Friday, 19 November 2010

Rucuh Mangga


Musim mangga di Probolinggo, kampung halaman suamiku adalah saat yang sangat menyenangkan, karena kota ini terkenal dengan hasil mangganya.

Sepanjang jalan dari Ngopak  ke Probolinggo banyak sekali penjual beraneka macam mangga di pinggir jalan dengan harga yang cukup murah.

Mangga yang paling banyak dijual adalah mangga Manalagi dan Gadung (kalau di Jawa Tengah disebutnya Arum Manis). Kalau lagi musim, sekilo bisa dihargai hanya Rp 2,000 !
Namun tetap kita harus tahu bagaimana cara memilih mangga yang benar benar sudah tua.

Tapi kalau ke Probolinggo, aku hampir tidak pernah beli mangga, kecuali ada teman atau saudara yang nitip, karena di depan rumah keluarga suamiku ada 2 pohon mangga Manalagi besar, yang kalau lagi berbuah dengan baik dan benar, bisa sampai berlimpah limpah. Sayangnya musim mangga kali ini tidak terlalu bagus karena jatuhnya hujan.  

Beberapa waktu yang lalu, ketika aku ke sana, buahnya belum semuanya tua, kalau toh ada yang matang, sebagian besar rusak di dalamnya. Siang itu,daripada nganggur nunggu kakak iparku yang sedang arisan, aku iseng suruh si Yuk untuk mengambil beberapa butir mangga. Si Yuk rupanya kesenengan disuruh ambil mangga, walaupun sudah dapat banyak, dia masih terus aja nyari dan karena galahnya nggak pakai selongsong di atasnya, kadang mangga yang masih mudapun ikutan jatuh :)

Ketika kakak iparku pulang, dia bilang bahwa suaminya beliin mangga Gadung yang suluhan (masak di pohon) buat kami, khususnya aku, karena suamiku nggak suka mangga selain mangga Manalagi. Hihihi...jadi malu hati.... 

Tapi karena kakak iparku dan anak sulungnya juga suka mangga mengkal, seneng seneng aja melihat mangga hasil kerja si Yuk. Jadi mangga yang sudah tua tapi belum matang,kami makan begitu saja atau dengan cocolan bumbu garam, terasi  dan ulekan cabe rawit,sedangkan yang masih bener bener muda aku buat rucuh mangga kesukaanku.



Beberapa mangga yang ada di atas genting, bentuknya aneh, bagian bawahnya hampir persegi,tapi jadinya daging buahnya tebal banget.

Nah, soal rucuh mangga tadi, sebenarnya adalah manisan atau asinan mangga. Kenapa namanya jadi rucuh mangga? nggak tahu, temen temenku yang kasih nama... :D

Cara membuatnya gampang kok..

Mangga muda diiris tipis (aku pakai slicer supaya tebal tipisnya sama), lalu diremas remas dengan garam, cuci bersih, taruh di wadah,lalu beri gula pasir dan sedikit cuka supaya rasanya lebih menggigit. Kalau suka, beri potongan cabe rawit, aduk rata, simpan semalam di kulkas. Besoknya keluar airnya. Rasanya suegerrrr...makin lama makin enak karena cukanya makin meresap.







Ciri ciri mangga yang sudah tua adalah bagian bawahnya tidak lancip lagi tapi sudah membulat. Tempat bekas tangkai berlubang dan bintik bintik di kulitnya sudah besar dan jelas. Kalau mangga Manalagi, di bagian bawahnya ada sedikit garis hitam dan tentu saja yang sudah wangi. Khusus mangga Manalagi yang sudah tua, kalau di belah, di bagian dalam ada bintik bintik coklatnya. Makin matang, makin banyak bintik bintiknya....kadang orang yang tidak tahu malah mengira busuk :)

 


yang kecil mangga Manalagi, yang gede mangga Gadung (Arum manis)


**Jadi kangen rumah Mamie di Semarang yang pohon mangga Arum Manisnya juga lagi rajin berbuah sekarang... Kalau matang,walaupun masih keras, warnanya orange tua dan manisnya bukan main, sampai kalau lagi musim mangga pasti identik musim jerawat juga :D. Sayangnya nggak bisa dicangkok, mungkin karena pohonnya sudah terlalu tua**



3 comments:

thekyzt said...

Toss dulu dong mba Hanna..!! hehheh...Aku juga paling suka mangga mudaaaaa...dan juga harus mangga gadung. Sekali lagi toss, paling suka dicocol garam biasa, atau dibikin manisan mangga : gula & cabe rawit diulek kasar, trs mangganya diremes pake bumbu itu, masuk kulkas, aduhh syegeeeeeeerrr...hehhe...

Shirley said...

Jadi ingat almarhum ibu kos. Aslinya aku nggak suka mangga yang nggak manis, tapi kalo lagi laper dan anak sekos ngumpul, mangga2 ibu kos jadi sasaran juga.
Pilih mangga yang udah gede, nggak mateng nggak masalah, banting2 ke lantai semen sampai getahnya banyak yang keluar. Kadang2 mangganya sampai retak karena anak2 kos terlalu hot membantingnya. Kalo sudah baru dicuci bersih, dikupas, iris2 tipis, masukkan ke wadah, kasih gula banyak2, dioplos gaya bartender. Hmmmm, wenakk!

Keluarga Cinta said...

Kris & Shirley,

kalo lagi musim mangga gini, yang nggak kuat gigiku..habis makan asinan gini pasti ngilu semua

kalo yang dibanting atau cepitin pintu kedondong juga wuenak yo, Shir..hmmm....mbayangin aja sudah linu gigiku.. :D