Tuesday, 1 May 2018

Cake Tape a la Just Try and Taste


Cake tape,  salah satu cake kesukaanku.  #ternyata banyak bener cake yang aku suka ya 😂

Cakenya wangi,  lembut dan enak. Sebenarnya aku sudah punya resep cake andalan tapi kali ini aku mau resep yang beda. Seperti biasa,  browsing resep via google dan salah satu top result adalah cake tape resepnya mbak Endang JTT.  Mbak Endang adalah salah satu blogger favoritku karena tulisan beliau tidak melulu resep. Banyak ilmu dan cerita seru yang ditulis di sana.  Buat aku yang suka membaca (bahkan cuilan koran pembungkus cabe kalau beli di pasar aja aku baca 😂), blog beliau sangat menarik. Apalagi sekarang mbak Endang juga aktif di FB dan IG,  tambah suka..apalagi beliau selalu menyertakan syep by stepnya.  Memuaskan mata dan batin.

Back to cake tape, aku agak kesulitan mencari tape yang bagus.  Di pasar kecil dekat rumah yang ada tape kecil kecil dan lembek.  Di Superindo tapenya bagus,  keset dan manis tapi harganya lumayan,  IDR 35,000 per 500 gram.  Untuk gambaran (kali aja posting ini baru dibaca 5 tahun kedepan 😁), saat ini USD 1 sama dengan IDR 13,700an. Dan tidak ada pilihan lain,  aku beli di Superindo. Gulanya aku pakai gula pasir halus (bukan gula bubuk) yang sekilo sekitar IDR 45,000. Butternya aku pakai Wysmann yang saat ini sekilo sekitar IDR 250,000 dan bikin baker mewek.. Memang pakainya nggak banyak tapi kalau kita beli bahan kan juga nggak bisa eceran. Jadi kalau mau dijual,  tau sendiri kan, jangan kaget kalau nggak bisa murah walaupun "sekedar" cake tape.  Eh, kok malah curhat... wkwkw.. Ya udah yuk,  lihat resepnya

Cake Tape
Resep by Endang Just Try and Taste
Rebaked by Hanna@resepkeluargacinta

http://www.justtryandtaste.com/2015/07/resep-cake-tape-belanda.html?m=1

"Bahan I:

- 350 gram tepung terigu serba guna atau protein sedang
- 2 sendok teh baking powder double acting *)
- 50 gram susu bubuk full cream merk apapun
- 1/4 sendok teh garam

Bahan II:

- 340 gram mentega (bisa di mix dengan margarine dengan perbandingan 1 : 1)
- 2 sendok teh vanilla ekstrak atau 1/4 sendok teh vanilli essens atau vanili bubuk 
- 250 gram tape singkong + 3 sendok makan susu kental manis
- 300 gram gula pasir
- 6 butir telur suhu ruang
- 2 butir kuning telur (optional)
- 100 gram keju cheddar parut (optional)

*) Baca info baking powder double acting di Mengenal Baking Powder, Baking Soda dan lainnya.   

Cara membuat:
Siapkan loyang bundt (lubang di tengah), olesi dengan margarine dan taburi dengan tepung terigu. Balikkan loyang dan ketukkan untuk membuang kelebihan tepung. Sisihkan.

Siapkan oven, set disuhu 170'C, gunakan api atas dan bawah jika anda menggunakan oven listrik. Gunakan api bawah saja jika menggunakan oven gas. Karena oven saya pendek maka saya meletakkan rak pemanggang di bagian paling bawah, dan saya alasi rak dengan sehelai loyang tipis untuk memanggang kue kering. Tujuannya agar bagian dasar cake tidak mudah gosong dan membuat panas oven lebih stabil. 

Siapkan mangkuk, masukkan tape singkong yang telah dibuang serat-seratnya, hancurkan dengan sendok hingga lumat. Tambahkan susu kental manis, aduk rata. Sisihkan.

Siapkan mangkuk, masukkan bahan I, aduk rata. Sisihkan.  

Siapkan  mangkuk mikser, masukkan mentega dan vanilla ekstrak, kocok dengan kecepatan sedang hingga kembang dan warnanya berubah pucat. Tambahkan tape singkong, mikser hingga mengembang dan tercampur baik.

Masukkan gula pasir, kocok dengan kecepatan sedang hingga tercampur baik. 

Masukkan sebutir telur, mikser dengan kecepatan sedang hingga tercampur dengan baik dan adonan menjadi pekat (tidak ada cairan/basah), tambahkan telur berikutnya dan kocok dengan baik. Lakukan hingga semua telur dan kuning telur habis.

Note: mengocok telur dengan adonan mentega merupakan bagian yang paling krusial, untuk mencegah mentega pecah karena terlalu banyak cairan maka masukkan telur satu persatu dan pastikan telur dikocok dengan baik sebelum menambahkan telur berikutnya. 

Jika adonan sudah tercampur baik dan pekat, tuangkan tepung terigu dengan cara diayak langsung diatas adonan. Masukkan tepung dan keju parut secara berselang-seling, bergantian dalam 3 tahapan.

Aduk perlahan dengan teknik aduk balik, hanya hingga adonan tercampur baik saja. Jangan berlebihan mengaduk, segera hentikan jika adonan sudah tecampur dengan baik. Over mixing ketika tepung telah dimasukkan akan membuat cake menjadi bantat.

Adonan yang terbentuk pekat dan kental. Tuangkan adonan ke loyang. 

Ratakan permukaan adonan dengan spatula hinggasmooth. Panggang selama 45 menit atau hingga permukaan cake tampak kecoklatan dan ketika lidi  ditusukkan ke tengah cake maka tidak ada adonan yang menempel. 

Keluarkan cake dari oven, diamkan selama 10 menit di loyang agar uap panasnya hilang. Balikkan cake di permukaan rak kawat. Diamkan hingga benar-benar dingin. Cake harus dalam kondisi dingin ketika dipotong agar tidak beremah. Siap disantap. Yummy!"

Hooh,  asli yummy,  apalagi pada hari kedua dan ketiga(kalau masih ada). 

Cornflakes cookies

Waktu kapan hari menghadap boss,  di meja beliau ada kukis kecil kecil dengan bentuk yang tidak mulus.  Mirip kue sagu keju tapi ada serpihan kasar yang aku nggak tau apa. Ketika dicicipin oleh beliau,  dan diberitahu kalau itu pakai cornflakes aku langsung jatuh cinta dan browsing resepnya sana sini pakai google.  Lalu dapat resep dari blog Moengilcake ini,  aku tertarik karena simpel.

Waktu Cinta libur,  aku ajak bikin.  Dia excited sekali dan mau melakukan semua sendiri, nggak mau dibantuin kecuali ketika mencetak adonan.  Awalnya semangat membulatkan adonan, tapi setelah setengah jalan,  dia mulai bosen dan diserahkan ke Maminya... 😊

Aku bikin sekaligus 2 resep,  niat mau ditinggal separoh di rumah,  separoh bawa ke kantor buat camilan.  Hasilnya enak,  nggak terlalu manis dan renyah.  Gunakan api kecil waktu memanggang ya.  Dan membulatkan adonannya jangan terlalu besar supaya matang sempurna. 

Oiya,  karena malas mengeluarkan oven,  aku hanya pakai whisker. Hasilnya kukis tidak mleber. Begitu matang dan agak hangat,  Cinta cemilin terus dan terus.  Nggak bisa berhenti,  katanya 😘

Aku share resep yang aku ambil dari :
http://moengilcake.blogspot.co.id/2012/07/crunchy-cornflakes-cookies.html?m=1

Cornflakes cookies
Resep by Moengilcake
Rebaked by Hanna @resepkeluargacinta

Bahan  

100 gr margarin
25 gr mentega
50 gram gula halus
1 kuning telur
1 sdm tepung custard (bisa diganti maizena atau susu bubuk)
180 gr tepung terigu protein sedang (misal: segitiga biru)
50 gram cornflakes

Cara membuat 

Campur terigu dan tepung custard. Lalu ayak.Kocok margarin, mentega, dan gula halus sampai tercampur rata. Jangan mengocok terlalu lama karena adonan akan melebar saat dipanggang.

Masukkan kuning telur, aduk rata

Masukkan campuran terigu dan tepung custard, aduk rata

Masukkan cornflake, aduk rata.Bentuk bulat adonan dengan menggunakan 2 sendok teh, taruh adonan ke atas loyang tanpa dioles margarin, lalu pipihkan.

Panggang sampai bawahnya agak kecoklatan. Angkat, kemudian dinginkan.

*kalau sudah dingin,  simpan dalam toples kedap udara.

Onbijtkoek Resep Pak Sahak


Mumpung libur dan nganggur,  update blog biar nggak mati suri 😚😚

Beberapa hari craving makan cake ini.  Tapi baru terlaksana semalam.  Salah satu cake yang aku suka karena rasa rempahnya dan nuansa nostalgia akan cake jadul buatan Mami waktu kami masih kecil.

Dulu aku pernah bikin cake ini dengan resep yang nggak pakai butter/margarine. Enak sih, cuma seret.  Tapi sebenarnya cake ini memang sering diasosiasikan dengan keseretan 😁

Kali ini aku pakai resep yang di share oleh Pak Sahak Pribadi,  seorang pengajar dan chef yang sangat murah hati membeberkan resep resep cake, dijamin berhasil kalau sesuai dengan resep dan petunjuknya.

Cara membuatnya menggunakan metode all in one, alias semua bahan dicampur jadi satu kecuali butter/margarine dan di mixer cepat.  Adonan jadi cepat kental dan pada saat matang tinggi menjulang cantik. Aku gunakan terigu protein rendah merk Kunci,  campuran butter dan blueband. Nggak pakai kisnis,  hanya kenari saja.  Sebagian dicampur di adonan sebelum masuk loyang,  sebagian ditaburkan di atas adonannya. Kalau mau cakenya gelap,  gunakan gula aren bubuk yang gelap.

Ini resepnya,  barangkali ada yang mau coba :

ONTBIJTKOEK
Resep by Pak Sahak Pribadi
Rebaked by Hanna @resepkeluargacinta

Bahan :
10 butir kuning telur
6 butir putih telur
100 gram gula palm (aku 150 gram)
150 gram gula pasir (aku 100 gram)
1 sdm emulsiefier
1 sdm bumbu spekuk
1 sdt bubuk jahe
(aku tambahkan 1/3 sdt pala bubuk)
300 gram tepung terigu
50 gram maizena
50 gram susu bubuk
200 gram margarin cair (aku mix butter dan blue band)

Taburan :
Kismis secukupnya (aku nggak pakai)
Kacang kenari/almond secukupnya

Cara membuat :
- Campur semua bahan jadi satu kecuali margarin cair kocok hingga mengental kurang lebih 5 menit kecepatan tinggi.
- masukan margarin cair aduk rata,
- Tuang keloyang tulban ukuran 25 cm yang telah dioles dengan margarin dan ditabur dengan tepung terigu
- Taburi dengan kismis dan kacang almond/kenari.
- Panggang selama 30 menit atau sampai matang dengan panas api 180 derajat api bawah. Kemudian lanjut pemanggangan dengan api atas agar permukaan cake kering kurang lebih 10 menit atau sampai keringlah...

Enak.. Enak.. Enak.. 😇

Monday, 1 January 2018

Cara menghangatkan lumpia


Satu tips lagi,  kalau menghangatkan lumpia,  tidak perlu pakai minyak atau digoreng lagi ya.  Karena seringnya pecah dan menyerap minyak banyak sekali.

Cukup letakkan lumpia di atas wajan anti lengket,  hangatkan dengan api kecil dan beberapa kali dibolak balik sampai rata termasuk ujung ujungnya. Kalau kulit lumpia dingin yang awalnya lemas,  sudah mulai kaku,  berarti sudah siap dinikmati lagi.

#tipskeluargacinta
#keluargacintamotretdanmakandoang
#lumpiasemarang

Cara menyimpan lumpia


Sebagai penggemar berat lumpia Semarang,  saya seringkali kalau mudik atau ada teman ke Semarang beli beberapa besek untuk dinikmati sewaktu waktu. Semua harus lumpia goreng karena lebih awet dan lebih enak menurutku.

Lumpia goreng punya ketahanan yang lumayan lama sebenarnya. Penyimpanannya bisa di freezer untuk jangka waktu lama atau di chiller untuk waktu dekat.

Nah,  lumpia ini dalam 3 hari kulitnya akan lengket/menempel pada lumpia di sebelahnya karena penataan yang rapat dan minyaknya mulai membeku. Ketika akan diambil seringnya sobek walaupun sudah hati hati. Kalau sudah sobek,  isinya semburat keluar.. Nggak seru kan, makan lumpia yang kulitnya terpisah dari isinya 😚

Solusinya,  sebelum disimpan di kulkas,  masukkan masing masing lumpia ke dalam kantong plastik kecil lalu masuklan kembali ke besek dan simpan.

Sedikit effort tapi dijamin aman. Waktu beli,  jangan lupa minta lumpia ditata dalam posisi tidur supaya bentuknya tetap bagus.

#tipskeluargacinta
#lumpiasemarang

Soto Daging Semarangan a la Keluarga Cinta

Soto Daging Semarangan a la Keluarga Cinta

Seperti biasa kalau habis mudik ke Semarang, euphoria makanan khasnya masih bertahan di hatiku selama beberapa hari, bahkan minggu,  ke depan.

Bukannya aku menganggap masakan Surabaya tidak enak ya,  tapi taste antara masakan Jawa Tengah dan Jawa Timur memang berbeda. Kalau soto di Jawa Tengah,  tepatnya Semarang,  umumnya ringan dan gurih, beberapa jenis soto ada rasa manis.  Kuahnya pun cenderung bening. Kalau soto daging,  yang ada di dalam kuah biasanya hanya daging.  Sedangkan jerohannya dimasak terpisah seperti dibacem.  Kalau kita mau,  tinggal dipotong potong dan disajikan dengan kecap manis dan bawang goreng di mangkok kecil. Mayoritas orang menambahkan kecap manis lagi di sotonya. 

Waktu aku kecil,  Bu Jajik,  tetangga kami di Candi Lama punya warung soto daging yang menurutku waktu itu, dan dalam kenanganku sampai sekarang, enak. Kalau kebetulan Mami tidak masak, kami sering beli sotonya.  Kuahnya selalu banyak, bening berkecap, dagingnya pakai daging tetelan, ada potongan tomat dan taburan bawang gorengnya banyak banget.  Sedap dan segar sekali.

Aku coba browsing resep soto apa punya bu Jajik ini tapi belum pernah ketemu yang pas. Mungkin resep karangan beliau sendiri 😀

Nah, kali ini aku coba bikin soto daging yang rasanya gurih dan light,  tidak terlalu banyak bumbu rempah. Kalau suka manis,  tambahkan gula pasir.  Aku tidak menambahkan karena berbeda dengan aku,   suami dan anakku tidak suka masakan yang manis 😀

Nggak berani claim ini mirip warung soto manapun di Semarang ya, takut keliru 😀,  tapi buat aku ini sudah pas sebagai pengobat rindu pada soto daging Semarangan.

Soto ini tambah enak kalau sudah menginap dan jangan pakai nasi yang punel.

Bahan :

750 gr daging potong kecil sesuai selera. (Aku pakai kisi)
3 cm jahe, geprak ringan
3 cm lengkuas,  geprak ringan
5 lembar daun jeruk
1 batang sereh geprak ringan
Garam
Kaldu bubuk
Penyedap rasa (vetsin)
Gula pasir (kalau suka agak manis)
Minyak untuk menumis
Air secukupnya.

Bumbu yang dihaluskan :
12 bawang merah
6 bawang putih
3 kemiri
1/2 sdt merica

Perlengkapan lain :
Bawang merah goreng
Bawang putih goreng
Daun prei, sebagian rajang halus, sebagian rajang kasar
Seledri rajang halus. Sisihkan gagangnya.
Jeruk nipis
Tomat potong potong
Cabe rawit dikukus sebentar
Taoge rendam dengan air panas sampai layu, lalu ditiriskan

Cara membuat :

Rebus daging sampai mendidih
Sementara itu, tumis bumbu halus, jahe,  sereh dan lengkuas dengan api kecil sampai matang dan wangi
Masukkan bumbu ke dalam rebusan daging
Masak sampai daging empuk baru masukkan garam,  penyedap, kaldu bubuk dan gula pasir. Rebus lagi sampai meresap.  Tambahkan gagang seledri,daun bawang prei dan bawang goreng.

Penyajian :

Gerus cabe rawit di dasar mangkok, masukkan nasi,  beri taoge dan potongan tomat, siram dengan kuah dan daging.  Taburi bawang merah dan bawang putih goreng, seledri dan rajangan bawang prei.  Beri jeruk nipis dan kecap manis kalau suka. Sajikan dengan perkedel kentang.

Perkedel kentang :

Kentang, kupas,  potong,  goreng sampai matang.
Haluskan kentang waktu masih panas dan tambahkan garam, merica, pala bubuk, bawang goreng dan rajangan seledri. Aduk rata. Bulat bulatkan,  masukkan dalam kocokan putih telur,  lalu goreng dengan api kecil.

#resepkeluargacinta
#sotodagingsemarang

Sunday, 17 December 2017

Lemet

Lemet (bacanya : Le = lemari,  Met = Metal) adalah salah satu jajanan tradisional kesukaanku.  Dan akhir akhir ini sudah jarang ditemukan di toko kue. Kalau toh ada,  ukurannya mungil dan harganya lumayan ajaib. Dulu ada teman kantorku yang sering bawain lemet buatan pembantunya.  Kadang ada campuran potonga.nangka..enak banget.  Tapi karena sekarang Pembantunya sudah resign,  tidak ada lagi supply lemet darinya :)

Beberapa hari terakhir aku ngidam lemet.  Dan bertekad membuat sendiri kalau ada waktu.  Dan akhirnya, weekend kemarin aku niatkan.  Waktu ke pasar,  yang aku cari dulu adalah daun pisang.  Karena tanpa daun pisang,  tidak akan ada lemet.  Setelah nemu daun pisang, baru cari bahan lain yang sudah pasti ada di pasar kecil dekat rumahku.

Bahan bahan lain tidak sulit.  Hanya singkong,  gula merah (gula Jawa), kelapa parut dan vanili bubuk. Kelapanya aku beli dan minta penjualnya untuk memarut langsung.  Sejak kecil aku benci marut kelapa 😁. Tinggal bilang saja ke penjualnya mau dipakai untuk apa,  maka dalam waktu kurang dari 5 menit,  kelapa parut sudah siap. Dan dijamin bersih karena ada ember berisi air untuk membilas kelapa setelah dikerok,  sebelum masuk mesin parut.

Sampai di rumah,  aku baru sempat menyiapkan adonan setelah masak untuk makan siang.  Waktu mau membungkus,  Cinta ngajak jalan jalan ke Mall.  Ya udah,  adonan masuk kulkas dulu,  malamnya baru dilanjutkan.

Tantangannya adalah waktu membungkus dengan daun pisang. Daun pisang Batu yang aku beli masih segar dan akibatnya sulit dilipat.  Sebenarnya ada banyak cara untuk melemaskan daun pisang tapi karena aku mau cepat,  aku hanya merendamnya dengan air panas. Hasilnya sebagian lemas,  sebagian masih kaku...next time better lah.

Jam 11 malam adonan masuk kukusan,  jam 12 tepat matang.  Langsung aku sempatin makan 2 bungkus, puas banget.

Aku share resepnya,  hasil jadi +/- 30 biji lemet.

Bahan :
1 kg singkong jangan terlalu tua, kupas,  cuci,  parut halus
1 butir kelapa,  buang kulit arinya,  parut memanjang
7-8 sdm gula pasir (adjustable)
500 gr gula merah/gula Jawa sebagian besar diserut dengan parutan keju.  Sebagian lagi rajang kasar**
1 sdt garam
Sejumput vanila bubuk kalau suka
Daun pisang
Lidi untuk menyemat

Cara membuat :

Campur semua bahan, kecuali gula merah yang agak kasar,  aduk rata. 
Cicipi sedikit,  lalu kalau sudah pas manis dan asinnya,  siap dibungkus
Letakkan 2 sendok makan adonan ke atas daun,  beri potongan gula merah kasar,  gulung dan sematkan lidi seperti membuat longtong
Potong dan rapikan ujung daun
Kukus dalam dandang berisi air mendidih selama 45 - 1 jam.
Tiriskan dalam keadaan berdiri

*Kalau mau diberi nangka,  masukkan potongan nangka sebelum dibungkus.
**Aku suka lemet yang masih kelihatan bongkahan gula merahnya samar samar, jadi sengaja sebagian gulanya aku rajang kasar dan tidak dicampur rata semua

Enjoy it!

Thursday, 14 December 2017

Asinan Buah a la Keluarga Cinta

 
Asinan Buah a la Keluarga Cinta

Bahan :

1 bengkoang, kupas potong potong...

2 butir nanas, kupas, baluri garam, cuci bersih
2 timun ukuran sedang, cuci, potong potong
3 kedondong, kupas, potong potong
1 genggam ebi, cuci, rendam air panas sampai mekar, cuci, peras
6 cabe merah, buang bijinya
3 cabe rawit
400-450 gula pasir
2-3 sdm garam
3 sdm cuka masak
1 liter air

Cara membuat :

1. Tata buah di mangkok kaca
2.Blender cabe, ebi dan sedikit air sampai halus
3. Rebus air, gula, campuran cabe dan ebi, garam dan cuka sampai mendidih. Terus rebus dengan api kecil selama 5 menit lagi. Atau sampai ampas cabe berwarna merah tua dan orange.Cicipi, kalau sudah enak, matikan api. Rasanya harus strong, manis,asin,pedas dan asemnya.
4. Siramkan ke dalam mangkok buah. Aduk aduk. Biarkan suhu turun sambil diaduk sesekali.
5. Setelah dingin, masukkan kulkas selama semalaman.


#resepkeluargacinta
#asinanbuah
#asinanbuahresepkeluargacinta

Rujak Gobet a la Keluarga Cinta




Weekend adalah waktunya mengisi kulkas dengan yang segar segar, apalagi di musim panas** seperti saat ini, untuk dinikmati pada weekdays sepulang kantor.

**waktu resep ini ditulis, Surabaya lagi musim panas :)

Kali ini aku bikin Rujak Gobet, atau Rujak Pasrah (bukan pasrah menerima nasib ya..). Isiannya boleh disesuaikan dengan bahan yang ada dan selera.
 
Enak juga kalau ditambah serutan ubi kuning dan pepaya mengkal. Rujak gobet tahan beberapa hari di kulkas asalkan menggunakan buah buahan yang segar dan dalam kondisi bagus.
 
Rujak Gobet :
 
Bahan :
 
3 batok gula Jawa/gula Aren, kira kira 600 gr
1 sdm asem matang
1 sdm peres garam
2 gelas air
Cabe rawit sesuai selera, ulek
1 kg mangga mengkal, jangan yang terlalu asem
1 kg mentimun muda
1/2 kg bengkuang
1 kg kedondong mengkal
3 butir nanas, cacah/cincang kasar
 
Cara membuat:
 
  • Rebus gula, garam, asem, cabe dan air dengan api kecil kurang lebih 10 menit sampai kental. biarkan dingin lalu saring sambil dipenyet penyet asem dan cabenya
  • Kupas dan serut semua buah dengan serutan khusus rujak gobed atau food processor. Kalau nggak punya semua, cincang pakai pisau saja. Jangan buang juice yang keluar.
  • Campurkan larutan gula ke dalam serutan buah. Tidak perlu menambahkan air lagi.
  • Aduk rata.
  • Simpan dalam kulkas. Nikmati dingin.
  • Done...
 



Tumis Pindang Tongkol

Tumis Pindang Tongkol
 
Ini cocok buat dinikmati dengan nasi putih hangat kepul kepul...eh, pakai nasi merah juga enak....
 



Bahan :

 4 ekor ikan pindang Tongkol/Salem ukuran besar
8 Bawang putih rajang kasar
10 Bawang merah rajang kasar...

3 lembar daun jeruk purut
Cabe merah potong potong
Cabe hijau potong potong
Cabe rawit potong potong
Sejumput cambah Ale
1 buah tomat merah ukuran besar
1 sdt kaldu bubuk/garam
1 sdm gula pasir
1/2 gelas air (kalau mau banyak kuah, bisa ditambah)
Cara membuat :

 -Goreng ikan sampai agak kering, suwir suwir kasar
-Tumis baput, bamer, daun jeruk sampai wangi
-Masukkan suwiran ikan dan cabe, tumis sebentar sampai cabe agak layu
-Masukkan air, tunggu mendidih
-Masukkan sisa bahan, adjust rasa, angkat
-Masak nasi yang banyak
-Makan dengan bahagia..


#resepkeluargacinta
#tumisikantongkol
#easycooking

Kaki Ayam Masak Kemangi

 

Paling tergoda kalau lihat kaki (cakar) ayam besar besar dan montok. Aku salah satu orang yang percaya kalau kolagen di kaki ayam bagus untuk persendian. Selain itu, kaki ayam dimasak apapun enak, menurutku ya...seru buat krikit krikit.. 

Kali ini aku masak Kaki Ayam Kemangi, cocok buat digado (dimakan tanpa nasi) maupun pakai nasi. Kalau suka pedas, banyakin cabe rawitnya. Kalau nggak suka ped
as, pakai cabe merah yang dibuang bijinya.
 
Pemotongan urat dan penggunaan maizena untuk mengurangi ledakan pada saat kaki ayam digoreng.
 
Kaki Ayam Masak Kemangi
 
Bahan :
 
500 gr kaki ayam
2 sdm maizena/tepung kanji
2 - 3 ikat kemangi, ambil daunnya saja
2 lembar daun jeruk
1 batang sereh, memarkan
5 bawang putih
8 bawang merah
2 biji kemiri
1/3 sdt merica
Cabe merah sesuai selera
Cabe rawit sesuai selera
2 buah tomat
1 sdm gula pasir (adjustable)
1 sdt kaldu bubuk/garam (adjustable)
1 sdm kecap manis
Air
Minyak
 
Cara membuat :
 
  • Potong urat di telapak kaki ayam. Bersihkan dari sisa sisa kulit kuning dan kukunya.
  • Remas remas dengan garam untuk menghilangkan lendirnya, lalu cuci bersih, tiriskan sampai benar benar kering.
  • Taburkan tepung maizena dan ratakan sampai membalut kaki ayam tipis tipis, goreng sampai kering, sisihkan.
  • Haluskan bawang merah, bawang putih, cabe merah, tomat, kemiri dan merica.
  • Tumis bumbu halus, daun jeruk dan sereh sampai wangi.
  • Masukkan air, biarkan mendidih sambil diaduk aduk.
  • Masukkan kaki ayam, biarkan mendidih
  • Masukkan kaldu bubuk, gula pasir,kecap manis. Masak sampai kaki ayam empuk,air mengental dan berkurang. Kalau air sudah tinggal sedikit tapi kaki ayam masih belum empuk, tambahkan air lagi.
  • Adjust rasa.
  • Terakhir, sebelum diangkat, masukkan kemangi dan cabe rawit utuh kalau mau.
  • Done..
 

Bolu Jerman


 
 
Beberapa waktu yang lalu, aku coba bikin Bolu Jerman yang sempat ngetrend. Dari sekian banyaknya resep yang beredar di internet, aku copas salah satu dan simpan di notes, tapi aku lupa tulis dari web/blog/ig nya siapa..maafin ya..

Adonannya menggunakan tehnik all in one, kecuali butter/margarine cairnya, tapi aku tidak tambahkan air lagi (beberapa resep menggunakan air). Hasilnya enak, lembut dan tidak seret. Malah m
irip bolu bentuk hati yang dulu diproduksi toko roti Play Boy di Surabaya. Ketika baru matang, teksturnya lemas, tapi setelah menginap semalam jadi lebih kokoh dan enak. Aku pakai mix butter dan margarine. Ngovennya kurleb 50 menit (di resep 15-25 menit). 

Bahan:
  • 6 kuning telur 
  • 3 putih telur
  • 100 gram mentega /butter/margarin cair
  • 100 gram gula pasir
  • 60 gram tepung terigu
  • 35 gram tepung maizena  
  • 25 gram susu bubuk
  • 1/2 sdt emulsifier (TBM / SP/ovalet)
  • 1/2 sdt vanili (saya tidak pakai)
  • 2 sdm air (saya tidak pakai)
  • Loyang tulban 22 cm.
 
Cara Membuat:
  1. Olesi Loyang dengan margarine/butter tipis tipis lalu taburi sedikit terigu dan ratakan.
  2. Campur semua bahan kecuali butter cair
  3. Kocok dengan mixer menggunakan speed tinggi sampai kental dan berjejak
  4. Masukkan mentega cair , aduk balik dengan spatula
  5. Masukkan ke Loyang
  6. Panggang dengan suhu 150 - 160 derajat celcius selama 45 – 50 menit sampai permukaannya berwarna kecoklatan. Angkat dan segera keluarkan dari Loyang.
 
 
 Recommended untuk teman minum teh

#resepkeluargacinta
#bolujerman

 

A La Shabu Shabu

 
Surabaya sedang musim hujan. Cuaca dingin membuat kami sering lapar dan ingin makan yang hangat hangat tapi yang tastenya ringan saja.
 
Sebenarnya saya pengen buat Thom Yam Soup, tapi kuatir Cinta nggak suka, karena tastenya yang asam asam segar. Jadi, supaya semua bisa menikmati, saya buat saja soup a la Shabu Shabu.




Bumbu dan cara membuatnya simple saja. Kebetulan di kulkas ada Dashino-moto, kaldu ikan Jepang. Kalau di Surabaya bisa dibeli di super market Papaya. Untuk menguatkan rasa saya tambahkan kaldu bubuk. Rasanya gurihnya mild. Dinikmati panas panas, cocok buat musim hujan seperti saat ini

Bahan :

2,5 lt air
6 sachet kecil Dashino-moto
2 sdt kaldu ayam bubuk (adjustable)
500 gr bakso aneka rasa (beli di supermarket)
2 bonggol jamur Enoki, buang bonggolnya, cuci bersih
1 bonggol sedang sawi putih, cuci, potong potong
3 cm jahe, kupas, geprak
1 daun bawang ambil bagian putihnya, iris tipis memanjang

Cara membuat:

Rebus air sampai mendidih. Masukkan jahe, daun bawang, Dashino-moto, kaldu bubuk. Rebus lagi sekitar 5-8 menit. Cicipi rasanya.

Masukkan sawi putih, bakso dan terakhir jamur. Tunggu mendidih lalu angkat dan nikmati dengan rajangan cabe rawit kalau mau pedas.

*Kalau tidak punya Dashino-Moto, bisa juga pakai kaldu udang. Rebus kulit dan kepala udang dengan api kecil sampai didapatkan kuah  yang Wangi, lalu saring dengan saringan kain. Pakai kaldunya.
*Masukkan bahan bahan sesuai jumlah yang mau dimakan saja, jangan terlalu lama terendam kuahnya, karena sayur akan layu dan bakso baksonya akan 'njebeber' kalau istilah orang Surabaya, alias mekar :)

 
 

Oseng Tempe Gembus/Menjes


Ini menu nostalgia, dulu waktu saya masih kecil sering Mami sering masak menu ini untuk Papi saya. Sejak nemu tempe gembus di pasar dekat rumah, saya jadi sering masak ini.

Masak dengan api kecil sampai bumbu merasuk ke dalam tempe gembusnya. Kalau sudah menginap lebih enak lagi.

Kalau tidak suka tempe gembus, diganti tempe biasa juga enak :)



Bahan :

1 lonjor tempe gembus/menjes potong kotak kotak
8 bawang merah iris tipis
6 bawang putih iris tipis
Cabe hijau sesuai selera, potong serong
Cabe rawit sesuai selera, potong serong
Cabe rawit utuh
2 lembar daun salam, buang tulang daunnya
2 lembar daun jeruk, buang tulang daunnya
Santan siap pakai ukuran kecil*
1 sdt garam/kaldu bubuk (adjustable)
Petai potong potong
3 gelas air*


 
Cara membuat :

  • Tumis bawang merah, bawang putih, daun jeruk, daun salam dan lengkuas sampai wangi.
  • Masukkan cabe, aduk sebentar
  • Masukkan tempe gembus, aduk rata lalu tambahkan air
  • Didihkan, masukkan garam/kaldu bubuk
  • Masak sampai air tinggal separohnya, lalu masukkan santan. Masak lagi sampai bumbu meresap
  • Terakhir masukkan petai, masak sampai tingkat kematangan yang disukai.
  • Angkat
* Tempe ini menyerap air. Kalau mau berkuah banyak, tambahkan saja air dan santannya. Tentu saja garam/kaldu bubuknya juga harus di adjust.

#resepkeluargacinta
#osengtempegembuspete
#osengtempemenjespete

Saturday, 23 September 2017

Tempe Gembus / Menjes Bacem

Tempe Gembus (a.k.a Menjes) Bacem
@resepkeluargacinta

Berbeda dengan orang Surabaya yang lebih suka tempe gembus (a.k.a. tempe menjes) digoreng dengan tepung, orang Jawa Tengah sering mengolah tempe ini dengan bumbu bacem. Rasanya manis, legit dan gurih...**mungkin agak terlalu manis buat orang Surabaya, jadi kalau mau mencoba bikin sendiri, kurangi saja gulanya.

Aku suka segala macam baceman. Dulu waktu masih tinggal di Semarang, kami sekeluarga sering dan gampang banget beli tempe atau tahu bacem, atau kadang Mami masak sendiri, tapi di Surabaya agak susah. Kalau toh ada, rasanya kurang cocok atau harganya terlalu semena mena (buat aku ya). Dan tempe gembus mentahpun jarang aku temui di pasar langgananku.

Nah, suatu weekend, aku belanja ke pasar, kok tumben ada bapak bapak yang jualan tempe yang dibuat dari ampas tahu ini. Wah, kesempatan nih, pikirku. Aku beli dan masak di rumah, seteleh matang, aku goreng sedikit dan aku tawarin ke suami dan anakku. Dannnnnn...direject mentah mentah, bahkan sebelum mereka mencicipinya...hiks... Memang dari tampilannya nggak menarik sama sekali sih, dan mereka kurang suka masakan manis, tapi swear, rasanya enaaakkk...#sekali lagi, menurutku, si penggemar baceman 😉

Ya udahlah, aku share saja resepnya di sini yah..

Bahan :
3 lonjor tempe gembus/menjes potong sesuai selera
1 ltr air kelapa (saya pakai hydrococo)
100 - 150 gr gula merah sisir
3 sdm air asam jawa
7 bh bwg merah iris tipis
3 bh bwg putih iris tipis
1 sdt ketumbar bubuk
2 lbr daun salam
1 sdt garam (adjustable)
1 - 2 sdm kecap manis Bango

Cara membuat :
1. Campur semua bumbu. Taruh tempe gembus dalam panci, taburi bahan lainnya.
2. Masak hingga bumbu meresap. Angkat, tiriskan. Kalau bagian dalam tempe masih putih dan tasteless, tambahkan sedikit air lagi dan lanjutkan merebus.
3. Panaskan minyak sayur dalam wajan, goreng tahu tempe hingga kecoklatan. Jangan terlalu kering menggorengnya supaya tetap moist. Sajikan dengan cabe rawit.
4. Lebih enak kalau setelah matang diinapkan semalam di kulkas. Besoknya dikukus 15 menit baru digoreng

#resepkeluargacinta

Oseng Lorjuk

Dulu aku pernah share resep masakan berbahan Lorjuk di sini : http://resepkeluargacinta.blogspot.co.id/2013/01/tumis-lorjuk-la-keluarga-cinta.html?m=1

Kali ini aku share resep Lorjuk lainnya yang tanpa kecap manis. Lorjuknya kebetulan aku beli sudah dalam keadaan direbus. Kalau pembaca mau coba dan adanya Lorjuk mentah, direbus dulu saja sampai empuk ya.

Bahan :

300 - 350 gr lorjuk tanpa kulit, cuci beraih, rebus sebentar, buang airnya
10 bawang merah rajang agak kasar
10 bawang putih rajang agak kasar
1 Papan pete, kupas
1 Genggam Cambah ale 
3 helai daun jeruk
3 tomat potong potong
Cabe rawit sesuai selera, potong potong
Cabe merah sesuai selera, potong potong
Cabe hijau sesuai selera, potong potong
Kaldu bubuk/garam
1 sdm gula pasir
1 sdt vetsin
1,5 gelas air
Sedikit minyak untuk menumis

Cara membuat :

Tumis bawang merah, bawang putih dan daun jeruk sampai wangi
Masukkan lorjuk, tumis sampai keluar airnya
Tambahkan air. Didihkan. Masukkan kaldu bubuk, gula,vetsin.
Masak sampai air tinggal sedikit.
Masukkan sisa bahan sambil dioseng oseng sampai air hampir habis.
Angkat dan sajikan.

Bubur Lemu a la Keluarga Cinta

Dulu aku menyebutnya Bubur Sambel Goreng, sampai seorang teman memberi tahu bahwa namanya Bubur Lemu. Lemu dalam bahasa Jawa artinya gemuk. Konon katanya cocok buat orang yang lagi sakit atau baru pulih dari sakit supaya berselera makan dan jadi lemu lagi :)

Kalau aku mudik ke Semarang, si mbak di rumah Mami bertugas menyediakan atau tepatnya membelikan kami sarapan. Maklum, beberapa tahun terakhir Mami sudah tidak terlalu semangat untuk masakin aku kalau pulang. Alasannya, selain capek  juga aku lebih prefer jajan saja, wong niat mudik itu selain nengokin Mami juga mau wisata kuliner. Kalau Mami masak, malah seringnya nggak ke makan. However, kami jarang keluar rumah pagi pagi. Nah, Mamiku yang sejak kami kecil selalu menekankan pentingnya sarapan, sibuk sendiri, kuatir kami kelaparan. Jadilah si mbak yang disuruh beli sarapan. Biasanya sehari sebelumnya kami pesan mau sarapan apa, lalu paginya dibeliin. Bangun tidur meja makan sudah betudung saji, alias sudah ada makanan tersedia. Bahagianya hidup bersama Mami..😘

Jenis sarapan yang sering dibelikan si mbak adalah :
Lontong Opor (sumpah, enak banget !), Nasi Ayam (nasi, opor,sambel goreng krecek, sambel goreng labu siam, tahu bacem..enak),
Nasi Gudeg (Ok lah),
Nasi Pecel (biasa aja),
Nasi campur (nasi, mie goreng, ayam/daging/telur bumbu Bali, oseng oseng tahu/tempe, srundeng... lumayanlah), Nasi Kuning (aku nggak suka nasi berwarna, kecuali nasi goreng, jadi menurutku kurang sip) dan
Khusus aku : Bubur Sambel Goreng atau Bubur Lemu ini. Enaaak banget. Padahal hanya bubur gurih, sambal goreng labu siam (kalau di Semarang disebut Jipang), suwiran ayam dan telur. Karena porsinya kecil -kan tujuannya hanya buat sarapan- aku suka pesen 2 porsi..wkwkwk

Suatu hari aku kangen banget makan Bubur Lemu. Nunggu mudik kok lama banget, ya udah aku bikin sendiri ajalah.

Karena malas ngaduk, aku pakai Slow Cooker (semacam rice cooker ya). Tinggal masukin, pencet tombol, sesekali diaduk, udah jadi. Memang jauh lebih lama daripada masak pakai panci biasa. Kalau pakai panci biasa, paling 1 jam sudah siap.

Oiya, kali ini aku masak sambal goreng labu siamnya pakai bumbu instant. Aslinya pasti enak bumbu ngolah sendirilah ya.

Nggak aku sangka ternyata Cinta dan bapaknya suka banget. Padahal kalau di Semarang mereka nggak mau loh, malah mereka lebih suka sarapannya nasi.
Kalau Cinta, awalnya dia hanya mau nyoba dikit setelah dipaksa paksa. Setelah tau rasanya, eh, minta nambah. Tapi resikonya makan bubur kan cepet kenyang tapi juga cepet laper, jadi harus berkali kali makan...mungkin itu sebabnya dinamai Bubur Lemu 😂

Bahan :

2 cup beras, cuci bersih, rendam 2 jam
1800 cc air
200 cc santan Kara
3 lembar daun salam
1 lembar daun pandan, potong 2
1 sereh ambil putihnya saja
1 sdt garam
Vetsin sedikit kalau mau

Cara membuat :

Masukkan beras dan semua bahan ke dalam slow cooker. Aduk rata dan cicipi dulu rasa asinnya. (Jangan terlalu asin karena nanti akan dinikmati dengan Sambal Goreng Jipang).

Set"high" selama 3 jam lalu "low" selama 30 menit sambil sesekali diaduk sampai air habis dan beras menjadi bubur beras yang kental. Kalau masih ada yang berwujud beras utuh, tambahkan sedikit air dan waktu memasak.

Matikan slow cooker, buang daun pandan, daun salam dan  sereh. Tunggu sampai bubur agak hangat, sajikan dengan Sambal Goreng Jipang. Taburi bubuk kedelai kalau suka.

Kaleci Ubi / Bola bola ubi

Bola Bola Ubi

Dalam bahasa Sunda, Kaleci berarti kelereng. Camilan ini disebut kaleci karena bentuknya bulat menyerupai kelereng. Dibuat dari ubi jalar yang dicampur gula dan tepung, lalu digoreng sampai tengahnya kopong.

Saya pertama kali tau Kaleci di acara kantor. Awalnya heran, kok ada jajanan seperti bakso goreng tapi tengahnya kopong dan manis. Lalu Yuli Yanti @yoeyha memberitahu kalau namanya Bobby. Yuli juga share video cara pembuatannya. Baru ngerti... Maklum saya agak kurang piknik kalau soal camilan kekinian 😊 .

Karena penasaran dan pengen bisa buat sendiri, saya browsing resepnya. Ternyata simpel bahan dan cara pembuatannya. Dan enak, tentu saja :). Ini resepnya, kalau nggak punya timbangan, dikira kira aja, nggak perlu terlalu presisi :

Bahan :
300 -400 gr ubi kuning, kukus sampai empuk, kupas, panas panas haluskan
150 gr tepung tapioka/tepung kanji
2 sdm munjung maizena
2 - 3 sdm gula bubuk (sesuaikan dengan rasa ubi dan selera)
Seujung sendok teh Baking Powder
Minyak goreng yang cukup banyak

Cara membuat :
Ayak semua bahan bubuk, campurkan dengan ubi yang telah dihaluskan.
Aduk rata.
Bulatkan kira kira diameter 3cm.
Panaskan minyak dalam wajan dengan api sedang.
Goreng ubi sampai kekuningan. Angkat. Kecilkan api sampai yang paling kecil.
Goreng lagi bola bola ubi sedikit sedikit sambil dipenyet/ditekan dengan sutil dan diaduk aduk di dalam minyak sampai kembali bulat dan mengembang. Lakukan penyetan beberapa kali sampai kulitnya kelihatan tipis dan agak transparant.
Tujuan dipenyet supaya bagian dalamnya menjadi kopong. Jangan buru buru diangkat supaya tidak gampang kempes lagi.
Kelaaaarrr.... 😄

#entah error atau memang begitu, dalam keadaan dingin, terasa agak alot :)

Udang Ca Petai a la Keluarga Cinta

Udang Ca Petai

Ini menu makan malam darurat. Karena lupa bahwa hari ini libur nasional, aku tidak ingat untuk nyetok bahan masakan segar sebelumnya dan seharian tadi lagi malas keluar rumah untuk ke super market.

Bongkar freezer hanya ada udang (yang untungnya sudah kupasan), lalu nemu petai, tomat, daun bawang (sisa beli lumpia beberapa bulan yang lalu 😁) dan sambal terasi. Ya udah, oseng oseng bentar dan jadilah menu ini :)

Bahan :
500 gr udang, kupas, sisakan ekornya
Sambal terasi sesuai selera**
6 siung bawang putih, cincang
1 tomat, potong potong
Daun bawang secukupnya
Petai kupas sesuai selera
5 sdm kecap manis
Sejumput merica
1/2 sdt kaldu bubuk atau garam
Sedikit minyak goreng untuk menumis

**Sambal terasiku tadi hanya cabe merah, cabe rawit, terasi, garam sedikit, ulek kasar. Bisa juga pakai sambal terasi siap pakai.

Cara membuat :
Tumis bawang putih sampai wangi, bubuhi merica
Masukkan sambal, aduk sampai sambal matang
Masukkan udang, aduk sampai tidak transparant warna udangnya
Masukkan kecap manis, kaldu bubuk, aduk aduk sampai meresap
Terakhir masukkan tomat, petai dan daun bawang. Aduk lagi sampai agak layu. Tidak perlu ditambah air, karena udangnya akan mengeluarkan air ya.

Udahhh....

Sarden Masak Kemangi

Sarden Masak Kemangi ini salah satu menu favorit di rumahku. Maksimal 2 bulan sekali pasti menu ini hadir di rumah.

Pada dasarnya, Sarden kaleng itu sudah bisa langsung disantap. Tapi buat aku masih kurang nendang. Jadi setiap kali masak Sarden, aku tambahkan daun kemangi dan beberapa bahan lain untuk menambah kesedapannya. Kemangi selain menyedapkan juga menghilangkan rasa amis.

Bahan :

2 kaleng Sarden (Sardines/Makarel) ukuran 425 gram atau yang kaleng besar, variant sesuai selera
2 ikat kemangi, ambil daunnya
1 bawang bombay besar, rajang kasar
6 siung bawang putih, cincang
5 sdm kecap manis
Cabe rawit sesuai selera
1/2 sdt kaldu bubuk
1/2 gelas air
Sedikit minyak untuk menumis

Cara membuat :
Tumis bawang bombay dan bawang putih sampai harum
Masukkan Sarden berikut sausnya
Tambahkan air, kaldu bubuk dan kecap manis
Masukkan cabe rawit, masak dan didihkan selama 5 menit
Terakhir masukkan daun kemangi lalu angkat dan sajikan.

Done...😊