Tuesday, 30 March 2010

Paru & Babat Gongso



Ini memang bukan makanan sehat,tapi enaaaaaaaak banget.. Rasanya manis, pedes, gurih.  Kalau lagi kangen nasi goreng babat Semarang, suamiku pasti minta dibikinin. Aku bilang,boleh, tapi harus langsung minum madu jamurnya pak Oles ya...biar kolesterolnya naiknya nggak gila gilaan :)

Babat gongso ini termasuk makanan khas Semarangan.Di sana banyak sekali warung makan yang menunya nasi goreng babat. Yang lewat di perumahan dengan gerobak juga banyak, biasanya di sore atau malam hari. Walaupun namanya nasi goreng babat, tapi kita bisa customize, memilih apa yang kita mau, pilihannya ada paru, babat, usus, lidah, hati atau limpa sapi, semuanya sudah matang, dimasukkan dalam baskom  blirik. Setelah itu baru dimasak lagi dengan diberi bumbu bawang merah, bawang putih, kecap, garam,vetsin dan sambal matang. Dimasak dengan menggunakan anglo dan arang. Baunya wangi sekali.

Kalau  membuat sendiri di rumah, ada 2 step yang aku kerjakan. Step pertama mempersiapkan paru dan babatnya dulu, dibumbui dengan cara dibacem.

Bumbu babat goreng :


1 kg babat /paru / limpa / usus atau apa sajalah jeroan kesukaan kita
10 bawang putih
8 bawang merah
1 sdt ketumbar (aku pakai ketumbar bubuk)
2 sdt garam
1 sdm gula merah
½ sdt kunir bubuk
1 ruas lengkuas, memarkan
4 lembar daun salam
1 lt air untuk merebus

Cara membuat :

Haluskan semua bumbu kecuali lengkuas dan daun salam
Rebus air sampai mendidih, masukkan bumbu, lengkuas, daun salam dan paru/babat, rebus sampai empuk (kalau pakai presto sekitar 20 menit)
Tiriskan. Goreng.
Pada tahap ini sebenarnya sudah bisa dimakan dengan sambal dan sayur asem.

Kalau mau dibuat babat gongso, bahannya sebagai berikut :


Bumbu babat gongso :


Paru/babat bacem yang sudah digoreng dan dipotong potong
15 Bawang merah
7 Bawang putih
Cabe merah dan cabe rawit sesuai selera
1 sdt garam
1 sdt vetsin
7 sdm kecap manis
1 tomat matang ukuran sedang
Sedikit air


Cara membuat :

Ulek bawang merah, bawang putih, cabe dan tomat. Boleh sampai lembut, tapi kalau aku suka agak kasar, terutama bawang merahnya.
Tumis dengan sedikit minyak sampai harum
Masukkan babat / paru, tambahkan kecap manis, vetsin, garam dan sedikit air
Masak sampai kecap agak kering
Sajikan dengan nasi hangat

Atauuu...bisa juga langsung dibuat nasi goreng babat, caranya setelah semua yang di atas jadi, campurkan nasi putih yang tidak panas dan goreng sampai kering. Jangan membuat nasi goreng dengan nasi panas ya, karena nasi gorengnya nanti jadi lengket. Tambahkan timun, selada atau tomat biar tidak enegh.

Oiya, kalau menggoreng babat/paru hati hati karena mereka meletus letus dengan sadis. Tutup wajan dan balik hanya 1 kali saja, otherwise tangan dan wajah kita bisa kena minyak panas.

Selamat mencoba dan jangan lupa, setelah itu minum madu jamur pak Oles ya...hehehe...


4 comments:

yunita said...

mbak...jadi ngences nih.Hehehe..mmg babat gongso top markotobbbbbb!!!!Gara2 kuliah di semarang jadi ketularan suka masakan pedas,manis (kecap) & gurih.

Tuty @Scentofspice said...

Hanna,
Dikau menggoda aku dengan masakan Semarang nih. Resepmu akan aku coba.

BTW, aku masih utang resep nih sama kamu :) Janji pasti kubayar.

Keluarga Cinta said...

@ Yunita : hehehe...ketularan seleranya 'cah' Semarang ya..

@ Tuty : tambahin pete tambah sedep, Tut ;p

Anonymous said...

mbak, klo babat gongsonya pake tomat ntar rasanya lain loh... :)
-salam kenal dr cah semarang-