Monday, 7 November 2011

Kebersamaan dan Kekeluargaan di Sumber Taman Probolinggo

01IDULADHA
sengaja dibuat foto hitam putih biar nggak ngeri :D




Sabtu tanggal 5 November 2011 kemarin, kami sekeluarga plus Yuk Turah pergi ke Probolinggo. Tujuan utama mengantarkan Yuk pulang mengambil baju (karena katanya Yuk kerasan kerja di rumah kami jadi mau bawa baju lebih banyak, Puji Tuhan :D)  dan menyelesaikan urusan pribadinya. Tujuan kedua, Cinta kangen sama mas Anggie, tujuan ketiga, Apak kepengen ketemu temen temennya, tujuan keempat aku pengen jalan jalan, refreshing ... :). Kami berangkat sekitar jam 4 sore. Sampai Probolinggo sudah hampir jam 9 malam karena macet.

Masjid Sumber Taman di depan rumah Bunda sudah ramai, layaknya malam takbiran...tenda terpal dipasang di tengah lapangan. Musik dari Masjid tidak berhenti sampai pagi seiring suara kambing kambing yang diikat di pinggir lapangan, anak anak yang ramai bermain semalaman, bapak bapak yang main kartu di gazebo di depan rumah salah satu warga.

Hari Minggunya,aku baru bangun sekitar jam 7 pagi, dan aku lihat di halaman masjid orang sudah mulai sibuk menyembelih sekitar 18 kambing, menggantungkan di tempatnya lalu mengambil daging, jerohan,kaki dan iga. 

Si Genduk Cilik yang bangun belakangan, rupanya tertarik juga ingin ikut lihat proses yang terjadi di lapangan. Apak awalnya kuatir Cinta bakal takut....ternyata tidak. Sedikit giris waktu lihat kambing yang masih kejang kejang setelah disembelih, tapi kemudian biasa saja... :D


01IDULADHA11


Yang bekerja di lapangan adalah bapak bapak warga setempat. Mereka menimbang dan mendistribusi, membagi pekerjaan antara mereka sendiri dengan penuh semangat dan keakraban.

01IDULADHA4



Sementara ibu ibunya sibuk mengiris daging dan jerohan...sebagian dibuat gule, sisanya ditusuk dibuat sate. Rumah Bunda, iparku, selama bertahun tahun menjadi tempat pool panitia. Walaupun kemarin Bunda sibuk di kantor dan tidak ikut dalam acara ini, tapi sebelumnya beliau sudah mempersiapkan semuanya, termasuk piring, sendok, bumbu, arang dan lain lain lalu memasrahkan kepada bu Slamet salah satu tetangga. Ibu ibu bisa bekerja di rumah Bunda dengan arahan dari bu Slamet. Ibu ibu keluar masuk dapur dengan santai, karena dapur Bunda mempunyai pintu akses terpisah, tidak harus lewat ruang keluarga.


01IDULADHA2



Gule sepanci besar ini  berisi jerohan kambing dan daging iga. Dimasak untuk kemudian dimakan bersama oleh panitia Kurban.
01IDULADHA5


Daging dan lemak dibuat sate....

01IDULADHA3


Nah, kalau yang ini, aku baru pertama kali lihat. Daging yang telah ditusuk, kemudian ditancapkan pada sepotong pelepah pisang dulu baru dibakar.

01IDULADHA8


Tujuannya supaya tusuk sate tidak terbakar dan patah. Juga memudahkan untuk membalik balik sate di bakarannya. Pelepah pisang bisa dipakai berkali kali.

01IDULADHA7


01IDULADHA6


Setelah sate siap, mulai dibagi ke dalam piring piring nasi, dituangi gule...lalu secara estafet dibagikan kepada bapak bapak yang sudah selesai bekerja.

01IDULADHA9


Rame rame mereka makan siang di depan Masjid. Selesai makan, piring piring yang menumpuk dicuci oleh ibu ibu. Sisa gule dan sate dibagi rata di antara mereka setelah ditinggalkan sebagian untuk keluarga Bunda. Sedangkan bapak bapaknya kembali bekerja membereskan bekas lokasi penyembelihan sampai bener bener bersih baru pulang ke rumah masing masing. Bunda yang baru pulang siang hari tidak perlu repot  bebersih lagi.

Luar biasa...itu kesan yang aku dapatkan dari kegiatan ini, walaupun aku tidak ikut merayakan Idul Adha :).  Dan kebersamaan seperti ini tidak hanya pada acara Idul Adha, tetapi juga ketika ada acara doa, orang meninggal dan acara acara lain. Tetangga datang untuk membantu tanpa rasa terpaksa walaupun tidak ada imbalan berupa uang. Hal yang mungkin sudah tidak banyak terjadi di kota besar... di mana sering kali uang semata yang menjadi semangat dan perangsang kerja. Nggak ada uang, nggak ada bantuan datang :(

01IDULADHA10


Bersyukurlah mereka yang masih bisa menjaga kebersamaan dan kekeluargaan di dunia yang makin tidak peduli ini.

3 comments:

Shirley said...

Sip yo kerja samanya. Sumber Taman itu di Probolinggo kota atau di mana toh Han. Kok bolak balik dirimu main ke Probolinggo tapi kita nggak pernah ketemuan. Hari itu aku malah makan sate kambing di RM Sumber Hidup. Ngertio aku mampir rumah saudaramu ya :D

Keluarga Cinta said...

Shirley,

Sumber Taman itu termasuk Probolinggo Corek 'kali yah...terletak di pinggiran, arah kalau mau ke Leces. Deket pabrik keramik apaaaa gitu (aku gak hapal) :D

cheers :)

ita batam said...

Suasana dan kebersamaan seperti ini yang gakbisa di dapetin kalo kurban 'diwakilkan' atau di lakukan diluar kota.
Anak2 kita jadi gk dapet spirit ya..
COngrats say..semoga kebiasaan2 baik selalu hidup dan dapat dijadikan teladan, amin