Showing posts with label Camilan. Show all posts
Showing posts with label Camilan. Show all posts

Sunday, 7 August 2016

Homemade Churros

Resep Churros ini sangat simple, bahan bahannya pasti ada di rumah kalian... namun, walaupun simple, rasanya tidak mengecewakan...

Resep dasarnya aku dapat waktu browsing, namun sayang aku lupa mencatat siapa nama pemilik resep karena aku hanya copas resepnya dan save di notes hape. Apabila Anda adalah pemilik resepnya, saya mohon ijin share ya.

Bahan:
200 cc air
100 gr butter/margarine
175 gr terigu serbaguna
3 butir telur ukuran besar
1/2 sdt baking powder 
Sejumput garam
Gula bubuk
Kayu manis bubuk

Cara membuat:
Rebus air dan butter sampai mendidih
Masukkan terigu sekaligus, aduk cepat, matikan api
Biarkan sampai suhu ruang
Masukkan telur satu persatu, kocok dengan mixer sampai rata
Istirahatkan adonan dengan ditutup serbet bersih selama 30 menit
Masukkan plastik segitiga, pasang spuit Bintang di plasik yang lain, lalu masukkan plastik yang berisi adonan (double plastic)
Panaskan minyak goreng yang cukup banyak, spuitkan adonan langsung di wajan, gunting adonan sekitar 10cm.
Goreng sampai berwarna keemasan. Tiriskan, tata di piring, taburi gula halus dan kayu manis bubuk. Sajikan...
Kalau suka, bisa disajikan dengan Ovomaltin, atau selai coklat lainnya.

Wednesday, 8 December 2010

Bikin Pangsit Goreng yuk...


Pangsit goreng biasanya dijual bareng dan disantap bersama dengan mie pangsit / mie ayam....tapi sebenarnya dibuat camilan  begitu saja juga enak loh. Buatnya juga nggak rumit...cobain yuk..

Bahan :

1 pak kulit pangsit siap pakai (beli di supermarket)



Bahan isi :

1 ons (100 gr) daging ayam cincang
2 bawang putih goreng utuh sampai kuning kecoklatan
1/2 sdt kaldu bubuk / garam
1/2 sdt gula
sejumput vetsin (boleh di skip)
sejumput merica
1 kuning telur
Sedikit putih telur untuk perekat

Cara membuat :

Haluskan bawang putih dan bumbu bumbu lain
Campurkan dengan ayam cincang
Tambahkan kuning telur, aduk rata
Ambil sedikit, goreng dan cicipi rasanya, kalau sudah enak, siap diisikan



Cara mengisi kulit pangsit :

Letakkan 1/2 sdt bahan isi ketengah tengah kulit
Lipat dua jadi bentuk segitiga, lekatkan dengan putih telur
Temukan ujung ujung kulit sambil bagian tengah agak didorong ke atas, lekatkan dengan putih telur
Kerjakan sampai semua selesai, baru digoreng





Goreng pangsit dengan minyak banyak, panas dan api kecil supaya tidak gosong
Sajikan dengan saus tomat dan saus sambal botolan, atau saos home made...



Saos a la Keluarga Cinta :

1/2 bawang bombay ukuran sedang, iris tipis
2 bawang putih cincang halus
5 sdm saos tomat botolan
1 sdm saos cabe botolan
1 sdt gula pasir
1/2 sdm maizena, cairkan dengan sedikit air
1/2 gelas air

Cara membuat saos :

tumis bawang bombay dan bawang putih sampai harum
Masukkan semua saus
Tambahkan air dan gula pasir
Didihkan, masukkan campuran maizena
masak sampai mendidih lagi dan kental



Hasil jadi : 30 pcs..

Monday, 1 March 2010

Limpang limpung Cempedak



Dua minggu yang lalu aku dan Mr, Phang dapat oleh oleh cempedak dari pak Tim yang tinggal di Bogor.

Waktu datang, cempedaknya masih berwarna kuning muda dengan sedikit semburat warna hijau. Dulu aku pernah makan cempedak, tapi kurang suka. Waktu itu juga dioleh olehin Kokoku yang habis ikut lomba tembak Perbakin di Sumatra (kalau nggak salah :D). Cempedaknya hanya aku makan biasa saja. Rasanya menurutku sih nggak enak. Maklum di daerah tempat tinggalku dulu (Semarang) dan sekarang (Surabaya) cempedak termasuk buah tidak populer. Hanya ada di SPM besar saja, dan baunya nggak asyik...



Karena itu waktu dapat dari pak Tim, aku sempat mikir aku bakalan nggak suka juga, jadi lebih baik aku berikan saja keteman yang mau.. Dan ternyata nggak ada yang mau…keterlaluannnn…. hahaha…diberi kok nggak ada yang mau. Akhirnya cempedaknya aku bawa pulang. Simpan di atas meja. Aku nggak ngerti harus diapakan buah ini.

Beberapa hari kemudian Mr. Phang cerita kalau cempedaknya yang masih belum matang benar sudah diolah oleh Ibu. Bijinya dibuang semua. Dan rasanya tasteless. Beliau wanti wanti supaya aku sabar menunggu sampai cempedakku benar benar matang, kulitnya berwarna coklat kehitaman. Nggak boleh masuk kulkas. Dan tunggu sampai seluruh rumahmu bau cempedak, baru kamu buka. Halah...kok ya beliau tahu aja rumahku cuma seuplik..jangankan cempedak, bau strawberry aja bisa ngabar kemana mana -hyperbola dikit -hehehe...

Dan Mr. Phang bilang, cempedak paling enak digoreng tepung seperti pisang goreng. Bijinya jangan dibuang karena nanti madunya akan hilang. Heee…..tambah nggak napsu aku.. Kebayang lembeknya. Aku pernah makan nangka goreng, dan kurang suka karena lembek (nyunyut sekali). Tapi Beliau bilang ‘trust me !’ Yo wis….

Akhirnya Kamis pagi, setelah aku rasa cempedakku sudah cukup matang (bahkan menjelang kebusukan :D ) aku pecah dan ambil dagingnya. Ternyata nggak sesusah membersihkan nangka. Getah cempedak tidak terlalu banyak.




Sebelum memotong aku lumuri pisauku dengan minyak goreng, supaya getahnya mudah dibersihkan. Daging buahnya memang tipis dan lembek tapi lentur. Tidak makan waktu lama semua daging sudah aku bersihkan. Ngambilin dagingnya nggak perlu pisau, cuma dicuilin aja sudah lepas.



Sambil membersihkan, sempat ngicip juga. Rasanya manis. Jauh lebih enak dari bayanganku. Tapi daminya (dami itu serat serat yang memisahkan daging buah, nggak ngerti bahasa Indonesianya apa :D) nggak bisa dimakan, nggak seperti nangka. Bijinya lebih mirip kluwih (keluarga sukun, berwana hijau yang sering dibuat sayur lodeh)



Simpan dulu di Tupperware karena buru buru ngantor. Eh, jangan dicuci ya...ntar cepet busuk.



Long weekend tetap tersimpan di kulkas karena aku ke Probolinggo nengokin Ibu Mertua.. Senin pagi, aku mikir, kalau nggak cepat cepat diolah bisa beneran busuk nih cempedak. Walaupun gratisan nggak tega juga kalau harus membuang makanan.

Akhirnya aku buatin adonan tepung dan goreng. Sebagian goreng sebijinya, sebagian bijinya aku buang, saking pengen membuktikan kata kata Mr. Phang, yang bahkan di bandara sebelum pulang ke Singapore pun masih mengajari aku cara menggorengnya.




Goreng..goreng..goreng…setelah hangat langsung icip…..ealaaahh….ternyata beneran enak. Dan, seperti wanti wanti Bossku tercinta itu, yang digoreng bersama bijinya jauh lebih manis. Aku tawarin Pok suamiku, ternyata dia suka juga, padahal biasanya kalau makan pisang goreng yang empuk dia nggak mau…ini bukan empuk lagi, tapi lembek, eh dia bilang enak.





Nah, buat yang mau nyoba membuat limpang limpung cempedak alias cempedak goreng, aku share adonan tepungnya ya…seperti tepung untuk menggoreng pisang biasa cuma buat lebih kental.


Bahan :
1 buah Cempedak
300 gr terigu segitiga (kalau pakai Cakra jadi keras)
2 butir telur ayam
+/- 5 sdm gula pasir (kalau terlalu banyak cepat gosong)
½ sdt vanili bubuk
1 sdt garam
Air secukupnya
Minyak untuk menggoreng
Cara membuat :

Aduk rata semua bahan, jangan terlalu cair.
Masukkan cempedak, goreng dengan minyak banyak, panas dan api besar.
Kalau apinya kecil, cempedaknya tambah lembek.
Titiskan.
Sajikan.

 
ini cempedak yang digoreng berbiji...lebih manis.
 
 
 
Ajaibnya, perutku bisa menerima cempedak...mungkin karena nggak banyak gasnya :).
 
Kayaknya lain kali nggak bakalan nolak kalo ada yang kasih oleh oleh cempedak nih...

Tuesday, 2 February 2010

Cheesy-mayo Corn a la Keluarga Cinta


Ini adalah salah satu camilan kesukaan Pok suamiku. Dulu kami seringnya beli di SPM tetapi harganya agak terlalu mahal (menurutku), karena isinya hanya itu itu aja dan porsinya kecil banget. Setelah icip beberapa kali, aku jadi tahu apa saja yang diperlukan untuk membuat camilan berbahan dasar jagung ini.

Pertama kali buat, masih agak kurang mirip, tapi by trial and error akhirnya ketemu juga resep dan rasa yang pas. Sejak itu Pok sering minta dibuatin, untuk camilan sore terutama di musim hujan seperti saat ini. Karena di rumah aku selalu punya stock jagung kaleng, mayonese dan keju, maka dengan senang hati aku akan menyiapkannya. Membuatnya mudah, dan...kalau buat sendiri jadi murah jatuhnya :).

Ini resepnya barangkali ada yang mau coba :

Bahan :

1 kaleng jagung manis (whole kernel - bukan yang creamy) - tiriskan

3 sdm mayonese (lebih enak yang sudah ada rasanya)
1 sdm saus cabe
1 sdm susu kental manis
1 sdm margarine
keju parut sesuai selera

Cara membuat :

Campur mayonese, susu kental manis dan saus cabe, sisihkan



Kukus jagung  bersama airnya sampai benar benar panas.Tiriskan.
Panas panas campur dengan margarine, aduk sampai margarine meleleh
Tambahkan campuran mayonese, aduk rata.



Taburi keju parut



Sajikan. Tunggu 5 menit....pasti ludes :)


Thursday, 14 May 2009

Pesanan snack yang bikin nggak tidur semalaman






Semalam aku, mbak Sus dan Pok sama sama tidak tidur sampai pagi. Pok sibuk dengan kerjaan editan videonya yang harus kelar Jumat besok. Aku dan mbak Sus sibuk mempersiapkan pesanan snack dari temen temenku untuk meeting meeting mereka hari ini.

Sebenarnya pesanan snacknya nggak terlalu banyak jumlahnya, tapi ada 5 macam snack yang harus aku bikin. Pudding, Sus, Macaroni Schotel, Muffin Tape Keju dan kroket ayam keju jamur (lagi). Sebenarnya snack ini dipakai untuk meeting pagi dan siang. Yang bikin kami nggak tidur adalah, aku mau semua snack sudah siap waktu aku berangkat kantor pagi pagi, jadi siang nggak perlu kirim lagi dari rumah, karena Pok sedang sibuk.


Jadi, kemarin malam, yang pertama aku (dibantu mbak Sus dan mbak Tin) bikin adalah kulit dan isi kroketnya, sisihkan dulu, nunggu dingin. Setelah proses persiapan kroket, kedua mbak sudah dipanggil sama Genduk Cilik disuruh nemenin main. Aku lanjut kerja bikin muffin tape keju. Sementara nunggu muffin di oven, aku nyetak kroketnya. Trus dipanir, masuk chiller. Langsung bikin kulit sus..Sudah jam 1 pagi. Cinta masih belum bisa tidur...ternyata maunya bobo dipeluk Mamie..ya wis, aku temanin pura pura tidur sambil deg-degan, takut ketiduran beneran..eh, seperti kemarin, gak sampai 10 menit si Genduk sudah merem :)





Waktu bikin muffin tape keju ini aku sudah tambahkan BP, dan ngisinya lebih banyak karena aku bikin 2 resep, tapi ternyata hasilnya tetep aja nggak munjung.... Memang tidak terlalu amblegh seperti yang lalu...tapi ya wis lah, yang penting rasanya lembut, manis, gurih dan ngangenin. Menurut aku,kalau agak agak gosong kok malah enak ya..lebih gurih rasanya :)








Selesai muffin dan kulit sus matang, aku bikin macaroni schotel..eh, gantian mbak Sus yang 'kancilen' nggak bisa tidur. Mau lanjut kerja aja sampai selesai semua, nggak tega lihat ibu kerja sendirian katanya. Bener bener mbakku yang satu ini ya...ck..ck..ck.. Lha aku sendiri mau tidur bentar takut kalau bablas bangun siang..yo wis, lanjutkan saja. Aku ngisi sus, mbak Sus nyuci barang barang bekas aku pakai masak. Selesai cuci cuci sudah jam 3:30 pagi. Mbak minta goreng kroketnya sekarang aja...OK, kataku, toh sudah cukup lama di chiller.




macaroni schotel






pudding coklat decorated with strawberry





Next step aku bikin pudding coklatnya, sambil disentor fan supaya cepat beku. Melelehkan coklat, coating sus...trus potong strawberry buat puddingnya. Kenapa pakainya strawberry, which is bukan pasangan yang lazim untuk pudding coklat? Karena waktu ke Giant kemarin sore, aku kesengsem sama strawberry yang besar besar dan segar ini. Dan kenapa strawberrynya pakai DCC cair separo badan ? Supaya bisa nempel di puddingnya... Tukang kue amatiran selalu punya banyak alasan untuk pembenaran diri kan? :)


Jam 5 pagi sebenarnya semua pekerjaan sudah beres, semua sudah masuk kotak. Tukang koran sudah datang, Satpam sudah keliling gang, burung tekukur mbak Sri sudah mulai ribut...eh, gak ada hubungannya ya? hihih...



Mbak Sus aku suruh tidur sedangkan aku sendiri duduk di sofa niat baca koran..tapi mata sudah nggak kuat melek lagi, jadi ketiduran di sofa.



Brangkat kantor semua aku bawa, di mobil sudah nggak kuat bicara banyak sama Pok..leher rasanya sudah nggak ada tulangnya..haaaaaaaaa....nguantuk polll... Sampai kantor, untung kok banyak boss, jadi nggak sampai merem di meja.



Kata mbak Sus tadi pagi 'kalau Ibu nggak kerja di kantor enak ya, bisa konsentrasi jualan kue. Halah !! Ya mending kerja kantor sambil jualan kue tho ya...walaupun badan cape tapi ada 2 income.. :)





sus isi vla coklat, coated dengan DCC

Friday, 13 March 2009

Sukun Jogja

disebut sukun Jogja, karena di Jogja banyaaaaaaaaaak banget..


Pernah nggak makan sukun, tapi sukunnya yang warnanya kuning seperti di atas? Enak banget rasanya ya...dagingnya manis dan lembut.
Kalau di Surabaya, sukun kuning ini adanya hanya di super market tertentu dan adanya hanya waktu waktu tertentu saja. Yang ada di pasar adalah yang warna hijau dan sukun Madura yang sudah dikukus, yang..menurut aku nggak enak rasanya kalau digoreng (apalagi dimakan gitu aja..hihih)
Waktu aku masih tinggal di Semarang, gampang nyari sukun jenis ini. Tapi, di Jogja ternyata sukun ini berlimpah limpah. Di Malioboro banyak banget. Harganyapun dihitung perbuah, bukan per gram seperti di super market. Dan murah pula, hanya sekitar Rp 5000 - 6,500. Kalau di super market, sekilo Rp 10,000an padahal 1 biji bisa lebih dari 1 kg. Saking serumah seneng sama sukun, kalau tau ada teman yang jalan ke Jogja bawa kendaraan sendiri pasti aku titipin untuk beli.
Setiap musim hujan seperti sekarang ini Pok dan Cinta ngarep ngarep camilan sukun goreng...jadi kemarin, waktu kami blanja ke Superindo dan lihat ada sukun Jogja bagus bagus, langsung beli 4..soalnya jarang jarang nemu sih...dan di rumah ada 2 mbak dan 1 pak tukang yang ternyata juga suka sama sukun Jogja :D
Sukun kuning ini, enak kalau direndam dengan bumbu garam, kunir & ketumbar yang dihaluskan, trus diberi air secukupnya dan biarkan semalaman dikulkas (tapi jangan terlalu lama juga disimpannya karena warnanya jadi merah). Kalau mau makan tinggal di goreng. Di rumahku, Pok dan Cinta sukanya diirisnya tipis tipis jadi waktu digoreng agak agak crispy, tapi kalau di rumah Mamie di Semarang dibuat agak tebal, lebih kerasa empuknya. Sama enaknya, tergantung selera saja.

Friday, 23 January 2009

Singkong (rasa) keju

Ternyata, yang disebut singkong keju yang banyak dijual di pinggir jalan itu, resepnya tidak mengandung keju sama sekali. Hanya rasanya gurih dan singkongnya mekar, sehingga berasa seperti keju.

1 kg singkong kualitas bagus
½ cm Kunir
1 sdt Garam
½ sdt ketumbar
2 siung bawang putih
Air es

Kupas singkong, potong @ 5cm atau sesuai selera
Kukus sampai matang. Keluarkan dari dandang, panas panas masukkan dalam baskom berisi air es. Rendam sampai mekar
Haluskan garam dan bumbu yang lain, beri 3 sdm air matang. Balurkan pada singkong yang sudah mekar sampai rata. Biarkan meresap, makin meresap, makin enak.
Goreng dengan minyak banyak dan api sedang sampai kuning keemasan.

Friday, 16 January 2009

Bolu Kukus Isi( ala Ruthy)

Bahan :

5 btr telor }
300 gr gula } kocok hingga gula hancur
1/2 sdt vanili }
1 sdt ovalet
340 gr terigu
1/2 sdt calumet the berareng
300 cc soda manis ( sprite / 7-up)

Cara :

$ Masukkan ovalet ke dalam kocokan tekor
$ masukkan terigu, calumet dan limun

Isi :

$ Daging ayam direbus lalu cincang
$ tumis minyak di wajan beri bawang, brambang dan mrica
$ masukkan daging lalu air, susu / santan, beri garam, gula, pala dan terigu
$ biarkan kental dan dingin baru di bulatkan seperti kelerengkukus dengan api besar dan rapat ditutup serbet selama 15 menit.