Showing posts with label Tahu - tempe. Show all posts
Showing posts with label Tahu - tempe. Show all posts

Sunday, 26 April 2020

Nasi Bakmoy

 
Nasi Bakmoy
 
Ini masakan yang sering dimasak almarhum Mami waktu anak anak masih kecil. Menilik namanya, daging yang digunakan dalam masakan ini umumnya adalah pork. Tapi bisa diganti dengan ayam tentu saja. Bahan utama adalah daging dan tahu. Untuk udang, bisa dalam bentuk kekian udang atau potongan udang biasa atau sekalian di skip kalau memang tidak ada.
 
Nasi Bakmoy
A la @hannakeluargacinta232
 
Bahan Bakmoy :
3 tahu putih ukuran sedang, potong dadu kecil kecil, goreng, sisihkan
750 gr ayam, potong dadu, sisihkan (aku pakai dada ayam biar keset)
Telur ayam, rebus, sisihkan
Udang kupas, potong kecil kecil
5 bawang putih ukuran besar, geprek, cincang
1/2 sdt merica
6 sdm kecap manis
3 sdm saus tiram
2 sdm kecap asin
Kaldu bubuk/garam kalau perlu.
Air
Minyak untuk menumis
Tumis bawang putih dan merica sampai harum. Masukkan potongan ayam, masak sampai daging berubah warna. Masukkan udang kalau pakai.
Masukan kecap dan saus, aduk sampai rata.
Tambahkan air. Tunggu sampai mendidih, masukkan tahu dan telur. Masak sampai air menyusut dan rasa sudah pas. Rasanya harus manis dan gurih.
 
Bahan kuah :
6 bawang putih, geprek, cincang
1 jempol jahe, kupas, geprek
1/2 sdt merica
Kaldu bubuk
Garam
Seledri
Air
Minyak untuk menumis
 
Cara Membuat
Tumis bawang putih, merica dan jahe sampai wangi. Masukkan air, biarkan mendidih. Masukkan garam, kaldu bubuk dan seledri. Masak sampai kuah harum dan rasanya pas.
Penyajian :
Susun nasi putih, bakmoy, lalu siram dengan kuah kaldu, taburi bawang goreng, dan rajangan seledri. Sajikan dengan kerupuk udang, sambal kecap/sambal petis atau potongan cabe, atau seadanya
😉
 
Disclaimer foto :
Tidak pakai udang karena males thawing
Tidak pakai seledri karena lupa nyisihin, kadung dimasukin ke sup merah semua
Pakai taburan cabe rawit saja karena nggak punya petis

Oiya, ada info dari teman FB, sebenarnya Bakmoy by default menggunakan bubur, bukan nasi. Tapi orang kita mana kenyang kalau tanpa nashi kan? Dan sering menjadi sajian pada saat ada orang Chinese yang meninggal (karena praktis). Menarik sekali membaca sejarah nasi Bakmoy ini di google :)


 
😗

Thursday, 14 December 2017

Oseng Tempe Gembus/Menjes


Ini menu nostalgia, dulu waktu saya masih kecil sering Mami sering masak menu ini untuk Papi saya. Sejak nemu tempe gembus di pasar dekat rumah, saya jadi sering masak ini.

Masak dengan api kecil sampai bumbu merasuk ke dalam tempe gembusnya. Kalau sudah menginap lebih enak lagi.

Kalau tidak suka tempe gembus, diganti tempe biasa juga enak :)



Bahan :

1 lonjor tempe gembus/menjes potong kotak kotak
8 bawang merah iris tipis
6 bawang putih iris tipis
Cabe hijau sesuai selera, potong serong
Cabe rawit sesuai selera, potong serong
Cabe rawit utuh
2 lembar daun salam, buang tulang daunnya
2 lembar daun jeruk, buang tulang daunnya
Santan siap pakai ukuran kecil*
1 sdt garam/kaldu bubuk (adjustable)
Petai potong potong
3 gelas air*


 
Cara membuat :

  • Tumis bawang merah, bawang putih, daun jeruk, daun salam dan lengkuas sampai wangi.
  • Masukkan cabe, aduk sebentar
  • Masukkan tempe gembus, aduk rata lalu tambahkan air
  • Didihkan, masukkan garam/kaldu bubuk
  • Masak sampai air tinggal separohnya, lalu masukkan santan. Masak lagi sampai bumbu meresap
  • Terakhir masukkan petai, masak sampai tingkat kematangan yang disukai.
  • Angkat
* Tempe ini menyerap air. Kalau mau berkuah banyak, tambahkan saja air dan santannya. Tentu saja garam/kaldu bubuknya juga harus di adjust.

#resepkeluargacinta
#osengtempegembuspete
#osengtempemenjespete

Saturday, 23 September 2017

Tempe Gembus / Menjes Bacem

Tempe Gembus (a.k.a Menjes) Bacem
@resepkeluargacinta

Berbeda dengan orang Surabaya yang lebih suka tempe gembus (a.k.a. tempe menjes) digoreng dengan tepung, orang Jawa Tengah sering mengolah tempe ini dengan bumbu bacem. Rasanya manis, legit dan gurih...**mungkin agak terlalu manis buat orang Surabaya, jadi kalau mau mencoba bikin sendiri, kurangi saja gulanya.

Aku suka segala macam baceman. Dulu waktu masih tinggal di Semarang, kami sekeluarga sering dan gampang banget beli tempe atau tahu bacem, atau kadang Mami masak sendiri, tapi di Surabaya agak susah. Kalau toh ada, rasanya kurang cocok atau harganya terlalu semena mena (buat aku ya). Dan tempe gembus mentahpun jarang aku temui di pasar langgananku.

Nah, suatu weekend, aku belanja ke pasar, kok tumben ada bapak bapak yang jualan tempe yang dibuat dari ampas tahu ini. Wah, kesempatan nih, pikirku. Aku beli dan masak di rumah, seteleh matang, aku goreng sedikit dan aku tawarin ke suami dan anakku. Dannnnnn...direject mentah mentah, bahkan sebelum mereka mencicipinya...hiks... Memang dari tampilannya nggak menarik sama sekali sih, dan mereka kurang suka masakan manis, tapi swear, rasanya enaaakkk...#sekali lagi, menurutku, si penggemar baceman 😉

Ya udahlah, aku share saja resepnya di sini yah..

Bahan :
3 lonjor tempe gembus/menjes potong sesuai selera
1 ltr air kelapa (saya pakai hydrococo)
100 - 150 gr gula merah sisir
3 sdm air asam jawa
7 bh bwg merah iris tipis
3 bh bwg putih iris tipis
1 sdt ketumbar bubuk
2 lbr daun salam
1 sdt garam (adjustable)
1 - 2 sdm kecap manis Bango

Cara membuat :
1. Campur semua bumbu. Taruh tempe gembus dalam panci, taburi bahan lainnya.
2. Masak hingga bumbu meresap. Angkat, tiriskan. Kalau bagian dalam tempe masih putih dan tasteless, tambahkan sedikit air lagi dan lanjutkan merebus.
3. Panaskan minyak sayur dalam wajan, goreng tahu tempe hingga kecoklatan. Jangan terlalu kering menggorengnya supaya tetap moist. Sajikan dengan cabe rawit.
4. Lebih enak kalau setelah matang diinapkan semalam di kulkas. Besoknya dikukus 15 menit baru digoreng

#resepkeluargacinta

Thursday, 31 January 2013

Pindang Bandeng a la Keluarga Cinta

01pindang

Satu lagi masakan Mamie yang aku suka banget.... Nggak ngerti asalnya dari mana, tapi kalau orang Semarang pasti kenal sama Pindang Bandeng ini... ada yang menyebutnya Pindang Kecap juga sih.

Kalau Mamie yang masak, isinya bukan hanya bandeng tapi ada udang dan tempenya juga. Masaknya pakai api kecil dan lama, jadi benar benar meresap.

Suamiku nggak suka masakan yang berbahan bandeng, karena banyak durinya. Jadi sudah lama aku memendam saja keinginan masak menu ini. Tapi waktu di Superindo nemu bandeng cabut duri, langsung membulatkan niat masak,dan ternyata suamiku suka, walaupun awalnya bilang terlalu manis, tapi karena ada rasa gurih, asem dan pedasnya juga masih acceptable.....:D

Bumbu bumbu bisa ditusuk dengan tusuk sate lalu dibakar baru dimasukkan kedalam air mendidih baru ditambah bahan bahan yang lain. Bisa juga langsung dicemplungkan di air mendidih.

01pindang3


Ini resepnya kalau mau coba ya:

Pindang Kecap a la Keluarga Cinta
Bahan


2 bandeng ukuran besar (aku pakai bandeng tanpa duri) potong2
300 gr udang
Tempe
5 bawang putih rajang kasar
10 bawang merah rajang kasar
5 belimbing sayur potong potong
1 Tomat Sayur besar potong potong
Cabe merah potong bulat bulat
Cabe rawit biarkan utuh
2 Daun salam
2 Sereh keprak
2 cm kunyit /kunir, kupas, keprak
2 cm laos keprak
4-5 sdm kecap manis
1 sdm garam
Sedikit vetsin
1 sdm gula jawa/gula pasir

Cara memasak :

  1. Didihkan air (kurleb 1,5 - 2 liter), masukkan semua bumbu, masak sampai kuah terasa enak (asem, gurih,manis, pedas)
  2. Masukkan bandeng dan tempe, masak dg api kecil sampai benar benar merasuk. Masaknya agak lama ya...dan jangan dibolak balik karena bandengnya mudah hancur.
  3. Terakhir masukkan udangnya. Setelah udang masuk, jangan dimasak terlalu lama lagi karena udangnya jadi mengkerut
  4. Sajikan panas dengan atau tanpa nasi putih
01pindang2

Friday, 7 October 2011

Resep Perkedel Tahu a la Keluarga Cinta

perkedel tahu1


 
Ini resep yang gampang banget, cuma perlu tahu dan telur saja :)

 
Bahannya hanya :

 
2 potong tahu putih (kira kira @ ukuran 10x5cm)
2 butir telur, kurangi sedikit putihnya
1/3 sdt kaldu bubuk/garam
sedikit vetsin kalo suka

 
Caranya :

 
  • Hancurkan tahu dengan menggunakan garpu.
  • Kocok lepas telur, beri kaldu bubuk/garam dan vetsin, campur dengan tahu yang sudah hancur. Adonan tidak boleh terlalu cair karena akan menjadi ceper kalau digoreng
  • Goreng sesendok demi sesendok. Jangan dibalik sebelum bagian bawah benar benar kering.
  • Sajikan sebagai lauk atau camilan
  • Hasil jadi 10  perkedel tahu yang gurih :)


 
perkedel tahu2

Thursday, 4 November 2010

Kering Tempe My Way... :)


Aku bukan penggemar tahu ataupun tempe....terutama kalau tempe cuma digoreng dengan sedikit garam..apalagi dicemplungin ke dalam sayur...uuuggghhh...gak banget...

Tapi kalau tempe dimasak kering begini, aku suka, tapi harus yang bener bener enak. Dan selama ini, menurutku, kering tempe yang paling enak adalah buatan Mamieku. Tempenya empuk (tempe Semarang memang tidak sepadat tempe Jawa Timur), bumbunya merasuk, dan legit. Biasanya Mamie masak kering tempe sebagai pendamping sayur lodeh.... Di beberapa pasar tradisionil di Semarang, kering tempe ini dibuat sebagai pendamping ketan (ketan diberi parutan kelapa dan kering tempe ini...rasanya cocok banget)

Yang aku perhatikan dari kering tempe buatan orang orang, kebanyakan tidak memakai santan, sedangkan kering tempe Mamie pakai, jadi tambah enak. Tapi  beda kering tempe beliau dan kering tempeku adalah...aku tidak pakai lengkuas dan daun salam. Karena dua bahan itu membuat masakan kerasa 'nJawani dan seperti yang pernah aku bilang, kalau makin sering dihangatkan, rasanya makin dominan. Eh, ada satu bahan yang Mamie pakai tapi aku nggak pakai, karena lagi nggak punya stock, yaitu udang kecil kupas.

Nah, tadi pagi aku sempat masak ini dan sekarang aku share resep kering tempe a la Keluarga Cinta. Buat cici,adik dan keponakanku, ingat  ya, kalau pengen persis masakan Mak Kiem, nggak pake tomat, tapi ditambah lengkuas gecek, daun salam, udang dan sedikit gula Jawa (secuil aja, asal ada, biar sedep kata Mak)...

Bahan :

2 papan tempe, potong kotak kecil
5 bawang merah,rajang tipis
4 bawang putih, rajang tipis
5 cabe rawit atau sesuai selera
2 cabe merah besar iris miring atau kotak kotak
1 tomat merah besar, potong potong
1 gelas air (kalau tempenya keras, pakai 2 gelas air)
50 ml santan kental siap pakai
4 sdm kecap manis (nggak pernah ketinggalan ! :D)
1 sdt garam

Cara membuat :

Goreng tempe setengah matang, sisihkan
Tumis bawang putih dan bawang merah sampai harum
Masukkan cabe dan tomat, tumis sampai layu
Masukkan tempe, aduk sebentar
Tambahkan kecap manis, aduk rata
Masukkan air, santan dan garam
Masak sampai mengering sambil diaduk aduk
Sajikan...



Note : cara menghangatkan bisa dikukus, atau pakai wajan langsung. Kalau pakai wajan langsung, harus ditambahkan sedikit air lagi supaya tidak gosong...

Thursday, 20 May 2010

Tahu Campur Lamongan a la Keluarga Cinta



Aku tuh penggemar tahu  campur Lamongan... Itu loh campuran tahu, perkedel singkong, selada, taoge, mie yang disiram dengan kuah daging dan diberi sambal petis.

Sayangnya, kalau di sekitaran rumahku nggak ada tahu campur yang benar benar enak dan bisa diandalkan kedatangannya. Yang sering lewat (nggak sering banget sih, paling dua minggu sekali, itu juga kalau nggak hujan), rasanya nggak karuan. Kuahnya nggak panas. Petisnya banyak pasirnya, tahunya asem dan dagingnya bener bener apkiran, alias daging hancur dan lemak yang istilah orang Jawa 'ngendal', kalau dimakan meninggalkan jejak tidak nyaman di langit langit pokoke rasanya nggak kanan nggak kiri. Setiap mau beli aku tanya dulu ada otot (sapi) nya nggak? Paknya bilang ada...setelah jadi ternyata hanya lemak kuning yang si Ling Ling (kucingnya Cinta) dikasih aja nggak mau :-/. Suamiku kalau pesan mintanya pakai 'tulang muda', eh diberinya tulang beneran. Hehehe... langsung selera makan kami jatuh ke jurang yang paling dalam.... halaaaahhh....hiperbola banget ya :D. Tapi ya nggak kapok kapok, kalau pas pengen, pas dia lewat, aku beli juga, walaupun setelah makan selalu ngomel hal yang sama...

Kalau toh ada yang lumayan enak, temennya tukang tahu campur keliling itu, lewatnya nggak teratur banget. Kalau aku lagi pengen, ditunggu sampai malam nggak lewat, giliran aku sudah kenyang habis makan malam, nggak pengen tahu campur, eh, lewat....sebel kan? Sampai si Cinta suka nggodain. Kalau dari jauh kedengaran suara 'pur..campur..' sambil si penjual nggebrag nggebrag atap gerobagnya, sambil senyum senyum Cinta bilang 'Mamie sekarang pasti lagi nggak pengen tahu campur ya? Makanya itu paknya lewat' :D

Karena itu sudah lama aku menahan rindu dendam, pengen buat tahu campur sendiri yang isiannya bisa customized, tulang muda, otot dan daging yang berlemak enak saja. Kesampaiannya baru kemarin. Pagi pagi waktu ke pasar nyari ikan, aku beli pernik pernik tahu campur yang ternyata banyak. Itu juga masih ada yang kelupaan. Waktu mau makan kok rasanya ada yang kurang...pikir pikir, oalah....kerupuk kecil kecilnya nggak ada. Dengan terpaksa semalam kami makan tahu campur tanpa kerupuk.

Tadi pagi bawa ke kantor buat sarapan bareng teman teman, nyari kerupuk di kantin, ternyata dapatnya kerupuk (maaf) upil yang berwarna warni dan sudah agak melempem. Tapi nggak papa, yang penting tahu campurnya sendiri wuenak :D

Resep tahu campur sama dengan resep rawon, tapi tidak pakai kluwak. Jadi ini resep yang aku pakai kemarin. Manis asinnya disesuaikan dengan lidah masing masing ya..karena yang namanya resep masakan tuh nggak bisa pas persis, apalagi kalau yang masak aku, kurang asin tambahin garam,kurang manis tambahin gula,keasinan dan kemanisan tambahin air..hehehe...:

Kuahnya :



Bahan :

500 gr kaki sapi potongan (beli di supermarket aja, sudah bersih)
500 gr daging sandung lamur (daging yang berlemak tapi lemaknya nggak yang ngendal) potong potong sesuai selera
5 lembar daun jeruk purut buang tulang daunnya
2 batang serai ambil bagian putihnya saja, memarkan
4 cm jahe, memarkan
4 cm lengkuas, memarkan
segumpal gula merah (kira kira 20 gram kali ya)
1 1/2 liter air
daun bawang rajang kasar
bawang goreng

Bumbu yang dihaluskan :

10 bawang merah
7 bawang putih
6 kemiri goreng
1/2 sdt kunir bubuk
1/2 sdt ketumbar bubuk
1/2 sdt merica bubuk
3 cabe merah rebus (biar kuahnya merah cantik)
1 1/2 sdm garam
1 sdt penyedap (kalau suka)

Cara membuat :

Tumis bumbu halus, daun jeruk, jahe, lengkuas sampai harum
Masukkan daging, kaki sapi tumis sebentar, lalu tambahkan air, gula merah, garam, penyedap rasa, rebus sampai empuk. Aku pakai panci presto aja, biar nggak kelamaan :)
Masukkan daun bawang dan bawang goreng.


Perkedel singkong :



1 kg singkong, kupas, parut, peras, buang airnya, campur dengan bumbu yang dihaluskan. Bentuk bulat bulat gepeng seperti perkedel, goreng dengan api kecil sampai matang.

Bumbu yang dihaluskan

4 bawang merah
4 bawang putih
1 sdt garam
1/3 sdt kunir bubuk
1/3 sdt ketumbar bubuk
sejumput penyedap rasa


Bumbu petis (campur semua) :

1 1/2 ons petis kualitas nomor 1
1 1/2 ons petis kualitas nomor 2
5 bawang putih iris tipis goreng, haluskan
5 sdm air panas

Bahan lain :



Selada cuci bersih, potong kasar
Tahu matang (beli di pasar, goreng ulang biar steril :D)



Taoge, siram dengan air mendidih, tiriskan
Mie matang, siram dengan air mendidih, tiriskan



Lontong (kalau mau, tapi kalau orang jualan tuh biasanya nggak pakai lontong) :D



Cabe rawit rebus sebentar
Kerupuk udang kecil kecil

Cara penyajian :



Haluskan cabe rawit dan petis di dasar mangkuk / piring, tuangi kuah panas sedikit, aduk rata
Beri potongan lontong, tahu, perkedel singkong, taoge, selada dan mie
Siram dengan kuah panas dan daging
Beri kerupuk di atasnya.




Petisnya sengaja di campur antara KW 1 dan KW 2, karena kalau hanya salah satu, rasanya kurang mantap.

Ribet ??? Sumpah iya !! Setengah hari aku nguplek di dapur nyiapin ini....Tapi sebanding kok dengan puasnya....

Resep di atas bisa untuk 10 - 15 orang...jadi kalau cuma mau buat keluarga kecil, bikinnya dikit aja ya..soalnya makan tahu campur ini sebenarnya cuma makan iseng aja..sepiring sudah kenyang.

Thursday, 1 April 2010

Tumis buncis & tahu



Sungguh, aku tidak bisa hidup tenang tanpa kecap manis :). Di rumah, minyak goreng boleh habis (karena aku bisa masak dengan margarine), vetsin boleh habis (karena bisa diganti dengan gula pasir), tapi kalau kecap manis habis, aku pasti panik. 

Karena untuk masakan sehari hari aku sering pakai si hitam kental ini. Kecap manisnya juga nggak boleh asal kecap, harus pakai Bango. Berdasarkan pengalamanku, kecap manis Bango tidak merubah rasa suatu masakan. Aku pernah memasak bestik lidah dan mengganti kecap Bango dengan kecap L**** pemberian teman, ternyata setelah matang rasanya seperti gosong (sangit). Tapi kecap merk ini enak banget kalau dipakai untuk bumbu sate kambing.  Pernah juga masak mie goreng memakai kecap ***, waktu masakan jadi, rasanya juga seperti ada bau apaaaaaaaaaa gitu. Nggak bisa dijelaskan, tapi merubah rasa mienya. Entahlah, mungkin lidahku yang rewel, tapi sejak aku kenal Bango aku selalu pakai kecap ini.

Ini salah satu masakan yang sering aku buat kalau nggak ada waktu masak yang susah susah. Menurutku, makin lama, rasanya makin enak. Bumbunya makin merasuk. Aku sengaja tidak pakai lengkuas dan daun salam, karena kedua bahan ini kalau dimasukkan dalam masakan yang harus dihangatkan lagi menjadi terlalu dominan.

Bahan :


½ kg buncis, potong potong
4 tahu putih, potong kecil goreng setengah matang (bisa juga pakai tahu matang)
5 bawang merah iris tipis
5 bawang putih iris tipis
5 cabe rawit potong kasar
1 cabe merah, potong serong
1 buah tomat potong kasar
+/- 4 sdm Kecap manis (kurangi kalau tidak suka manis)
Seujung sendok teh vetsin
Garam secukupnya
Sedikit air

Cara membuat :

Tumis bawang merah, bawang putih, lengkuas dan daun salam sampai harum
Masukkan buncis, tumis sampai berubah warna
Masukkan tahu, kecap manis, garam, vetsin, cabe dan tomat
Tambahkan sedikit air.
Masak sampai agak kering
Sajikan

Tuesday, 8 September 2009

Tahu telor a la Keluarga Cinta




Ini salah satu makanan kesukaan Pok suamiku. Tidak jelas aslinya dari mana. Ada beberapa daerah yang mempunyai nama berbeda untuk sajian ini. Tapi buat kami, keluarga Cinta, yang namanya tahu telor ya yang ini.

Cara membuatnya sangat mudah.

Bahan bahannya hanya :

1 potong sedang tahu putih
2 telur ayam
1/3 sdt garam
1/3 sdt vetsin (boleh di skip kalau tidak suka)
Beberapa lembar kol iris halus
Taoge dibersihkan, rebus sebentar
Seledri dirajang halus

Cara membuat dadar tahu :

Hancurkan tahu, campur dengan telur, garam dan vetsin, kocok rata lalu dadar sampai matang.

Sedangkan bahan untuk bumbu petisnya, adalah :

2 sdm kacang goreng
3 biji cabe rawit goreng (atau sesuai selera)
1 siung bawang putih goreng utuh
1 sdm petis udang
2 sdm kecap manis (atau sesuai selera)
3 sdm air matang

Haluskan semua bumbu, cairkan dengan air matang.
Kalau petis kurang asin, boleh tambahkan sedikit garam
Bawang dan cabe sengaja digoreng supaya tidak terasa 'langu'
Hasil bumbu petis akan sedikit cair.

Cara penyajian :

Letakkan dadar tahu di atas piring, beri kol, taoge dan daun seledri


Tuangkan bumbunya (sesaat sebelum dimakan) dan taburi gorengan kacang tanah dan bawang merah goreng (tapi kali ini aku nggak pakai soalnya males nggoreng.. :D)



Nikmati dengan lontong atau nasi putih atau sajikan begitu saja.

Monday, 6 July 2009

Tahu Pong Semarangan



Kalau kita ke Semarang, pasti banyak penjual tahu pong bertebaran. Memang tahu pong merupakan salah satu trade mark kota Semarang.

Tapi kalau nggak sempat ke Semarang, kita bisa bikin sendiri loh. Kuncinya hanya pada saus petis dan tahu pongnya. Tahu pong adalah tahu yang kalau digoreng tengahnya jadi kosong dan kulitnya terasa renyah. Pada saat menggoreng gunakan minyak banyak dan api dengan panas sedang. Jangan buru buru menggorengnya, karena kalau kurang kering, dengan cepat tahu yang sudah menggembung akan mengempes lagi.

Satu porsi tahu pong biasanya berisi potongan tahu goreng, tahu emplek (=dadar tahu) dan gimbal udang. Disajikan secara terpisah dengan saus petisnya, ditambah acar lobak dan gilingan cabe rawit.

Ini resep resepnya kalau mau coba :

Saus Petis

Bahan :

100 gr gula merah
50 gr petis udang
4 siung bawang putih cincang
5 sdm kecap manis
1 sdt vetsin
1/2 sdt garam (atau sesuai selera)
1 1/2 gelas air

Cara membuat :

Rebus gula merah dan petis udang dengan air sampai larut.
Saring supaya kotorannya tidak terikutkan.
Panaskan lagi air gula, tambahkan kecap manis, bawang putih cincang, vetsin, garam, masak sampai mendidih.


Tahu emplek :

Bahan :

2 telur kocok lepas
5x5 tahu dihancurkan
1/4 sdt garam
1/4 sdt vetsin

Cara membuat :

kocok semua bahan, dadar sampai matang


Tahu Gimbal :

100 gr udang besar, buang ekor dan kepalanya
2 bungkus tepung bakwan siap pakai
250 cc air

Cara membuat :

Cairkan tepung bakwan dengan air sampai rata, masukkan udang
Goreng dengan minyak panas sampai kering
Potong potong
Sajikan

Acar lobak :

1 lobak besar, kupas, iris tipis
1 sdm garam
3 sdm gula pasir
1 sdt cuka

Cara membuat :

Remas remas lobak dengan garam sampai layu, cuci bersih
Tambahkan gula pasir dan cuka, aduk rata, simpan dalam kulkas sampai waktu yang diperlukan


Untuk 4 porsi


Note : saus petis memang encer.. :)




saus petis

Monday, 13 April 2009

Resep tahu bacem



Tahu dan tempe bacem memiliki rasa yang manis dan gurih. Cocok sebagai camilan atau perlengkapan tumpeng.


Bahan :

Tahu (plus tempe kalau suka)
Air kelapa
Bawang putih dihaluskan
Gula jawa sedikit, sisir halus
Daun salam
Garam
Ketumbar bubuk (sedikit saja)

Cara memasak :

Campur semua bumbu, rebus tahu sampai meresap.
Goreng sebentar dengan minyak panas.
Sajikan

Sunday, 8 February 2009

Tahu isi sayuran



Akhir akhir di Surabaya ini agak sulit kalau pengen beli tahu isi yang isinya sayuran. Seringnya isi bihun. Mungkin karena isi sayuran cepat basi, kalau dijual bisa rugi.
Karena kangen, akhirnya saya buat sendiri. Membuatnya gampang kok. Untuk tepung pelapis, saya pakai campuran beberapa jenis tepung untuk mendapatkan gorengan yang renyah dan empuk sekaligus gurih. Kalau tidak ada, cukup tepung terigu dan tepung beras, beri sedikit garam dan telor.

Bahan tahu isi :

Tahu goreng, potong sesuai selera, keruk isinya untuk campuran sayuran
Wortel iris korek api
Taoge panjang
sedikit seledri dicincang halus

Bahan tepung pelapis :
Tepung beras
Tepung kanji sedikit
Tepung terigu protein rendah (biar renyah)
Tepung bumbu siap pakai
Telor
Air secukupnya
Bumbu yang dihaluskan untuk menumis sayuran :

Bawang putih
Bawang merah

Garam
Merica
Gula pasir sedikit
Garam

Cara membuat :

Isi sayuran:

Tumis bawang merah dan bawang putih yang telah dihaluskan, beri sedikit merica bubuk, tumis sampai wangi
masukkan wortel dan taoge
bumbui dengan garam dan gula pasir. Masukkan isi tahu yang telah dihancurkan, aduk sampai rata dan matang. Isikan pada kulit tahu yang sudah kosong sampai penuh.


Tepung pelapis :

campur semua bahan, beri air sedikit. Adonan dibuat agak kental agar bisa melapisi tahu dengan sempurna

Penyelesaian :

Masukkan tahu yang sudah digoreng kedalam adonan tepung pelapis, langsung goreng dengan api kecil dan minyak banyak sampai kecoklatan. Tiriskan. Sajikan dengan cabe rawit.

Friday, 16 January 2009

Tahu Telor

Bahan :

6 btr telor
2 piring taoge
7 helai daun seledri diiris halus
2 buah tahu kuning dipotong kecil/tipis
garam
merica
minyak goreng secukupnya

Bumbu yang dihaluskan :

6 sdm kacang tanah goreng
9 siung bawang putih
10 cabe rawit
garam
gula merah secukupnya
cuka sedikit
air

Tambahan :
Seledri dirajang halus
Taoge di rebus.

Cara memasak :

Kocok telur, tambahkan garam, merica, masukkan potongan tahu, panaskan minyak goreng ( harus banyak) goreng campuran telor tadi menjadi 3 dadaran . Setelah matang angkat ( goreng sampai warnanya kuning kecoklatan) dan sajikan dengan bumbu yang telah dihaluskan tadi.