Friday, 5 February 2010

Jantung ayam masak pete


Asli, ini bukan makanan yang sehat dan baik untuk kesehatan terutama bagi mereka yang bermasalah dengan cholesterol. Tapi ini salah satu masakan favorit suamiku yang cinta mati pada jerohan, baik sapi maupun ayam.

Demi menjaga kesehatan kami berdua, aku memang mengurangi frekwensi makan dan masak jerohan, ditambah lagi di perumahan kami, tukang daging jarang bawa jerohan kecuali kalau kita pesan sebelumnya. Sementara si tukang ayam langgangan kami jarang bawa jerohan dalam jumlah banyak, jadi tidak terlalu sulit menghindari si jerohan.

Nah, masalahnya kalau lagi ke Superindo kami selalu melihat tumpukan ampela dan jantung ayam yang bagus dan sudah bersih melambai lambai minta diajak pulang, suamiku jadi ngiler. Ya wis lah, sekali sekali break the diet program :).



Memasak jantung ayam butuh waktu lama supaya jantung bisa empuk. Karena itu aku presto dulu supaya hemat waktu dan hemat gas tentunya.

Bumbunya gampang. Ini resepnya, untuk jantung sebanyak 1 kg(*), kalau mau masak cuma sedikit ya disesuaikan saja :

 Bahan :

 1 kg Jantung ayam, bersihkan dari lemak yang berlebihan, rebus atau presto sampai empuk
3 papan pete, kupas bersih
Lengkuas memarkan
5 lembar daun salam buang tulang daunnya
Gula merah sedikit / gula pasir
2 sdm kecap manis
Vetsin sedikit (kalau suka)
200 ml. santan Kara
Cabe rawit utuh

 Bumbu yang dihaluskan :

10 Bawang merah
15 Bawang putih
5 kemiri yang sudah digoreng
Cabe sesuai selera
½ sdm Garam
Cara membuat :
  • Tumis bumbu halus, lengkuas dan daun salam sampai wangi dan minyak gorengnya terpisah tanda bahwa bumbu sudah matang
  • Masukkan jantung, tumis sebentar, tambahkan air.
  • Masukkan bumbu bumbu yang lain, masak sampai meresap dan agak kering, tambahkan santan pada saat bumbu tinggal 1/2nya lalu masak terus dengan api kecil.
  • Tambahkan pete dan cabe rawit utuh sesaat sebelum diangkat, bolak balik sebentar, angkat. Suamiku suka petainya masih agak keras, jadi setelah petai masuk, aku masaknya nggak lama lama.


 (*) jangan diprotes ya...walaupun frekwensi masaknya sudah jarang, tapi kalau beli dan masak jantung memang aku biasanya 1 kg, biar sekalian repot nyuci panci prestonya... :)

Macaroni Schotel dan Pudding Tape Ketan untuk HR




Dua snack pesanan HR untuk meetingnya pagi ini. Macaroni Schotel dan pudding tape ketan hijau.

Untuk macaroninya, aku buat isinya tadi malam, panggang sampai matang. Toppingnya aku buat dadakan tadi pagi. Lalu dioven lagi sampai topping beku.

Rasanya, enak dan lembut. Untuk macaroninya, seperti biasa aku pakai La Fonte, biar direbus atau dioven sampai lama tidak hancur.



Aku membuat Macaroni Schotel ini dengan menggunakan 2 jenis oven karena jumlahnya banyak. Yang hanya pakai api bawah, hasil toppingnya agak pucat dan makan waktu lama. Sedangkan yang pakai api atas bawah, warna toppingnya lebih cantik dalam waktu singkat. Oiya, untuk membuat macaroni schotel aku tidak suka kalau memakai cara dikukus dulu adonannya baru dipanggang. Karena hasilnya (menurut aku dan teman teman yang biasa pesan) terlalu berair. Jadi sejak awal aku oven saja dengan cara au bain marie (steam bake/dioven dengan cara direndam air).


Pudding tape ketannya juga baru aku buat tadi pagi, soalnya kulkas di rumah lagi penuh :D. Tapenya ada di dasar cup dan di atasnya. Kata mbak pantry, terlalu boros, tapi kata yang makan sih, mantap...:)

Tuesday, 2 February 2010

Cheesy-mayo Corn a la Keluarga Cinta


Ini adalah salah satu camilan kesukaan Pok suamiku. Dulu kami seringnya beli di SPM tetapi harganya agak terlalu mahal (menurutku), karena isinya hanya itu itu aja dan porsinya kecil banget. Setelah icip beberapa kali, aku jadi tahu apa saja yang diperlukan untuk membuat camilan berbahan dasar jagung ini.

Pertama kali buat, masih agak kurang mirip, tapi by trial and error akhirnya ketemu juga resep dan rasa yang pas. Sejak itu Pok sering minta dibuatin, untuk camilan sore terutama di musim hujan seperti saat ini. Karena di rumah aku selalu punya stock jagung kaleng, mayonese dan keju, maka dengan senang hati aku akan menyiapkannya. Membuatnya mudah, dan...kalau buat sendiri jadi murah jatuhnya :).

Ini resepnya barangkali ada yang mau coba :

Bahan :

1 kaleng jagung manis (whole kernel - bukan yang creamy) - tiriskan

3 sdm mayonese (lebih enak yang sudah ada rasanya)
1 sdm saus cabe
1 sdm susu kental manis
1 sdm margarine
keju parut sesuai selera

Cara membuat :

Campur mayonese, susu kental manis dan saus cabe, sisihkan



Kukus jagung  bersama airnya sampai benar benar panas.Tiriskan.
Panas panas campur dengan margarine, aduk sampai margarine meleleh
Tambahkan campuran mayonese, aduk rata.



Taburi keju parut



Sajikan. Tunggu 5 menit....pasti ludes :)


Saturday, 30 January 2010

KBB # 15 : Mud Cake Cookie Sandwiches



Waktu terima 'surat tjinta' alias  tantangan KBB #15 untuk bikin Mud Cake Cookie Sandwiches hatiku sempat mencelos...

Karena aslinya, aku paling tidak berani bikin cookies. Perasaanku bikin cookies itu kok susaaaaaaaah banget, manggang kurang lama jadi lembek, kelamaan jadi gosong.....repot....karena itu dalam sejarah bakingku, bikin cookies bisa dihitung dengan jari :)

Tapi karena sekarang aku sudah niatin ikut KBB (walaupun masih dalam masa probition :D) dan mendapat tantangan untuk bikin Mud Cake Cookie Sandwiches ini, mau tidak mau aku harus berani membuat cookies dan mengalahkan semua 'what if' yang negative. Heheh...namanya juga Klub Berani Baking, kalo nggak berani ya jangan join, gitu toh?

OK, untuk resep bahasa Inggrisnya adalah sebagai berikut, ini asli copy paste dari milis, soal urutan yang nggak beraturan, hmmm....selain berani baking juga harus berani mikir kali ya.. hehehe..



KBB#15 - Mud Cake Cookies Sandwiches


Source: The AWW: Cupcakes, Cheesecakes, Cookies. 2008
Makes 24.


250g butter, softened
330g firmly packed brown sugar
2 eggs
450g plain flour
75g self-raising flour
50g cocoa powder
2 Tbs cocoa powder, extra

Chocolate Mud Cake

150g butter, chopped
100g dark eating chocolate, chopped coarsely
220g caster sugar
125ml water
2 Tbs coffee liqueur
150 gr plain flour
2 tbs cocoa powder
2 egg yolks

Combine butter, chocolate, sugar the water and liqueur in small saucepan. Stir over low heat until smooth. Place mixture in medium bowl; cool 10 minutes. Whisk in sifted flour and cocoa, then egg yolks. Divide mixture among pans. Bake about 25 minutes. Cool cake in pans. Using 6.5cm round cutter, cut 12 rounds from each cake.


Chocolate Ganache

80ml cream
200g dark eating chocolate, chopped coarsely

Bring cream to a boil in small saucepan; remove from heat. Add chocolate; stir until smooth.

Refrigerate until spreadable..

1. Preheat oven to 170C/150C fan-forced. Grease two 20cm x 30cm lamington pans; line with a strip of baking paper, extending paper 2cm above edges of pans.

2. Make chocolate mud cake.

3. Make chocolate ganache.

4. Beat butter, sugar and eggs in small bowl with electric mixer until combined. Transfer mixture to large bowl; stir in sifted flours and cocoa, in two batches. Knead dough on floured surface until smooth; divide in half, roll each portion between sheets of baking paper until 5mm thick. cover; refrigerate 30 minutes.

5. Preheat the oven to 180C/160C fan-forced. Grease oven trays; line with baking paper.

6. Using 6.5mm round cutter, cut 48 rounds from dough. Place about 3cm apart on oven trays. Bake about 12 minutes. Cool on wire racks.

7. Spread ganache onto underside of cookies; sandwich a mud cake round between two cookies.

8. using heart template, dust cookies with extra cocoa.

Nah, resep tersebut sudah di translate oleh mbak Emma Isti (thank you, mbak Emma), dan edisi bahasa Indonesia ini yang akan aku pakai dalam step by step ku. Yukkkk....mulai....


Versi Bahasa Indonesia :

Mud Cake Cookies Sandwiches
Source: The AWW: Cupcakes, Cheesecakes, Cookies. 2008
untuk 24 buah



Cookies :

250g mentega, (lunakan /lembekan dalam suhu ruang
330g brown sugar (aku pakai 250 gr gula palem)
2 telur
450g tepung terigu
75g self-raising flour
50g coklat bubuk
2 sdm coklat bubuk, extra (untuk taburan)


Kocok mentega, gula dan telur dengan mixer hingga tercampur rata (sebentar saja, +/- 2 menit)



Pindahkan ke mangkuk yang lebih besar, masukan terigu dan coklat bubuk yang telah diayak, aduk rata.




Uleni adonan di atas permukaan/meja yang telah ditaburi sedikit terigu sampai halus (dapat digilas).  Aku tidak uleni pakai tangan tapi pakai pastry knife. Sebelum digilas aku simpan dulu di kulkas selama 15 menit supaya tidak terlalu lengket dan lembek.

Bagi menjadi 2 bagian, gilas tiap bagian diantara 2 lembar kertas baking atau plastik setebal 5 mm, dinginkan selama 30 menit

Panaskan Oven 180 C/160 C untuk oven fan-forced. Siapkan loyang yang telah dialas kertas baking dan diminyaki atau dioles mentega.





Cetak adonan dengan cookie cutter bulat 6.5 mm sebanyak 48 buah, pindahkan ke loyang dan beri jarak 3cm. Bake kurang lebih selama 12 menit, dinginkan diatas rak kawat.





Chocolate Mud Cake


150g butter, potong kecil-kecil
100g DCC (eating chocolate), cincang kasar/potong kecil
220g gula kastor
125ml air
2 sdm coffee liqueur
150g terigu
2 sdm coklat bubuk
2 kuning telur





(karena nggak punya coffee liquer, aku ganti chocolate liquer saja yang kebetulan ada stock di rumah)


Cara membuat :


Panaskan oven 170/150 C (untuk fan forced). Olesi loyang dengan minyak/mentega, alasi dengan kertas roti/baking paper, lebihkan 2 cm setinggi tepi loyang



Dalam panci kecil campur mentega, coklat, gula, air dan liquer.
Masak dengan api kecil dan aduk hingga tercampur rata (tidak bergerinjil) . Pindahkan ke mangkuk, dinginkan selama 10 menit.



Campur terigu dan coklat bubuk, aduk menggunakan whisk, kemudian masukan kuning telur, aduk kembali.

Bagi dua adonan dan tuangkan ke dalam 2 loyang (ukuran 20 x 30cm) yang telah dioles minyak/mentega dan dialas kertas. Jadinya memang hanya tipis saja. 


Panggang selama 25 menit, dan biarkan kue dingin dalam loyang.




Gunakan cutter bulat 6.5 mm untuk memotong cake sebanyak 12 buah/loyang.


 

Chocolate Ganache

80ml cream
200g coklat masak, potong kecil/cincang kasar



Panaskan krim dalam panci kecil, angkat/kecilkan api. Tambahkan coklat cincang, aduk rata hingga licin. dinginkan hingga dapat dioles.


Penyelesaian :



Olesi bagian bawah kukis dengan ganache, kemudian selipkan / letakan chocolate mud cake di antara 2 kukis.





Letakan patron bentuk hati diatas kukis, taburkan coklat bubuk ekstra diatasnya.



Cookiesku sudah berwarna coklat banget, karena pemakaian gula palem, maka waktu aku beri taburan coklat bubuk, bentuk hatinya nyaris tidak kelihatan, jadi untuk sebagian aku beri taburan gula donat :)

Jadi....demikianlah,Minggu sore kemarin, dengan diiringi hujan deras dan petir menyambar nyambar yang membuat Cinta ketakutan dan tidak mau ditinggal sendirian, akhirnya aku berhasil menyelesaikan tantangan KBB # 15.

Begitu matang, Cinta adalah orang pertama yang mencicipi. Dan dia senang sekali, menurutnya wuenak banget....Cinta memang suka coklat dan manis. Penasaran melihat ekspresi kenikmatannya, aku ikutan nyicip...hmm....enak sih, tapi buat aku terlalu manis.

Hari ini, aku bawa beberapa potong ke kantor, aku tawarkan ke teman teman. Yang suka coklat dan manis bilang memang wuenak...yang nggak suka manis, angkat tangan :). Eh, tapi waktu aku makan lagi pagi ini, ternyata rasa manisnya agak berkurang dikit...entah memang kalau sudah menginap rasa manisnya berkurang, atau mulutku yang sudah tidak kaget lagi dengan rasa manisnya cookies ini :)




Dannn....ini dia tanda lulusnya :D :




Terimakasih ibu ibu host & mbak Arfi...

Friday, 29 January 2010

Quiche Lorraine & Cupcake tapenya pak Malik


Hari ini bawa snack pesanan pak Malik untuk meeting SPSI. Seperti biasa, pesannya harus ada yang manis dan yang gurih.



Untuk snack manisnya aku buatkan cupcake tape, dengan kismis di dalam dan taburan keju diluar. Sengaja kejunya tidak dicampur waktu mengoven adonan, karena aku mau kejunya masih terasa lembab dan lebih ngeju.



Untuk adonan ini, pakai resep butter cake, gulanya dikurangi karena tape singkongnya sudah manis sekali, ditambah sedikit garam, baking powder, baking soda, plus emulsifer. Hasilnya lembut banget...dannn...ini yang lebih penting : bisa munjung ! :)





Yang gurih, quiche lorraine, isinya campuran bayam rebus, potongan sosis sapi, ayam, jamur, susu, telur dan tentu saja keju. Kulit pienya aku pakai resep yang menggunakan air es, jadi lebih empuk dan rapuh.



Untuk pienya, kulitnya dioven dulu 10 menit, lalu diisi dan dipanggang lagi, jadi bisa matang luar dalam. Ngisinya sampai munjung....disajikan dengan saus sambal sachet.

Tuesday, 26 January 2010

Postingan pertama order snack di 2010



Sudah lamaaaa banget rasanya aku nggak utak atik blogku tercinta ini. Jadi kangen :)

Ini adalah postingan pertama untuk orderan snackku. Bukan orderannya yang pertama, karena sebelum ini ada beberapa pesanan dari teman juga, tapi karena sedang blogging blue dan nggak sempat photo photo, maka pesanan tersebut berlalu tanpa didokumentasikan. Sekarang aku pikir pikir, nyesel juga kok nggak ada dokumentasinya, jadi nggak bisa nambah portofolio..hehehe... terlalu mengkilat kata katanya ya.

Baiklah, mari kita mulai pelajaran bercerita dan membaca :D

Jumat minggu lalu, mbak Yun bilang ada anak kantor Jakarta mau meeting di Surabaya tanggal 26 January dan order  2 macam snack, gurih dan manis. OK, aku catat di agendaku  tapi jenis snacknya belum aku pikirkan.

Weekend diisi dengan menemani Cinta seharian. Anakku ini agak upset karena tidak boleh ikut Babanya ke Probolinggo nengokin Eyangnya, karena keluarga di Probolinggo sedang sakit. Kami tidak mau Cinta yang baru saja sembuh dari infeksi usus besarnya terkena virus lagi. Sabtu pagi sudah niat mau bikin PR KBB dan membuat entry untuk Banana Weeknya NCC. Untuk Banana Week, belum terbayang mau bikin apa walaupun sudah beli pisangnya :)

Sejak bangun tidur, Cinta tidak mau lepas dari aku. Aku ajak bikin kue bareng, juga nggak mau. Maunya di kamar, main atau nonton video terus.Di temani si mbak, nggak mau. Aku tinggal bentar aja sudah protes. Hmm....siang siang hujan deras, pakai petir dan geludug. Waduh, tambah susah ditinggal si genduk Cilik ini. Yo wis, akhirnya sehari berlalu tanpa bikin apa apa.

Minggu pagi, kejadiannya sama. Ditempel terus sama Cinta. Siang, hujan lagi. Gitu lagi....nggak mau lepas dari Mommy. Menjelang sore, aku mulai panik, masa 2 hari doing nothing. Yang paling aku pikirkan adalah PRnya KBB, karena di sana aku masih probition period. Kalau sampai akhir bukan nggak submit bisa bisa keanggotaanku dicoret...walah....sedih banget kalau harus begitu. Secara mendaftarnya aja took so long. Akhirnya dengan segala bujuk rayu, Cinta mau aku ajak bikin PR. Tapi, seperti biasa kalau sudah bosen, balik lagi ke kamar minta nonton TV atau video. Malam, PR KBB kelar. PR Banana Week nggak kepegang :)

Senin, balik kerja lagi. Dari pagi sampai siang jungkir balik nggak karuan karena load kerjaan yang lagi tinggi tingginya. Sampai agak sorean mbak Yun datang ke mejaku dan tanya besok mau bikin snack apa. Gubrak !!! Lupaaaaaaaaa......... aku belum nyiapin apa apa. Mau bikin schotel, nggak ada wortelnya, mau bkin pastel tutup apalagi..nggak ada bahan blas.

Sisa hari di kantor,sambil sibuk kerja mikir terus...mau bikin apaan. Pulang kantor, nyampai rumah jam 8-an. Di kulkas,aku lihat ada stock telur, smoke beef, susu dan peach kaleng. Wis, langsung mulai bikin adonan Amris. Peram dulu. Bikin puding coklat. Dinginin dulu, nidurin Cinta dulu.

Cinta tidur, baru aku tuangin pudingnya ke cup cup. Selesai. Mulai ndadar kulit Amris dengan dua wajan biar cepet....trus lanjut gelar acara pembuatan Amris. Ditemani suamiku yang semalam nggak ada garapan video editing. Lama lama kok ya ngantuk dan cape juga ya... Aku lihat suamiku masih seger, langsung aku tawarin 'nggak pengen nyoba bikin Amris, Du?'. Eh, dia mau, mungkin kasihan juga lihat aku kerja sendiri. Diberi contoh 2 kali, langsung bisa. Walaupun masih pelan pelan, karena takut ada isiannya yang tertinggal. Jam 2:30 pagi selesai sudah membedaki Amris, masuk kulkas, kami pergi tidur.

Jam 5 alarm bunyi, ngurusin tetek bengek sampai Cinta berangkat sekolah,baru aku mulai goreng Amris dan kasih topping pudingku. Lagi asyik goreng Amris, suamiku ngintip ngintip, aku pikir dia mau minta untuk sarapan, seperti biasa kalau aku bikin Amris, ternyata dia pengen tahu hasil karyanya yang semalam jadinya seperti apa setelah digoreng..hehehe....nggak bisa ngebedain, Du,  soalnya hasil karya kitai berdua sudah bercampur dan semuanya montok. Dengan kata lain dia sukses bikin Amris. Next time bisa dikaryakan lagi :D





Untuk topping pudingnya kali ini aku pakai whipped cream dan potongan peach. Menurutku jadi lebih cantik daripada pakai vla.





Pfuihhh....senang banget, order yang hampir kelupaan ini bisa selesai dengan baik. Lebih senangnya lagi, sambil bikin postingan ini, ada OB nganterin uang pembayaran snack yang tadi, hehehe..biasanya kalau teman kantor yang pesan, bayarnya agak agak beberapa hari setelah proses reimbursement. Kali ini, karena yang pesan dari kantor Jakarta, ngasih uangnya langsung.




Makasih ya, mbak Yun..kamu memang broker dan promotorku yang paling OK di kantor ini....Amrisnya tadi wuenak toh ? :)

Buat 'Du'ku, makasih bantuannya, peluk cium dan cintaku untukmu, my real soul mate.

Saturday, 26 December 2009

Video cara membuat choco curl...alias coklat kruwel kruwel

Buat yang masih penasaran cara membuat choco curl, alias coklat mlungker mlungker yang seperti kuncup bunga, ini aku upload video cara membuatnya.

Video ini aku rekam pada saat ikut kursus cake international yang diadakan oleh NCC di Arvian Surabaya beberapa waktu yang lalu. Tangan cantik yang memeragakannya adalah tangan ibu Guru Riana.

Perhatikan cara menyerutnya ya. Gerakannya tidak terlalu ngotot tapi juga tidak terlalu lemas. Coklat blok yang dipakai harus memiliki suhu yang pas, tidak terlalu lunak (karena hasilnya akan tebal) atau terlalu keras (karena hasilnya akan pecah pecah). Kalau coklatnya sudah terlalu lunak, simpan sebentar di ruang ber AC. Setelah si kruwel jadi, bisa disimpan di kulkas untuk dipakai sewaktu waktu. Alat yang dipakai, dalam video ini Riana memakai alat yang benar, tapi kalau kita tidak punya bisa pakai alat pembuat cocktail yang dari plastik.




Untuk upload video ini aku sudah mendapat ijin dari bu Fatmah selaku pengajar ya...

Semoga bermanfaat buat teman teman semua.

Monday, 21 December 2009

Our glass of life is full now...



As the Christmas time is only a few days away…
as the year approaches its end....
and as we are counting down to the new year…
let me take a little time to wish you all :

have the merriest Christmas
and the most prosperous new year in your lives, my friends.
enjoy your holiday,
be happy with your family and darling ones…
stay healthy,
stay tough,
don’t forget to say little vespers,
and thank Him for every single thing happened to you during this year,
He let our glass of life full with happiness, laughters, tears , pain, accomplishments, and failures
to teach us to still be grateful even things did not come out right as we expected,
for each dust falls on earth for a reason.

Thank you for being my friends, I’ll see you again next year.

Good bless you all.

Sup Thom Yam a la Keluarga Cinta



Minggu lalu adalah wedding anniversaryku. Seharusnya aku membuat makanan atau kue yang special, tapi rasanya nggak ada motivasi yang cukup kuat untuk aku mengeluarkan mixer, dan peralatan masak lain, mau nyentuh oven aja males. Maklum, sejak si mbak pergi, acara memasak setiap hari menjadi kewajiban buatku, dan, as usual, buat aku segala sesuatu yang sudah menjadi kewajiban menghilangkan separoh dari kenikmatan…hehe…maklum aku ini orang yang kadang masih angin anginan…kecuali kalau ngerjain pesanan dari orang lain, lho.... Kalau ini sih, apapun kondisinya tetap semangat.

Pok, suamiku yang aku tawarin makan keluar untuk memperingati hari besar kami juga nggak sempat, karena beban pekerjaan yang menumpuk. Alhasil weekend sebelumnya hanya ke Superindo, dengan tujuan yang belum jelas mau masak apa.
Sampai di sana, melihat ada udang yang besar besar dan segar, kerang batik,jamur merang dan sayur sayuran segar lainnya. Wis, langsung aku putuskan bikin soup Thom Yam dan Cap Cay aja. Kebetulan keluarga Bunda (yang wedding anniversarynya selisih 2 hari saja dari kami) juga akan datang dari Probolinggo ke Surabaya, dan mereka suka sekali dua jenis masakan ini.

Sebagai ganti cake, kami beli sukun Jogja yang enak banget dan dibumbui gurih trus digoreng aja..….wedding anniversary dengan hidangan seadanya deh.. Cinta yang berhari hari minta dibuatin black forest juga setuju kalau cakenya diganti sukun. Ah, anakku memang penuh pengertian....tau aja kalo Maknya lagi nggak mood :)




Nah, untuk sup Thom Yamnya, aku buat a la Keluarga Cinta aja, yang simpel tapi enak. Ini resepnya :

750 gr Udang besar, cuci bersih, sisihkan kepalanya
Kerang (kali ini aku pakai kerang batik) cuci bersih, sampai tidak ada pasirnya
Jamur merang, cuci bersih, potong potong bila perlu
500 gr Ayam, potong sesuai selera (yang enak sih bagian yang bertulang)
2 batang serai ambil bagian putihnya,memarkan, potong serong jangan terlalu kecil
3 sdm saus sambal botolan
3 butir jeruk nipis ambil airnya (boleh ditambah kalau ingin lebih asam)
4 lembar daun jeruk purut buang tulang daunnya
beberapa lembar daun ketumbar
5 sdm kecap ikan
2 sdm Kaldu ayam bubuk (chicken powder)
3 sdm Gula pasir
Cabe rawit utuh

Cara memasak :
  1. Rebus kerang, buang airnya, sisihkan
  2. Cuci bersih kepala udang, rebus dengan air sampai air berwarna merah, saring sambil dipenyet penyet, ambil airnya
  3. Rebus kembali air udang sampai mendidih, masukkan serai, daun jeruk purut, daun ketumbar, kaldu bubuk, kecap ikan dan semua bumbu bumbu. Masak sampai wangi dan berwarna merah, cicipi rasanya. Rasa sup Thom Yam harus wangi (karena serai, daun jeruk dan dauh ketumbar), manis, pedes dan asam (karena jeruk nipisnya) dan berkuah banyak. Kemarin hasil akhir supku, kuahnya +/- 1,5 liter.
  4. Masukkan ayam,masak sampai matang dan empuk.
  5. Tambahkan jamur merang dan cabe rawit.
  6. Terakhir masukkan kerang dan udangnya. Jangan memasak udang terlalu lama karena akan menciut alias mengecil :)
  7. Sajikan panas.
 


note :
Beberapa orang menambahkan fillet ikan kedalam sup ini, tapi aku nggak suka, soalnya gampang hancur :)
Ada juga yang menambahkan laos dan jahe, aku juga nggak suka, soalnya rasanya jadi seperti jamu, but it's all about taste, feel free to add or to omit

Macaroni Schotel untuk ultah Ulik & Henny



Pesanan ini dipakai untuk acara shared birthday treat antara Ulik dan Henny tanggal 15 December 2009 lalu di kantor. Mintanya loyang besar, soalnya seruangan banyak orang. Pesannya, yang banyak smoked beef, keju dan sosisnya..hehehe... kasihhhhh !!!.....buat kalian apa sih yang enggak..

Selamat ulang tahun, Gals...love you all..

Monday, 7 December 2009

Donat untuk Cintaku



Sudah lama janji sama Cinta untuk membuatkan donat. Baru terlaksana hari Minggu kemarin. Biasanya aku buatin Cinta donat pakai resepnya Sisca Soewitomo, donat kentang NCC atau pakai resep roti empuknya bu Fat. Semuanya dia suka, karena donat memang kue favoritenya, dari bahan apa saja, pakai resep mana saja yang penting tengahnya bolong dan siraman coklatnya berlimpah limpah..hehehe...

Nah, untuk kali ini aku pengen nyoba resep donat a-la J-Co yang pakai bikin biang dulu. Kalau nggak salah sih ini resepnya Vivi Liong....mohon maaf kalau ternyata salah ya..karena aku search di internet dan resepnya sama semua tapi nggak ada sumber aslinya....m(- -)m.

Alasan kenapa aku niat banget nyobain yang a la J-Co, karena 2 minggu lalu, waktu aku ajak ke PTC (Pakuwon Trade Center) , Cinta minta dibeliin donat J-Co dan dari 6 potong yang aku beli, empat setengah potong masuk keperutnya yang endut, separo buat Babanya...sisain 1 buat Mamienya, itu juga karena Cinta nggak suka topping keju :). Dengan nyoba resep ini aku berharap, berangan,berandai, siapa tahu, barangkali..rasanya memang bisa mirip banget dengan J-Co biar nggak sering sering beli...alias cut cost gitu....

Ini resepnya ....yang aku buat kemarin hanya 1/4 resep, hasil jadinya 15 potong.

Bahan A:


- 850 gr tepung terigu cakra kembar/komachi

- 30 gram ragi instan

- 10 gr garam

- 600 ml air matang (suhu ruang aja)



Bahan B:

- 200 gr tepung terigu cakra kembar/komachi

- 10 gr garam

- 60 gr susu bubuk full cream

- 125 gr gula pasir

- 100 gr telur ayam(2 butir)

- 125 gr mentega putih/shortening



Cara Membuat

1. Uleni bahan A hingga rata lalu tutup dan istirahatkan selama 90 menit. Pakai tangan aja ya. Ini akan jadi biang donat. Jangan kuatir, bentuknya memang lengket banget.
2. Campur adonan A dengan bahan B lalu uleni hingga kalis selama 10 menit. Kalau ini aku pakai mixer...gak sanggup kalo pake tangan :D. Tutup plastik dan diamkan selama 15 menit.
3. Taburi meja dengan terigu yang banyak. Gilas tipis adonan setebal kurang lebih 1 cm, diamkan 10 menit lalu cetak dengan cetakan bentuk donat, diamkan lagi selama 10 menit
4. Goreng donat dalam minyak padat dengan api kecil saja hingga berwarna kuning kecokelatan, angkat dan tiriskan - aku goreng pakai minyak biasa
5. Setelah dingin, beri topping sesuai selera.
 
Agak susah membentuk adonannya karena lengket banget. Dan karena aku nggak sabaran, jadi bentuknya agak mecotot gitu deh...
 
Setelah digoreng, bentuknya memang bisa dibilang mirip J-Co, tipis, lembut dan agak kapes kapes....tapi kalau soal rasa, jujur aku bilang nggak mirip sama sekali. Bukannya nggak enak...enak sih, cuma nggak mirip rasanya J-Co, wangi khasnya itu loh yang nggak ada. Mungkin musti ditambah flavour apa gitu... atau menggorengnya kudu pakai minyak padat sesuai resep. Padahal minyak padat katanya nggak baik buat kesehatan....hmm....jadi bingung...
 
Anyway, Cinta seneng banget sama donat buatanku ini. Seperti biasa toppingnya DCC yang banyak. Aku makan yang pakai taburan gula donat aja.


Pastel tutup pesanan Nina




Jumat sore nggarap pesanan pastel tutupnya Nina yang diorder online. Nina minta pastel tutup dengan rasa original (maksudnya nggak pakai keju :D)

Pesanannya diambil di rumahku....yang ternyata menurut Nina agak susah ketemu karena nggak ada nomornya...hihih....sebenarnya ada sih nomor rumahnya, cuma di teras yang lampunya kurang terang. Sorry kalau kerepotan ya, Nin.

Terimakasih Nina, semoga Nina sekeluarga menikmati pastel tutupnya...


Buah Tempayang ampuh untuk panas dalam...



Sekali kali posting resep obat, ah... :)

Ini adalah buah tempayang yang kadang disebut juga tempoyang, merpayang, kembang semangkok batu, atau kalau di toko obat China diberi nama beng ta hai (phung tha lai).

Bentuknya seperti buah melinjo tapi sudah dikeringkan.

Aku lebih suka menyebutnya beng ta hai. Fungsi beng ta hai yang terutama adalah menyembuhkan panas dalam, sakit tenggorokan dan batuk. Namun konon kabarnya juga bisa menyembuhkan sakit ambeien.

Cara mengkonsumsinya, ambil 4 - 5 butir beng ta hai,cuci sebentar agar pasir dan kotoran hilang lalu sedu / rendam dengan 1 gelas air mendidih, biarkan dia mekar. Air akan berwarna kecoklatan.





Setelah beng ta hai mekar sempurna, minum airnya. Minum 3 kali sehari. Biasanya kalau sakit tenggorokan atau sariawan yang nggak parah parah banget, 2 kali minum saja sudah sembuh total.



Gambar di atas adalah beng ta hai yang sudah mekar (dan siap untuk dibuang :D), bentuknya seperti jelly dengan biji di tengahnya. Rasa airnya akan seperti air tanah, tapi beneran, ampuh banget...kalau terpaksa boleh di tambah sedikit madu. Ingat ya, setiap kali mau minum, pakai beng ta hai yang masih baru, bukan yang sudah mekar.

Terakhir beli harganya Rp 90,000/500 gram di Ban Seng Tong Surabaya. Aku biasa nyetok di rumah, karena bentuknya kering jadi tahan lama.