yang masih sekantor aja akhir akhir ini sudah jarang banget bisa kumpul lengkap kalau makan siang. Ada aja yang keluar kota karena tugas. Joke joke lawas kadang masih diulang, tapi kok ya tetep aja bikin ketawa..... Kami duduk di meja pojok belakang, jadi nggak terlalu mengganggu dan menarik perhatian pengunjung lain.

Masing masing sudah pegang buku menu...tapi nggak order order, sibuk ngobrolnya :). Karena sudah jam makan, terpaksa aku order dulu buat Genduk Cilikku sebelum dia kelaparan. Aku order Nasi Goreng Ayam tanpa 'hijau-hijau' sayur. Dan begitu datang langsung disantap dengan nikmat...


blog12


Yang kami order...(baru sadar sekarang waktu lihat photo photonya) ternyata banyak sayurnya daripada yang daging dagingan..tumben banget, pasti karena waktu order sambil ngobrol,jadi nggak konsentrasi nih :D


Blog (3)


Yang hewani cuma Ubur Ubur ini :

Blog (2)


Dan Bebek Peking panggangnya..

Blog (4)

Sayang banget siang itu Bebek Peking yang kami makan tidak seenak Duck King yang di Tunjungan Plaza. Karena ada bau amis, dan beberapa potong masih berdarah, bikin aku agak ilfil :(

Eh, masih ada 1 menu lagi di piring kecil yang beredar hanya antara aku, Dewi, Nancy dan Ulik saja...menu rahasia...hehehe...

Blog


Selesai makan, mulai acara tukar kado. Aku nggak sempat beli kadonya, jadi nitip sama Yuni...eh, pas tuker tukeran, ternyata aku dapat yang Yuni beli buat aku itu..hihih...gak masalah, malah seneng. Kado yang kami tukar bukanlah barang barang mewah atau barang penting lainnya, hanya barang barang kecil buat seru seruan saja....

Sambil tukar kado, kami order dessert... Di sini yang terkenal katanya pancake durian, tapi pas kami order katanya lagi kosong. Durian gorengnya juga kosong. Yang ada hanya puding, jadi kami pesan puding kopi yang enak banget..rasa kopinya terasa dan nggak terlalu manis.


blog 11


dan puding sereh jeruk nipis (bisa ngebayangin rasanya, nggak? hihihih)

blog 10


Sekitar jam 15:30, ibu ibu ini sudah mulai gelisah. Ada yang ditelpon anak dan suaminya yang ternyata lagi main di Mall itu juga, diajak pulang, ada yang disusul anak dan cucunya...ada yang mau cepet pulang karena nanti malam mau keluar lagi, ada yang anaknya mulai ribut minta beli kotak pensil.....laaaaaah....bubar dah..padahal masih kangen... :D

Terimakasih untuk waktu kalian, Pleks, persahabatan kita yang sudah hampir 19 tahun ini benar benar berarti buatku....dan semoga kita bisa lebih sering bertemu karena bersama kalian semua masalah  jadi lebih ringan dan seberat apapun masalah yang kita hadapi selalu bisa menjadi bahan tertawaan kalau dibahas bersama kalian....sungguh, kalian sangat berharga...


pleks8

I've spent half of my life with these two gorgeous ladies...thanks for being there for me...



Wednesday, 27 July 2011

Oleh oleh liburan... :D

1a


Akhir bulan Juni sampai awal Juli 2011 kemarin, kami sekeluarga mengisi liburan kenaikan kelas Cinta dengan mengunjungi Pandaan, tinggal di Taman Dayu Golf Club and Resort yang nyaman dan ke rumah Mak Kiem di Semarang.

Cerita tentang liburannya ada di blog Cinta...yang di sini hanya cerita soal kulinernya saja ya..

Selama di Pandaan, yang paling kami suka adalah makan di Ikan Bakar Cianjur, yang letaknya tidak jauh dari Taman Dayu. Menu yang kami sukai adalah Nasi Goreng Pete yang enaaaak banget, Karedok dan Gurame Pesmol. Gurame Pesmol ini adalah rekomendasi dari bossku yang orang Singapore. Beliau bilang, kalau ke Ikan Bakar Cianjur, harus makan Gurami Pesmol. Aku yang tadinya nggak pernah tertarik untuk nyicipin (karena buat aku di IBC yg enak Gurami Goreng Keringnya) jadi penasaran. Setelah mencoba...jadi ketagihan :D

Kalau Karedoknya, menurutku sih enak, tapi waktu kapan hari makan malam di sana bersama teman teman dari Jakarta, mereka bilang Karedoknya kurang 'Sunda"...tapi aku nggak ngerti Karedok Sunda seperti apa :D

1b

Dalam perjalanan ke Semarang, kami lewat Tuban. Sambil nostalgia waktu dulu sering pulang ke Semarang naik travel (waktu masih bujang :D). Kalau dulu naik travel Surabaya - Semarang, paling sering berhenti di restauran Pangestune. Terletak di seberang pantai, di sebelah kiri jalan. Dulu  yang paling aku suka adalah asem asem kikil. Walaupun tengah malam nyampai di Pangestune, aku selalu bela belain turun dari mobil dan makan, walaupun mata pedes..hehehe..

Rasa asem asem kikilnya sebenarnya enak banget juga enggak, cuma bening dan kikilnya (kikil kambing) empuk...


a2


Sayangnya waktu kami ke sana, asem asem kikilnya lagi kosong... Jadi kami  pesan cumi masak hitam (masih enakan buatanku :D)

b1

Dan Mangut Iwak Pe kesukaan suamiku. Mangutnya kata suamiku sih enak...pedes dan sedap.

b2


Sesampainya di Semarang, setelah perjalanan panjang, kami cari makan dulu sebelum ke rumah Mak Kiem. Tujuannya sudah pasti, bakmi goreng pak Gareng jalan Wotgandul. Kalau yang ini, highly recommended.

b4


Semua masakannya dimasak dengan anglo (kompor arang), jadi sedap banget. Memang nunggunya agak lama, tapi worth it.

b3



b6

Hampir semua bakmi Jowo di Semarang menyediakan sate kulit dan jerohan. Kalau mau makan, dipanasin dulu sebentar lalu dituangi kecap tanpa kita minta. Jadi kalau kalian nggak terlalu suka kecap manis, kudu bilang sebelumnya. Kekurangan bakmi goreng pak Gareng adalah lokasinya yang untuk sulit parkir, tapi tukang parkirnya cooperative banget, pasti dibantuin. Selama 5 hari di Semarang, kami 2 kali ke pak Gareng :D


b5

Nah, masakan khas Semarang yang lain adalah Nasi Ayam.  Banyak banget orang jualan Nasi Ayam, ada yang jual hanya pagi hari, termasuk bakul gendong yang lewat di kampung kampung dan ada pula yang jualnya malam saja.



b7

Salah satu yang jualnya malam adalah Nasi Ayam Yu Nah ini. Buka dasar di depan toko yang sudah tutup (emperan). Yang jual duduk nglesot di lantai, hanya menyediakan 1 meja panjang, beberapa kursi tapi rameeee banget. Yang beli sebagian besar bermobil, banyak yang dari luar kota (mungkin karena musim liburan anak) dan rela antri. Nggak lama sih antri dilayaninya, yg lama nunggu kursi kosongnya :D. Banyak yang rela makan sambil berdiri.

b9

Nasi Ayam terdiri dari nasi liwet (nasi yang dimasak dengan santan), sambel goreng manisa/labu siam dan cecek (kulit sapi), tahu bacem - manis dan asin, suwiran ayam dan kuah opor. Sebagai side dishnya ada sate kulit, usus dan jerohan. Perporsi sekitar Rp 6,000 - Rp 8,000.


b8

Hari kami makan Nasi Ayam, suamiku pesen, walaupun belum kenyang (karena porsinya kecil) jangan nambah. Soalnya habis ini dia mau ngajak makan Tahu Pong. Gubrak !! :D

Tapi aku setuju aja,sama sama maruk,sudah lama nggak pulang kampung sih.

Habis makan Nasi Ayam, kami keliling Semarang atas, maksudnya mau nujukin Cinta yang terakhir ke Semarang masih kecil. Ternyata Cinta nggak tertarik lihat lampu dari kota atas :D

Akhirnya turun balik lagi ke Mataram, langsung ke Tahu Pong Pringgading yang terletak di jalan Mataram (MT Haryono), di sisi sebelah kanan jalan.

b10

Menurutku ini Tahu Pong yang paling enak....

b13

Di sepanjang jalan Mataram ini, banyak banget orang jualan Ayam Goreng. Dulu waktu Engkong masih ada, kami sekeluarga sering keluar makan malam hanya untuk makan Ayam Goreng beginian ini plus sup sayur. Padahal Mak Kiem kalo masak Ayam Goreng lebih jago....tapi dasar seneng jajan, tetep aja kami enjoy :D

Naluri nostalgia tetep ada di hatiku, jadi sambil nunggu tahu pongnya di masak, aku juga pesen Ayam Goreng pak Dadi yang warungnya persis di depan Tahu Pong Pringgading.


b11

Ini penampakan Ayam Goreng, pete dan sambalnya....biasa aja sih, nothing special...


b12

Kalau menu yang ini, aku request khusus ke Mak Kiem buat sarapan pagi. Bihun goreng khas Mak... :D


b14

Pas Mak sudah masakin Bihun Goreng, eh, tukang soto lewat depan rumah... Trus Mak tanya "mau beli soto, ndak? nanti kalo ndak beli, sampai Surabaya ngarep ngarep". Lhooo...ya jelas mau...hihihih... Hanya aku yang beli, karena Cinta, Pok dan Mak Kiem nggak suka. Pok hanya mau sate jerohannya saja. FYI, Cinta nggak suka soto yg bening karena sudah biasa makan soto kuning a la Surabaya/Lamongan.


b15

Siangnya kami ajak Mak jalan jalan, sambil cari makan. Kali ini makan di Mie Titee dan Tahu Pong Gajahmada yang letaknya bersebelahan.


b16

Mie Titee adalah mie, bayam, taoge, kaki babie (titee) yang dimasak kecap dan diberi kuah bening. Bawangnya berasa banget. Sambalnya cabe rawit hijau yang digerus kasar. Favoriteku sejak kecil :D


b20



b17



b19


Dulu kalau menurutku, Tahu Pong Gajamada ini enak banget, lebih enak dari yang di Pringgading, tapi waktu kemarin makan, aku dan Pok sepakat  bahwa yang Pringgading lebih enak....petisnya lebih kerasa.. Kata Mak Kiem, karena Bapaknya sudah meninggal dan usahanya diterusin anak anaknya, jadi rasanya beda....nggak tau bener nggak tau enggak... :D

b21


Malam hari, kami mengajak Cinta ke Lind's di jalan Papandayan, Semarang atas.


b22

Dari tempat ini, karena lokasinya di atas, kita bisa melihat indahnya city lights kota Semarang bawah.

12


Menunya yang khas adalah ice cream....

b23


Karena aku nggak suka ice cream, aku pesan Lasagna ( konversi yang nggak seimbang sebenernya yah? :D). Not bad at all.

b24

Hari berikutnya sebelum cari duren di daerah Ngaliyan, kami makan siang dulu di Sate Kambing 29 a.k.a. Sate Kambing Gereja Blenduk. Namanya Gereja Blenduk, karena di atas gereja peninggalan Belanda ini ada seperti stupa yang berbentuk setengah lingkaran atau seperti blenduk ( biji jagung yang direbus dan mekar)

b25


b26

Satenya enak banget, empuk, besar tapi matang sampai ke dalam dalamnya. Bumbunya pakai bumbu kecap....


b27

Malam terakhir sebelum kami kembali ke Surabaya, kami bingung mau makan apa. Sebenarnya kalau untuk aku, banyak banget makanan Semarangan yang pengen aku makan, sayang suamiku nggak semua suka. Pas lagi mikir mikir, koh Nan, kakak iparku telpon, dan dia menyarankan kami makan bakmi Jowo pak Har yang kata koh Nan letaknya di belakang tokonya, tapi koh Nan lupa nama jalannya. Cuma ancer ancernya deket gereja Pringgading. Aku muter muter sampai berkali kali nggak nemu. Akhirnya ingat untuk telpon Mak Kiem yang malam itu nggak mau ikutan keluar. Dipandu Mak lewat telpon, akhirnya ketemu. Ya olooooh...letaknya di gang kecil banget di jalan Karang Wulan. Tapi, sodara...ramenya bukan main !!


b28

Penasaran rasanya, kami rela ngantri... Pok kehilangan selera makan di tempat karena antrian penunggu banyak banget. Jadi kami order untuk di bawa pulang. Ngantrinya hampir 1 jam. Ini juga masaknya pakai arang. Selain orang yang makan di tempat, banyak juga yang pesan untuk dibungkus.


b29


Sampai di rumah, kami makan, tapi kami kecewa...

Nggak tau karena dibungkus trus rasanya beda atau memang kurang enak (menurut selera kami)

b30


b31



b33

Masih jauh lebih enak pak Gareng deh... Tapi pendapat kami berdua (aku dan Pok) ditentang keras oleh keluarga Semarang..hihih...mereka semua bilang yang paling enak di Semarang saat ini adalah pak Har ini. Ya sutra lah....

b32

Habis beli pak Har, kami mampir ke Jagalan beli kue Terang Bulan (Martabak Manis/Kue Bandung kalo orang Semarang bilang)

b34



b35


Lagi lagi menurut kami ini kue Bandung paling enak...harganya memang mahal tapi isinya juga berlimpah, pakai butter pula. Tapi sekali lagi pendapat ini dieyel oleh cik Enny dan Gabby. Waktu kami sudah sampai Surabaya, mereka kasih tau bahwa menurut mereka sekarang jagalan nggak enak, yang enak sekarang yang di Moh. Suyudi. Haiyaaah....wis terlanjur pulang ke Surabaya baru dikasih tau :D


b37


Habis beli kue Bandung, kami masih mbungkus es Marem, yang kata orang orang rasanya marem.... Jualnya juga di emperan, di depan sekolah...hanya malam saja bukanya.


b36

Aku beli es Marem....

b39


Pok order es teler... Hasil setelah saling cicip : nggak special...


b38

Sebagai belanjaan terakhir di Semarang, kami beli lumpia Semarang...kalo yang ini belum ada yang bilang nggak enak..hehehe..soalnya rasanya bener bener juara...

b40



b41

Harganya sekarang Rp 9,000,.padahal terakhir beli masih RP 7,000-an....

b42


Dalam perjalanan ke Surabaya, kami masih sempat beli tahu bakso di Ungaran. Kalau mau beli yang paling recommended adalah bu Puji. Banyak cabangnya, semuanya enak. Sayang kami nggak sempat fotoin...

Wisata kuliner di Semarang berakhir...ntar kalau pulang kampung lagi, mau nyobain kue Bandung yang di Moh. Suyudi ah... :D



35