Friday, 16 April 2010

Third Anniversary Food Monster yang heboh..



Happy birthday to you...
Happy birthday to you...
Happy birthday............
Happy birthday............
Happy birthday, Food Monsters.....!!

Hari Minggu 11 April 2010 kemarin, perayaan ultah Food Monster ke tiga dirayakan di Arvian, digabung dengan latbar (latihan bareng) special. Nggak purely latbar sih, lebih kepada kursus. Moderator FM mendatangkan chef Giat, chefnya coklat Tulip yang mendemokan cara membuat cake dan membuat dekorasi coklat. Peserta dibatasi hanya 40 orang karena keterbatasan tempat di Arvian. Waktu ketemuan..loooh...ternyata banyak wajah wajah yang sudah akrab..hihih...nggak nyangka ketemu lagi di sini.



Acara dimulai pukul 9 pagi. Diawali dengan sambutan dari mbak Lia, perkenalan moderator Food Monster dan langsung lanjut dengan demonya chef Giat. Selama demo para peserta boleh bertanya dan langsung dijawab dengan jelas dan sabar oleh Chef.

Di sela sela demo, ada pengundian doorprize....yang tengah pakai baju kuning itu mbak Lia F. Dewi (dapurgue), founder Food Monster...



dan sampai akhir acara, pengundian door prize terus berlangsung. Semua peserta, bahkan yang tidak jadi datang tetap dapat jatah door prize...wasn't it fantastic? :)



Setelah cake yang dibuat oleh Chef matang semua, tibalah waktunya makan siang. Potluck yang berjejer sangat merangsang. Mejanya penuh banget dengan potluck bawaan peserta.



Dan ini potluckku...pastel tutup, puji Tuhan banyak yang bilang enak, cuma kayaknya bawanya kurang banyak jadi banyak juga yang nggak kebagian....maap ya temen temen...janji deh, tahun depan kalo ultah lagi aku buatin sejumlah peserta deh..tapi kalo aku kebagian potluck snack lagi loh ya...hehehe..


Semuanya enak...aku sampai nggak bisa berhenti makan, terutama waktu makan gule kacang hijaunya mbak Rahmah yang mantap....aku sampai nambah nambah.. hihih...jadi malu...

Setelah perut kenyang, ada demo dari Tupper Ware...bagi bagi hadiah juga loh. Aku dapat hadiah corong kecil, waktu bisa menjawab pertanyaan 'apa keunggulan tupper ware'.

Demo dilanjutkan dengan menghias cake yang tadi dibuat. Chef Giat mengajari cara membuat ini :











Dan ini tas alatnya Chef :)


Setelah semuanya selesai, kami photo photoan...sayangnya photo bersama yang terakhir, yang lengkap banget nggak ada di kameraku....kayaknya mas Bambang - photographernya Lezat yang aku mintain tolong lupa mencet tombol kameraku...



Jadi, begitulah....acara ultah ini berlangsung seru, akrab, sarat ilmu dan hadiah....pulang masih diberi sangu leftover potluck dan hasil demonya Chef, yang, swear..enak banget, harus cepat dicoba sebelum resepnya hilang nih :)



Selamat ulang tahun Food Monster, semoga makin solid, makin bertumbuh dan menjadi berkah bagi semua orang. Buat mbak Lia, semua moderator, dan semua food monster, terimakasih...terimakasih dan terimakasih...wis pokoke terimakasih tok.. kalian semua sungguh wonderful !

See you soon !

Friday, 9 April 2010

Customer baru :D


Ini pesanan Monica hari ini. Monica adalah teman sekantorku dan juga customer baruku, organizer meeting yang sudah bosan dengan jenis snack yang biasa dipesan oleh kantor kami.

Dia dapat referensi dari Deasy. Pesanannya pastel tutup dan fruit pie.






Thank you, Monica & Deasy - salah satu dari Pleks yang paling sering merekomendasikan aku kalau ada orang nyari snack di kantor :D

Peach Mill & Muffin Kornet Meita


Ini order yang sempat bikin aku hampir kena serangan jantung…hehehe…hyperbola dikit..

Ceritanya sudah lama Meita pesan snack untuk meetingnya tanggal 8 April. Sudah aku tulis baik baik di agenda. Beberapa kali juga dia sempat mengingatkan tentang order ini.

Nah, pas tanggal 8 April pagi, aku bawalah snack pesanannya ke kantor. Ketemu Meita di lobby. Trus aku tanya, ini kue mau ditaruh di mana. Tau nggak jawaban Meita ? “Emang aku pesan untuk hari ini?? Aku loh pesannya buat besok !”. Ampunnnnnnn……..langsung badanku merinding. Kalau aku yang salah bagaimana. Tapi dengan menenangkan diri aku naik dan taruh snacknya di Pantry lantai 2 tempat Meita kerja. Langsung buka agenda lagi. Bener kok tanggal 8. Nggak sempat ketemu Meita lagi karena aku langsung sibuk dengan para juragan yang hari itu ngantor di Surabaya.. Waktu sudah agak lega, aku telpon Meita, sambil cengengesan dia bilang, bener kok ternyata ini meeting untuk pak Arsi. Nggak nyalahin sih, karena dia memang organize banyak meeting hari itu.

Anyway, pesanannya adalah Muffin kornet yang aku beri mayonese, parutan keju dan jagung manis. Dan Danish pastry dengan vla dan potongan peach, yang aku beri nama sendiri Peach Mill alias kincir buah peach :D

Puas banget bikin pastrynya kali ini. Lapisannya muncul dengan bagus, hasil "berguru" pada Manfred Lange :D



sebelum dioven


setelah dioven


siap kirim

Thank you, Meita...lain kali jangan bikin mbakmu ini jantungan lagi ya ! :D

Tuesday, 6 April 2010

Blueberry Cheese Cake, morning surprise dari Batam


Blueberry Cheese Cake pesanan Liza di Batam untuk Mila, keponakannya di Surabaya yang berulang tahun hari ini.

Cake siap jam 5 dan diambil sebelum jam 6:30 tadi pagi, karena memang mau diberikan sebagai morning surprise




Terimakasih Liza atas kepercayaan dan ordernya, semoga Mila dan teman temannya suka ya.

Thursday, 1 April 2010

Tumis buncis & tahu



Sungguh, aku tidak bisa hidup tenang tanpa kecap manis :). Di rumah, minyak goreng boleh habis (karena aku bisa masak dengan margarine), vetsin boleh habis (karena bisa diganti dengan gula pasir), tapi kalau kecap manis habis, aku pasti panik. 

Karena untuk masakan sehari hari aku sering pakai si hitam kental ini. Kecap manisnya juga nggak boleh asal kecap, harus pakai Bango. Berdasarkan pengalamanku, kecap manis Bango tidak merubah rasa suatu masakan. Aku pernah memasak bestik lidah dan mengganti kecap Bango dengan kecap L**** pemberian teman, ternyata setelah matang rasanya seperti gosong (sangit). Tapi kecap merk ini enak banget kalau dipakai untuk bumbu sate kambing.  Pernah juga masak mie goreng memakai kecap ***, waktu masakan jadi, rasanya juga seperti ada bau apaaaaaaaaaa gitu. Nggak bisa dijelaskan, tapi merubah rasa mienya. Entahlah, mungkin lidahku yang rewel, tapi sejak aku kenal Bango aku selalu pakai kecap ini.

Ini salah satu masakan yang sering aku buat kalau nggak ada waktu masak yang susah susah. Menurutku, makin lama, rasanya makin enak. Bumbunya makin merasuk. Aku sengaja tidak pakai lengkuas dan daun salam, karena kedua bahan ini kalau dimasukkan dalam masakan yang harus dihangatkan lagi menjadi terlalu dominan.

Bahan :


½ kg buncis, potong potong
4 tahu putih, potong kecil goreng setengah matang (bisa juga pakai tahu matang)
5 bawang merah iris tipis
5 bawang putih iris tipis
5 cabe rawit potong kasar
1 cabe merah, potong serong
1 buah tomat potong kasar
+/- 4 sdm Kecap manis (kurangi kalau tidak suka manis)
Seujung sendok teh vetsin
Garam secukupnya
Sedikit air

Cara membuat :

Tumis bawang merah, bawang putih, lengkuas dan daun salam sampai harum
Masukkan buncis, tumis sampai berubah warna
Masukkan tahu, kecap manis, garam, vetsin, cabe dan tomat
Tambahkan sedikit air.
Masak sampai agak kering
Sajikan

KBB # 16 : (Cinnamon) Chiffon Cake



Dalam rencana kerja tahunan KBB (Kelompok Berani Baking) yang disusun oleh mbak Arfi, tantangan bulan ini ber thema Made in Indonesia. Sebelum surat cinta dilayangkan, teman teman member sudah bertanya tanya dan menebak nebak, gerangan apa resep yang akan dibuat sebagai tantangan.

Lalu tibalah surat cinta KBB # 16 - versi revisi – yang datang pada 26 February 2010, terkutib sebagai berikut :



Hai hai!

Tiba saat nya bagi KBBers untuk kembali mengerjakan tantangan.

Mari kita berkreasi dengan chiffon cake.Untuk KBB#16 ini, dipersilahkan kepada seluruh penduduk KBB untuk unjuk gigi menakhlukkan resep chiffon apapun. Terserah, bebas. Mau pakai resep siapapun, boleh. Mau modifikasi resep apa aja, boleh..mau menciptakan resep chiffon sendiri dan dibagi buat KBBers yang lain? Boleh banget…Silahkan…ASAL MENGGUNAKAN RESEP ASLI PERKULINER INDONESIA dan jangan lupa tulis dan share pakai resep siapa yaaa..

Jangan lupa setoran laporannya ditunggu paling telat akhir bulan 31 Maret 2010, jamnya boleh mengikuti negara masing-masing anggota (asal jangan pake jam negeri impian ya…mimpi melulu, ga bangun-bangun dan ga laporan nantinya..wekekekek ). Jangan lebih dari akhir Maret…kurang dari akhir Maret, monggoooo..


Kami tidak akan anggap laporan yang diterima setelah tanggal tersebut dan tidak akan kami sertakan dalam round up. Jadi, mari kita bareng-bareng rilis hasil KBB#16 ini di tanggal 30 – 31 Maret 2010…serentak… siap?

Hohoho…ternyata membuat Chiffon cake dengan resep asli Indonesia. Sambil nunggu waktu luang untuk praktek, aku nyari nyari resep Chiffon yang berbau bau Indonesia tapi bukan Chiffon Pandan atau keju. Bukan karena kedua cake itu kurang Indonesia, tapi karena aku ingin rasa cake yang lebih exotis…cieee……..

Baca resep sana sini, ternyata semua resep Chiffon cake ukuran bahannya mirip mirip. Sambil agak nekad akhirnya aku buat resep modifikasi dari resep Cinnamon Chiffon Cake Yasa Boga.

Bahan A :




200 gr terigu protein rendah (aku pakai Kunci)




125 cc air
100 cc minyak goreng




175 gr gula palem (palm suiker) - aslinya pakai gula pasir



5 kuning telur



1 sdt baking powder
½ sdt soda kue
½ sdt garam
1 sdt kayu manis bubuk
½ sdt pala bubuk

Banan B :




7 putih telur
50 gr gula pasir halus
½ sdt cream of tar tar


Bahan C:

Gula halus dan kayu manis bubuk untuk taburan



Loyang Chiffon ukuran 25cm, dialasi kertas roti, tanpa olesan apapun


Cara Membuat :


1. Panaskan oven dengan suhu 160 C. Masukkan Loyang yang masih kosong kedalam oven supaya tidak bocor pada saat adonan dimasukkan



2. Campur semua bahan kering dari bahan A, buat lubang ditengah, pecahkan telur dan masukkan bahan cair lainnya. Aduk rata sampai menjadi pasta



3. Kocok putih telur di bahan B sampai berbusa, masukkan cream of tar tar dan gula halus sampai soft peak.



4. Campur adonan putih telur ke adonan pasta dalam 3 tahapan aduk balik sampai rata.

5. Tuangkan ke dalam Loyang. Oven selama 60 menit. Besarkan suhu oven menjadi 180C dan lanjutkan oven selama 10 – 15 menit. Test tusuk, kalau sudah bersih, keluarkan dari oven.




6. Balik langsung keatas botol dalam posisi terbalik. Setelah cake terlepas dari Loyang segera tempatkan di rak kawat sampai benar benar dingin*.



7. Taburi dengan bahan C dengan menggunakan saringan teh kecil

8. Potong potong dan sajikan.



Notes :

Keberhasilan membuat Chiffon cake sangat tergantung pada kocokan putih telurnya. Karena itu usahakan ke-kakuan putih telur pas. Kalau saat mengocok putih telur ada bagian yang masih cair, jangan dimasukkan kedalam adonan pasta karena akan membuat cake bantat.

Pada saat putih telur masuk kedalam adonan pasta, adonan menjadi cair, jangan kuatir, memang begitu kondisinya :)

Untuk resep ini bisa juga pakai Loyang Chiffon ukuran 20cm, dan nanti hasilnya akan membumbung tinggi, which is aku kurang suka, karena susah makannya

Waktu ditunggingin di ujung botol, nggak sampai 5 menit cakenya sudah merosot turun ke leher botol, untung aku lihat jadi bisa cepet cepet aku selamatkan.Kayaknya next time loyangnya nggak perlu dialasi dengan kertas roti seperti kata mbak Arfi. Selain itu, kalau nggak hati hati waktu melepas, bekas kertas roti yang menempel di cake membuat pinggiran cake gumpil gumpil sehingga kurang mulus.

Aku melakukan kesalahan dengan membalik cake yang sudah matang keatas rak kawat sehingga permukaan cakeku jadi bergaris garis. Dan payahnya lagi, aku lupa bahwa loyang Chiffon cakeku yang baru ini berkaki di pinggir pinggirnya  harusnya tidak perlu ditungginin di atas botol, cukup dibalik saja karena kaki kaki di pinggir loyang ini yang akan menahan supaya cakenya nggak ambles.. kadung tertanam di dalam otak, bahwa Chiffon cake harus dibalik di atas botol... :)

Overall, rasa cake ini wangi sekali dan enyaaak….rasanya mirip mirip caramel cake.



Lega sekali tugas KBB ke # 16 ini sudah aku selesaikan pada tengah bulan, waktu liburan Nyepi tanggal 16 Maret kemarin. Hari hari berlari begitu cepatnya, kalau nggak nyempatin ‘mbuat bisa ketinggalan jadwal setor.

Ini tanda lulusnya :)



Terimakasih Nonon & Yohana yang menjadi host kali ini. Juga buat mbak Arfi yang lagi liburan ke Indonesia.

Sampai jumpa di tantangan berikutnya :)

Wednesday, 31 March 2010

Kami masuk tabloid Lezat...


Waktu acara HMFF Surabaya kapan hari, Vivi Liong dari Tabloid Lezat datang dengan crewnya. Beliau berjanji, para peserta HMFF yang bawa potluck akan secara bergiliran dimuat di tabloid Lezat beserta photo dan resepnya.

Selama acara berlangsung, mas Bambang photographer Lezat berkeliling memotret potluck bawaan kami beserta pembawanya **halah, bahasanya kok mbingungi ya…pokoknya kami dan potluck kami dipotretin satu satu lah**

Anak anak yang ikutan hadir juga dipotret…termasuk Cinta. Rencananya untuk rubrik Resep Favorit Anak. Saat itu Vivi sempat tanya, kalau Cinta makanan favoritnya apa. Hmm….bingung juga Mamienya ini menjawab. Secara Cinta makannya masih agak susah, nggak banyak macamnya. Aku jawab sukanya pie, tapiiii…cuma kulitnya saja trus dioles dengan coklat banyak banyak. Sampai rumah Cinta protes, kenapa waktu ditanya tante Vivi nggak bilang kalau Niek suka donat. Halahhh….lupaaa….hehehe…. Lagian aku kalau donat juga pakainya resepnya bu Fat NCC. Maem spaghetti juga cuma pastanya dan sausnya, dagingnya dikittttt banget yang dimakan.

Tak lama setelah acara HMFF, Vivi memenuhi janji dengan menampilkan peserta HMFF dan resep potlucknya. Aku kebagian nomor 1, beserta 3 teman lainnya. Resep yang dimuat adalah resep Mangut (kotokan) Iwak Pe. Waktu itu potluckku adalah mangut ini dan Rengginang Lorjuk. Tapi Rengginangnya aku cuma modal menggoreng aja, nggak bikin dari awal. Rengginang mentahnya beli di Pasar Genteng. Seneng banget waktu lihat photo dan resepku muncul di Lezat.

Hari Sabtu kemarin dapat bocoran dari Vivi, kalau Cinta akan dimuat di Lezat edisi 155 yang terbit hari Selasa 30 Maret 2010..Wahhh….senengnya. Tapi sengaja aku nggak bilang dulu sama Cinta, pengen bikin kejutan aja untuk Genduk Cilikku ini. Dulu waktu ultah ke 5 aku sempat mengirimkan photo Cinta ke Jawa Pos dan dimuat beberapa hari sebelum ulang tahunnya. Dia bangga banget waktu itu. Apalagi waktu teman teman sekelasnya bilang ‘Cinta masuk Koran…Cinta masuk koran’ :D

Selasa sore waktu jemput aku dari kantor, aku sempat tanya, apakah Lezat yang di rumah sudah datang. Cinta bilang, nggak tau. Sampai rumah, ternyata sudah ada.

Setelah ganti baju, cuci tangan dan kaki, aku suruh dia duduk di ranjang. Cinta tanya, mau ngapain. Aku bilang, mau Mamie kasih kejutan. Dia penasaran banget. Apalagi waktu aku kasih Lezat dan nyiapin kamera. Aku suruh dia buka halaman demi halaman. Nggak teliti rupanya, jadi nggak ketemu halaman yang ada photonya. Aku suruh ulang lagi kali ini dari belakang.



Pas halamannya dia, dueeeenggg….langsung matanya berbinar binar tapi speechless. Waktu Babanya masuk ke kamar, dia cuma narik narik baju Baba dan nunjukin photonya. Babanya juga surprise… tapi trus ngasih tugas, Cinta harus membaca semua tulisan yang di bawah photonya itu.








Malam hari waktu Mak Kiem telephone, Cinta langsung cerita kalau masuk Lezat. Mak Kiem juga penasaran, jadi minta dikirimin juga tabloidnya. Yo wis, akhirnya tadi pagi aku belikan Lezat lagi buat dikirim ke Mak Kiem.

Duh…makasih ya Vivi, kalau bukan karena dirimu, nggak mungkin kami berdua bisa ada di Tabloid :D

Tuesday, 30 March 2010

Paru & Babat Gongso



Ini memang bukan makanan sehat,tapi enaaaaaaaak banget.. Rasanya manis, pedes, gurih.  Kalau lagi kangen nasi goreng babat Semarang, suamiku pasti minta dibikinin. Aku bilang,boleh, tapi harus langsung minum madu jamurnya pak Oles ya...biar kolesterolnya naiknya nggak gila gilaan :)

Babat gongso ini termasuk makanan khas Semarangan.Di sana banyak sekali warung makan yang menunya nasi goreng babat. Yang lewat di perumahan dengan gerobak juga banyak, biasanya di sore atau malam hari. Walaupun namanya nasi goreng babat, tapi kita bisa customize, memilih apa yang kita mau, pilihannya ada paru, babat, usus, lidah, hati atau limpa sapi, semuanya sudah matang, dimasukkan dalam baskom  blirik. Setelah itu baru dimasak lagi dengan diberi bumbu bawang merah, bawang putih, kecap, garam,vetsin dan sambal matang. Dimasak dengan menggunakan anglo dan arang. Baunya wangi sekali.

Kalau  membuat sendiri di rumah, ada 2 step yang aku kerjakan. Step pertama mempersiapkan paru dan babatnya dulu, dibumbui dengan cara dibacem.

Bumbu babat goreng :


1 kg babat /paru / limpa / usus atau apa sajalah jeroan kesukaan kita
10 bawang putih
8 bawang merah
1 sdt ketumbar (aku pakai ketumbar bubuk)
2 sdt garam
1 sdm gula merah
½ sdt kunir bubuk
1 ruas lengkuas, memarkan
4 lembar daun salam
1 lt air untuk merebus

Cara membuat :

Haluskan semua bumbu kecuali lengkuas dan daun salam
Rebus air sampai mendidih, masukkan bumbu, lengkuas, daun salam dan paru/babat, rebus sampai empuk (kalau pakai presto sekitar 20 menit)
Tiriskan. Goreng.
Pada tahap ini sebenarnya sudah bisa dimakan dengan sambal dan sayur asem.

Kalau mau dibuat babat gongso, bahannya sebagai berikut :


Bumbu babat gongso :


Paru/babat bacem yang sudah digoreng dan dipotong potong
15 Bawang merah
7 Bawang putih
Cabe merah dan cabe rawit sesuai selera
1 sdt garam
1 sdt vetsin
7 sdm kecap manis
1 tomat matang ukuran sedang
Sedikit air


Cara membuat :

Ulek bawang merah, bawang putih, cabe dan tomat. Boleh sampai lembut, tapi kalau aku suka agak kasar, terutama bawang merahnya.
Tumis dengan sedikit minyak sampai harum
Masukkan babat / paru, tambahkan kecap manis, vetsin, garam dan sedikit air
Masak sampai kecap agak kering
Sajikan dengan nasi hangat

Atauuu...bisa juga langsung dibuat nasi goreng babat, caranya setelah semua yang di atas jadi, campurkan nasi putih yang tidak panas dan goreng sampai kering. Jangan membuat nasi goreng dengan nasi panas ya, karena nasi gorengnya nanti jadi lengket. Tambahkan timun, selada atau tomat biar tidak enegh.

Oiya, kalau menggoreng babat/paru hati hati karena mereka meletus letus dengan sadis. Tutup wajan dan balik hanya 1 kali saja, otherwise tangan dan wajah kita bisa kena minyak panas.

Selamat mencoba dan jangan lupa, setelah itu minum madu jamur pak Oles ya...hehehe...


Pastel Tutup pak Anton


Hari Sabtu pagi tanggal 27 Maret dapat sms pesanan pastel tutup dari pak Anton untuk hari Minggu sore 28 Maret 2010.

Sebenarnya hari Minggu pagi itu aku sekeluarga dan Nancy sekelurga berencana ke Bangkalan, Madura pagi pagi, menghadiri pesta pernikahan anak pak Fadeli, mantan Office Boy di kantor. Dulu waktu pak Fadeli mengadakan selamatan pensiunan di Madura, aku dan the Pleks tidak bisa hadir karena takut laut pasang. Waktu itu belum ada jembatan Suramadu :). Kami janji kalau pak Fadeli menikahkan anaknya, kami akan datang.

Namun, nggak tega juga menolak pesanan pak Anton, karena pastel tutup ini akan diberikan kepada kerabatnya. Kalau pergi dulu, pulangnya baru buat pesanan juga kayaknya nggak mungkin. Aku nggak tau seberapa jauh rumah pak Fadeli, kuatirnya sampai sore kami belum bisa pulang ke Surabaya.
Dengan menyesal aku inform Nancy kalau aku ke Maduranya Minggu sore aja. Toh di undangan nggak disebutkan batasan waktu, pikirku.

Jadi Minggu siang, pesenan pak Anton dikerjakan dulu. Jam 15:00 pastel sudah masuk oven. Aku langsung ngajak Pok dan Cinta siap siap ke Madura. Cinta seneng banget, karena dia suka lihat dan lewat jembatan Suramadu yang kalau sore dan malam bagus banget, mirip mirip Golden Gate gitu lah....

Jam 16:00 pastel matang, aku antar sekalian berangkat ke Madura. Ternyata deket banget, berkat jembatan baru ini. Sayang nggak bisa taking photo, karena jalannya agak rame dan sepanjang jembatan ada rambu dilarang stop (tapi ternyata masih banyak juga orang yang berhenti dan photo photoan :D). Pok juga pengen cepet nyampe, cepet pulang karena daerah yang kami kunjungi masih gelap karena tidak ada lampu jalanan.

Sampai rumah pak Fadeli, ternyata aku salah. Pesta pernikahan hanya siang saja, sorenya pengantin kembali ke Surabaya untuk pesta di rumah mempelai wanita. Rumah pak Fadeli sepi, hanya saudara saudaranya saja yang masih tinggal. Untungnya pak Fadeli dan istri juga tidak ikut ke Surabaya, jadi kami bisa ketemuan dan kangen kangenan. Sempat nyesel kenapa aku nggak kepikiran untuk buatin dan bawain pastel tutup juga buat pak Fadeli padahal di rumah bahannya masih ada :(

Jam 18:00 kami sudah pamit pulang....lewat jembatan Suramadu lagi...dan ternyata jembatan yang sekali lewat kita harus bayar Rp 30,000 ini bagus banget kalau malam. Nggak nyesel deh.. Tapi tetep juga nggak bisa photo, malam tambah rame jalannya. Disekitar jembatan banyak warung warung yang menjual kaos putih merah, sate dan souvenier khas Madura. Tapi kami nggak mampir, karena sudah mulai hujan gerimis.





Lega banget, bisa memenuhi pesanan dan memenuhi janji pada pak Fadeli walau hanya sebentar saja.

Wednesday, 24 March 2010

Salad Sayur (lagi)


Dulu kalau bikin salad sayur, aku buat toppingnya agak ribet. Tapi sejak nemu mayonese Lady's Choice, nggak ribet lagi **halah...kayak iklan aja ya.. :D**. Tapi beneran, aku suka rasa mayonese ini, karena sudah ada rasa manis dan asamnya.

Pokoknya yang penting, siapkan semua sayur yang ingin dipakai dalam salad. Kalau aku, suka semua sayur dalam keadaan dingin, karena rasanya lebih renyah dan segar



Daun lettuce disobek sobek
Timun jepang dislice tipis
Wortel serut (enak pakai yang import, manis dan nggak langu)
Jagung manis kaleng, tiriskan
Tomat potong potong
Paprika potong sesuai selera
Keju parut

Nah, untuk toppingnya, campur rata:

mayonese Lady's choice
saus tomat
saus cabe

Tuangkan mayonese keatas sayur lalu taburi keju. Hmmmmm....... suegerrrr...