Wednesday, 21 September 2011

Rajungan (Bukan Kepiting Biasa) :D

01rajungan

Mungkin untuk sebagian orang, Rajungan bukan seafood yang menarik untuk dikonsumsi, karena badannya yang bermotif bentol bentol mengerikan dengan duri runcing di badan dan capitnya. Tapi bagi yang sudah pernah merasakan, pasti setuju bahwa Rajungan jauh lebih enak daripada Kepiting, saudara sepupunya :). Kulit Rajungan lebih empuk dan mudah dikupas, tapi duri duri di capitnya sering melukai jari bagi yang tidak biasa makan.

Rajungan hidup bebas di dalam laut, keluar dari laut, mereka mati. Sedangkan Kepiting, ada peternakannya, hidup di luar air selama 2 - 3 hari saja masih bisa bertahan hidup. Karena itu konon bagi orang yang mengharamkan makan hewan yang bisa hidup di dua alam, Rajungan tidak termasuk haram.

Telur Rajungan (menurut yang suka, sayangnya aku nggak suka :D) enak sekali...Tapi Rajungan Betina memiliki daging yang tidak terlalu tebal. Sedangkan Rajungan Jantan, dagingnya lebih tebal. Rasa daging Rajungan manis dan gurih. Nah, aku sekarang aku coba share tips memilih Rajungan Betina dan Jantan ya.

Cara membedakannya gampang banget. Balik saja badannya, dan perhatikan segitiga yang ada di tengah tengah badan Rajungan. Kalau segitiga itu bentuknya agak persegi seperti ini, maka Rajungan itu adalah betina.

01rajungan3

Sedangkan, bila segitiga itu runcing tajam begini, pasti jantan.

01rajungan2

Kalau membeli Rajungan, pilih yang berat. Trus sampai di rumah, cuci bersih dan langsung diolah, jangan masuk kulkas apalagi freezer.Karena kalau masuk kulkas, dagingnya akan mengkerut.

Ada banyak cara memasak Rajungan, bisa dimasak Kare, saus asam manis, atau saus tiram. Tapi buat aku, Rajungan paling enak kalau dikukus biasa saja. Kemudian dinikmati, bisa dengan sambal kecap dan jeruk, atau plain murni tanpa cocolan apapun (which is jauh lebih terasa nikmatnya, lagi lagi menurut aku :D)

Mengukus/memasaknya juga jangan terlalu lama, karena makin lama, Rajungan akan menjadi makin kecil.

01rajungan4

Apabila terkena air panas atau dimasak, badan Rajungan akan berubah warna menjadi orange kemerah merahan.

Serat daging Rajungan Jantan lebih tebal daripada yang betina apalagi dibandingkan dengan serat daging Kepiting...ini penampakannya :

01rajungan5

Sayangnya akhir akhir ini Rajungan agak jarang dijumpai di pasar atau supermarket. Menurut cerita, setelah nelayan kembali dari laut untuk menjaring Rajungan (menjaring Rajungan barengan dengan menjaring ikan Dorang, maksudnya jaringnya khusus git..), sudah ada pengepul yang membeli hasil tangkapan mereka untuk kemudian dijual ke pabrik, diambil dagingnya dan diexport.

Di Semarang, ada sebuah warung seafood kecil di daerah Pusponjolo yang menyediakan masakan berbahan Rajungan. Dulu waktu hamil Cinta (bahkan setelah Cinta lahir) dan sering pulang ke Semarang, aku, suamiku, Ina - ciciku almarhum dan Mamie selalu menyempatkan ke warung ini. Tapi, sebelumnya harus telpon dan pesan dulu, karena tidak selalu ada. Terakhir kami pulang ke Semarang beberapa bulan yang lalu, kami masih bercita cita makan Rajungan di sana. Sudah ditelpon berkali kali, nggak ada yang angkat. Akhirnya, saking niatnya, kami berangkat langsung....dan ternyata kecewa, karena warungnya sudah beberapa bulan tutup. Pemiliknya masih belum tau, mau buka lagi atau enggak... :(

Belakangan, ada Manto mantan teman kantorku yang berganti profesi menjadi nelayan dan sering menjaring Rajungan. Kalau lagi dapat Rajungan pasti dikirimkan ke rumah, walaupun tidak selalu kebagian yang besar besar (karena yang besar harus disetorkan ke pengepul di laut sana). Suamiku seneng banget sama Rajungan, karena sejak kecil sering dimasakin oleh Ibu Mertuaku di Probolinggo dan Beliau masaknya dengan cara hanya dikukus saja, dimakan sebagai camilan tanpa nasi :)

Harga Rajungan kalau beli di Manto antara Rp 40,000 - Rp 45,000, tergantung besar/kecil, bertelur atau tidaknya. Kalau di Supermarket lebih mahal tentunya...tapi seimbang kok dengan kelezatannya :)

3 comments:

Lia said...

mbaaaak... aku ssssuuuukkkkaaaaa buaanageeetttt ama rajungan. gak pernah mau noleh ke kepiting, sekalipun ga perna beli kepiting hahahaha.... daging rajungan jauh lebih chunky & manis yahhh...
iyah iyah bener susah skrg cari rajungan, di pabean ajah kalopun ad ajuga kecilkeciiiil dan mahaaal. di rumah dimasak dg 2 option: dikukus ajah, ato dibikin kare, sluuuuurpppp dahhh...

teguh said...

iya bener enak, terimakasih telah berbagi info :)

Dipo Dito said...

baru pertama kali nih masak rajungan,itu yg ngegantung di pantat rajungan telornya ya mbak??
barusan aku kukus malah g enak tuh telor pantatnya,mau coba aku goreng aja.
makasih infonya mbak