Friday, 12 February 2010

Pastel Tutup, order akhir pekan


Ini pesanan pastel tutup dari seseorang yang namanya tidak boleh disebut (hehehe...kayak Lord Voldemort di Harry Potter aja nih). Ditujukan kepada seorang di Surabaya Barat - yang nggak tahunya temenku kursus dan anggota milis yang sama dengan aku - yang berulang tahun hari ini. 



Kejunya tidak dipanggang bareng dengan pastel tutupnya, karena  yang berulang tahun ini baru pulang kerja malam hari. Kalau sudah dipanggang dan tidak langsung dimakan, biasanya keju menjadi kering dan tidak nikmat lagi.


Untuk pesanan ini, karena datangnya pada hari kerja, aku tidak bisa mengantarkan sendiri. Padahal sebenarnya pengen juga ketemu the birthday girl, kangen, secara sudah lama banget nggak kontak. Karena itu untuk pertama kalinya aku menggunakan jasa taksi motor seperti saran Fitri Potato Stick. Mudah mudahan tidak ada masalah...karena ndilalah kersane Allah, kok ya hujan deras disertai angin kencang saat ini. Tadi janji ambil jam 11, cuaca masih cerah, sampai 12:01 belum datang juga dan sudah terlanjur hujan :(


Ya wis, selamat ulang tahun ya, Nung....semoga Tuhan selalu menyertai langkah kakimu, semoga kebahagiaan selalu mengisi hari harimu. jangan tanya nama pengirimnya ya...hehehe...the secret will never be revealed.

Tuesday, 9 February 2010

Cerita di balik bihun goreng



Sejak kecil aku suka sekali makan bihun goreng. Semua jenis bihun goreng baik itu yang model Jawa - pakai merica utuh diulek dengan bawang, atau Chinese - yang bawangnya dikeprek...semua aku suka. Bahkan kalau makan mie titee, aku juga pakai bihun, pokoknya kalau ada kesempatan untuk memilih antara mie dan bihun, aku pasti pilih bihun.

Sejauh ingatanku, aku mulai suka makan bihun waktu TK Trisula Candi Semarang. Waktu itu setiap hari Sabtu adalah hari makan bersama, dan yang paling aku tunggu tunggu adalah makan bihun goreng bersama.FYI, yang paling aku benci, makan bubur kacang hijau bersama. Hoaaaaa....sampai seumur ini aku masih nggak suka kacang hijau, karena rasanya seret di tenggorokan :).

Guruku di TK itu bernama bu Tatik (Lord, bless her soul forever). Beliau memasak bihun sepanci blirik besar. Semua murid dan pengantarnya boleh makan sepuasnya. Makannya juga pakai piring seng blirik, karena waktu itu belum ada piring melamin.

Trisula


TKnya sederhana banget, lantainya plesteran (semen) bukan ubin, dindingnya setengah tembok setengah papan. Muridnya dari semua golongan. Anak orang kaya, anak orang biasa, bahkan anak orang tak punya juga sekolah di situ. Ada yang sekolah tanpa memakai sepatu atau sendal, alias nyeker karena memang orang tuanya tidak bisa membeli sepatu. Tidak ada seragam yang mungkin akan membebani mereka yang tak mampu sehingga tidak mau sekolah. Ada anak yang setengah idiot, ada yang nakal banget, ada yang suka nangis, suka ngambek (baca : aku :D).... Bu Tatik tidak pernah membedakan kami berdasarkan status dan golongan, semua sama, semua diperlakukan dengan baik.

Waktu aku kecil, aku adalah anak yang introvert dan clumsy. Nyanyi fals, nari kaku. Tapi kalau (lagi mau) bicara bisa lantang. Bu Tatik tahu itu, dan beliau memberi aku kesempatan tampil di RRI Semarang untuk membaca puisi secara live. Waktu aku keluar sebagai juara ke III, beliau mengantarkan sendiri hadiahnya ke rumah, 1 buku tulis tipis merk Banteng, pensil dan rautan. Untuk anak TK pada masa itu, hadiah ini sudah luar biasa. Dan aku ingat, sejak saat itu rasa percaya diriku tumbuh.

Seandainya bu Tatik masih hidup, ingin aku datang, memeluk dan menciumnya. Beliau yang meletakkan dasar di hati dan pikiranku, bahwa semua manusia itu sama di mata Tuhan di usia yang sangat dini. Dan bahwa kita tidak perlu bisa menari atau menyanyi untuk bisa percaya diri.

Di SD, kantin di sekolah menyediakan bihun goreng yang dibungkus dengan daun pisang. Kalau ditakar, mungkin bihun gorengnya hanya 1 sdm munjung, sayurnya hanya kol, sedikit taburan telur dadar iris, sejumput bawang goreng yang melempem,  tapi cabe rawitnya gedha banget. Harganya Rp 5,-. Waktu aku SMP (masih sekompleks dengan SDku) harga bihun berubah jadi Rp 10,- lama lama naik jadi Rp 25,-, tapi porsinya teteup. Yang masak masih orang yang sama, jadi rasanya juga sama dengan bihun di kantin SD. Dua kali istirahat, dua kali aku beli dan makan bihun :). Saking hapalnya kebiasaanku ini, pak Nyaman (penjaga kantin SMPku) selalu menyisihkan bihun goreng khusus untukku, karena kalau kehabisan aku marah :D.  Kalau libur panjang, yang aku kangenin bukan teman teman sekelas tapi bihun gorengnya kantin sekolah.

Bihun bu Tatik dan bihun sekolah menggunakan resep bihun goreng Jawa yang rasa mericanya menggigit nikmat.

Waktu aku  masih tinggal bersama Mamie di Semarang, beliau sering memasakkan bihun goreng atas permintaanku. Menurutku bihun goreng beliau enak sekali, padahal bumbunya ya sederhana saja...bawang putih keprek, merica dan kecap kecapan biasa. Sampai sekarang kalau lagi pulang kampung aku masih sering minta beliau memasakkan bihun goreng.

Akhir akhir ini bihun yang dipakai orang jualan adalah bihun yang terbuat dari tepung jagung. Bentuknya lebih kenyal mirip soun, warnanya bening. Tidak ada baunya. Beda dengan bihun jaman dulu yang terbuat dari tepung beras. Bentuknya rapuh, warnanya butek dan baunya agak apek apek gimana gitu tapi teteeeeep buatku lebih enak..hehehe...bihun (jadul) forever dah pokoke.


Nah,karena kangen makan bihun goreng dan nggak nemu bihun jadul akhirnya aku memutuskan untuk masak sendiri. Nyari bihun beras di Giant, nemu yang merknya AAA. Inget inget bumbu yang Mamie pakai...kira kira begini resepnya :

Bahan :

1 bungkus bihun (200 gr)
5 bawang putih dikeprek & cincang
3 helai seledri, biarkan utuh
5 sdm kecap manis
4 sdm kecap asin
1 sdt gula pasir
1 sdt kaldu bubuk
1/2 sdt vetsin
1/3 sdt merica
2 butir telur kocok lepas
Sayur sesuai selera (aku pakai wortel yang potong seperti korek api)
Ayam rebus disuwir suwir
Udang kecil kupas (kalau punya, tapi aku kemarin nggak punya :D)
Bakso (kalau ada dan suka)
1 gelas air kaldu
Minyak untuk menumis

Cara membuat :

  • Rendam bihun dengan air mendidih selama 2 menit, sampai bihun lemas
  • Tiriskan, siram dengan air dingin supaya bihun tidak saling melekat, sisihkan
  • Panaskan minyak, dadar telur setengah matang kemudian dihancurkan (scrambled egg). Angkat dan sisihkan
  • Tumis bawang putih dan merica sampai wangi
  • Masukkan ayam/udang/bakso tumis sampai berubah warna
  • Tambahkan air, kecap dan bumbu bumbu lainnya
  • Masak sampai mendidih.
  • Tambahkan sayur (termasuk seledri). Masak sampai sayur layu.
  • Terakhir masukkan bihun. Aduk pelahan lahan sampai semua bumbu rata
  • Cicipi rasanya. Biarkan air terserap habis.
  • Sajikan dengan taburan scrambled egg dan bawang goreng.


Rasa bihun ini enak...tapi buatku masih jauh lebih enak bihun masakan Mamie, nothing compares to hers deh....:)

Monday, 8 February 2010

Cake decorating with my love



Waktu aku membuat pesanan cakenya pak Ribut, Cinta eager sekali ingin membantu decoratingnya. Tapi tidak mau hanya diberi pekerjaan yang simple simple, dia maunya ikut mendekor the whole cake. Tentu saja tidak aku ijinkan. Kalau sampai cakenya error kan repot, harus buat lagi. Karena itu aku janjikan, hari Minggu nanti kita bikin cake,dan dia boleh menghias semaunya. Dia setuju.


Sabtu siang sebenarnya aku sudah siapin cakenya, tapi aku masih cape dan masih pengen malas malasan. Sementara Cinta sudah ribut terus, nggak sabar pengen cepet kerja. Untung dia nemu kegiatan lain, mendandani Barbie dengan si mbak, jadi aku bisa puas tidur dulu. Cake baru dihias Minggu pagi.

Pertama aku ajarin motong cakenya. Hasilnya : miring :). Nggak papa…

Lanjut dengan membasahi cake dengan air dark cherry. Berhasil, sembari airnya muncrat sana sini. Cinta usul, biar cepet, daripada dibasahin pake kuas, mendingan dituang aja airnya sekaligus keatas kue, trus baru dikuas... hehehe...dia pikir ini menggambar pakai cat air mungkin....nggak tau kalau air sudah disiram ke atas kue langsung terserap. Kalau mau diratakan pakai kuas malah hancur semua.




Step berikutnya, menata dark cherry di atas cake. Gampang, berhasil dengan sempurna.



Trus, ini yang dia paling tunggu tunggu. Main cream memakai piping bag. Cream disemprotkan ke atas cake yang telah dibasahi dan diberi dark cherry. Bentuknya nggak masalah, karena akan ditutup dengan potongan cake di atasnya.



Selesai membuat filing, kerja dilanjutkan di kamar, karena di luar kamar panas dan ganachenya cepet lembek.

Sekarang membuat pinggiran cake. Aku ajarkan cara menekan piping bag supaya hasilnya konstan. Susah payah Cinta berusaha, tentu saja ada yang bagus, ada yang mleyot.




Di scrap. Nggak mau aku bantuin nutup bagian yang berlubang. Katanya tugas Mamam hanya muter mejanya (Lazy Susan) dan motret aja.





Lalu ganache di spuitkan di atas cake. Lihat seputar mulut Cinta yang belepotan ganache. Itu karena sambil ngedecor, dia berkali kali mencolek ganache untuk dimakan.



Trus nata buah…


Menata coklat pagar...




Karena coklat pagarnya cuma sedikit (sisa cakenya pak Ribut) maka tidak jadi dipasang mengelilingi pinggir cake. Instead, di potong jadi 2, dipasang di atas cake saja.


Sambil kerja, sambil lihat TV, konsentrasi mulai pecah karena ada film Tom & Jerry di TV.



Waktu naruh potongan kiwi, aku kurang perhatian, tahu tahu aku lihat banyak bulu di atas cake…ternyata dia pasang kiwinya terbalik :D


Terakhir mengoles buah dengan apricot glaze.




Kue jadi. Simpan di fridge dulu biar beku.





Beberapa jam kemudian, selesai makan siang Cinta minta potong cakenya. Maunya dia sendiri yang potong. Ya wis, boleh…



Setelah dipotong dan ditaruh di atas piring kecil, diulurkan ke aku. Aku pikir mau ngajak makan bareng. Nggak tahunya dia bilang ‘Itu buat Mamam aja’

‘Lha yang buat Niek mana?’

‘Niek nggak mau. Niek nggak suka cake”.

Halah…..dia sendiri nggak doyan !






Ini hasil dekorasi Cinta…. Apakah tidak ada campur tangan Mamamnya sama sekali? Tentu saja ada…what do you expect from a six-year-old girl :)

Pare masak bawang putih


Pare atau paria adalah salah satu sayur kesukaanku. Tapi tidak seperti penggemar pare pada umumnya, yang tidak keberatan dengan rasa pahitnya, aku selalu berusaha supaya pareku tidak berasa pahit.

Caranya adalah setelah pare dibersihkan dari biji dan dikeruk bagian putih di dalamnya, dirajang dan diremas remas dengan garam (untuk +/- 300gr pare, aku pakai 3 sdm garam dapur). Diamkan dulu selama kurang lebih 1 jam, lalu cuci bersih dan diperas sampai kering. Pada saat memasak, jangan tambahkan air sebelum pare layu.

Biasanya aku menambahkan daging atau udang di dalam masakan pareku, tapi kemarin aku coba bikin pare masak bawang putih, tanpa daging, tanpa udang. Dan ternyata enak tuh....

Aku share resepnya ya :

Bahan :

300 gr pare bersihkan, rajang tipis
3 sdm garam untuk meremas pare
4 siung bawang putih memarkan
1/2 sdt merica
1/2 sdt kaldu ayam bubuk
1 sdt gula pasir
1/2 sdt vetsin
1/2 gelas air
Minyak goreng untuk menumis

Cara membuat :

Tumis bawang putih sampai harum, masukkan merica
Masukkan pare, tumis sampai pare layu
tambahkan bumbu bumbu, tumis +/- 3 menit sampai keluar air parenya
tambahkan air, masak sampai air mengering
Sajikan dengan nasi putih hangat

Fruity Sacher torte


Cake ini dipesan oleh pak Ribut, mantan teman kantor yang sekarang punya bisnis sendiri. Saking seringnya pak Ribut dan aku bertemu untuk urusan imigrasi, dia jadi tahu side businessku. Dan pak Ribut adalah salah satu teman yang selalu menyarankan aku untuk mengembangkan usaha sampinganku ini sehingga sebagi karyawan aku punya plan B. TIdak hanya bergantung pada perusahaan yang kondisinya bisa naik turun.

Waktu aku tunjukin blogku, dia tertarik dan waktu putrinya ulang tahun ke 16 hari Sabtu tanggal 6 February 2010 kemarin, dia memesankan cake ini. Niatnya membuat kejutan bagi sang puteri.

Tidak ada special request, dia hanya bilang putrinya suka coklat. Jadi aku buatkan cake pakai resep Sacher Torte yang rasa coklatnya memang pas banget, di dekor dengan cream, coklat dan buah buahan segar. Sedikit keluar dari pakem Sacher torte yang hanya dicover ganache saja.


Tadi pagi, waktu ketemu lagi di kantor, pak Ribut bilang, kuenya enak sekali, bahkan istrinya tidak percaya ada temannya yang bisa bikin cake seperti ini. Jangan jangan beli di toko, katanya. Hohoho.......kalau di toko malah  buahnya dikit, nggak seboros bakul kue rumahan gini yaaaa....

Trus, waktu pak Ribut dan saudara saudaranya memotong kue, si putri ultah protes, nggak boleh banyak banyak, supaya tidak cepat habis, katanya... :)


Selamat ulang tahun Nerisa, semoga selalu menjadi cahaya bagi keluarga Ribut. Dan terimakasih ya, Pak, aku akan selalu ingat pesan dan cerita pengalamanmu.

Friday, 5 February 2010

Jantung ayam masak pete


Asli, ini bukan makanan yang sehat dan baik untuk kesehatan terutama bagi mereka yang bermasalah dengan cholesterol. Tapi ini salah satu masakan favorit suamiku yang cinta mati pada jerohan, baik sapi maupun ayam.

Demi menjaga kesehatan kami berdua, aku memang mengurangi frekwensi makan dan masak jerohan, ditambah lagi di perumahan kami, tukang daging jarang bawa jerohan kecuali kalau kita pesan sebelumnya. Sementara si tukang ayam langgangan kami jarang bawa jerohan dalam jumlah banyak, jadi tidak terlalu sulit menghindari si jerohan.

Nah, masalahnya kalau lagi ke Superindo kami selalu melihat tumpukan ampela dan jantung ayam yang bagus dan sudah bersih melambai lambai minta diajak pulang, suamiku jadi ngiler. Ya wis lah, sekali sekali break the diet program :).



Memasak jantung ayam butuh waktu lama supaya jantung bisa empuk. Karena itu aku presto dulu supaya hemat waktu dan hemat gas tentunya.

Bumbunya gampang. Ini resepnya, untuk jantung sebanyak 1 kg(*), kalau mau masak cuma sedikit ya disesuaikan saja :

 Bahan :

 1 kg Jantung ayam, bersihkan dari lemak yang berlebihan, rebus atau presto sampai empuk
3 papan pete, kupas bersih
Lengkuas memarkan
5 lembar daun salam buang tulang daunnya
Gula merah sedikit / gula pasir
2 sdm kecap manis
Vetsin sedikit (kalau suka)
200 ml. santan Kara
Cabe rawit utuh

 Bumbu yang dihaluskan :

10 Bawang merah
15 Bawang putih
5 kemiri yang sudah digoreng
Cabe sesuai selera
½ sdm Garam
Cara membuat :
  • Tumis bumbu halus, lengkuas dan daun salam sampai wangi dan minyak gorengnya terpisah tanda bahwa bumbu sudah matang
  • Masukkan jantung, tumis sebentar, tambahkan air.
  • Masukkan bumbu bumbu yang lain, masak sampai meresap dan agak kering, tambahkan santan pada saat bumbu tinggal 1/2nya lalu masak terus dengan api kecil.
  • Tambahkan pete dan cabe rawit utuh sesaat sebelum diangkat, bolak balik sebentar, angkat. Suamiku suka petainya masih agak keras, jadi setelah petai masuk, aku masaknya nggak lama lama.


 (*) jangan diprotes ya...walaupun frekwensi masaknya sudah jarang, tapi kalau beli dan masak jantung memang aku biasanya 1 kg, biar sekalian repot nyuci panci prestonya... :)

Macaroni Schotel dan Pudding Tape Ketan untuk HR




Dua snack pesanan HR untuk meetingnya pagi ini. Macaroni Schotel dan pudding tape ketan hijau.

Untuk macaroninya, aku buat isinya tadi malam, panggang sampai matang. Toppingnya aku buat dadakan tadi pagi. Lalu dioven lagi sampai topping beku.

Rasanya, enak dan lembut. Untuk macaroninya, seperti biasa aku pakai La Fonte, biar direbus atau dioven sampai lama tidak hancur.



Aku membuat Macaroni Schotel ini dengan menggunakan 2 jenis oven karena jumlahnya banyak. Yang hanya pakai api bawah, hasil toppingnya agak pucat dan makan waktu lama. Sedangkan yang pakai api atas bawah, warna toppingnya lebih cantik dalam waktu singkat. Oiya, untuk membuat macaroni schotel aku tidak suka kalau memakai cara dikukus dulu adonannya baru dipanggang. Karena hasilnya (menurut aku dan teman teman yang biasa pesan) terlalu berair. Jadi sejak awal aku oven saja dengan cara au bain marie (steam bake/dioven dengan cara direndam air).


Pudding tape ketannya juga baru aku buat tadi pagi, soalnya kulkas di rumah lagi penuh :D. Tapenya ada di dasar cup dan di atasnya. Kata mbak pantry, terlalu boros, tapi kata yang makan sih, mantap...:)

Tuesday, 2 February 2010

Cheesy-mayo Corn a la Keluarga Cinta


Ini adalah salah satu camilan kesukaan Pok suamiku. Dulu kami seringnya beli di SPM tetapi harganya agak terlalu mahal (menurutku), karena isinya hanya itu itu aja dan porsinya kecil banget. Setelah icip beberapa kali, aku jadi tahu apa saja yang diperlukan untuk membuat camilan berbahan dasar jagung ini.

Pertama kali buat, masih agak kurang mirip, tapi by trial and error akhirnya ketemu juga resep dan rasa yang pas. Sejak itu Pok sering minta dibuatin, untuk camilan sore terutama di musim hujan seperti saat ini. Karena di rumah aku selalu punya stock jagung kaleng, mayonese dan keju, maka dengan senang hati aku akan menyiapkannya. Membuatnya mudah, dan...kalau buat sendiri jadi murah jatuhnya :).

Ini resepnya barangkali ada yang mau coba :

Bahan :

1 kaleng jagung manis (whole kernel - bukan yang creamy) - tiriskan

3 sdm mayonese (lebih enak yang sudah ada rasanya)
1 sdm saus cabe
1 sdm susu kental manis
1 sdm margarine
keju parut sesuai selera

Cara membuat :

Campur mayonese, susu kental manis dan saus cabe, sisihkan



Kukus jagung  bersama airnya sampai benar benar panas.Tiriskan.
Panas panas campur dengan margarine, aduk sampai margarine meleleh
Tambahkan campuran mayonese, aduk rata.



Taburi keju parut



Sajikan. Tunggu 5 menit....pasti ludes :)


Saturday, 30 January 2010

KBB # 15 : Mud Cake Cookie Sandwiches



Waktu terima 'surat tjinta' alias  tantangan KBB #15 untuk bikin Mud Cake Cookie Sandwiches hatiku sempat mencelos...

Karena aslinya, aku paling tidak berani bikin cookies. Perasaanku bikin cookies itu kok susaaaaaaaah banget, manggang kurang lama jadi lembek, kelamaan jadi gosong.....repot....karena itu dalam sejarah bakingku, bikin cookies bisa dihitung dengan jari :)

Tapi karena sekarang aku sudah niatin ikut KBB (walaupun masih dalam masa probition :D) dan mendapat tantangan untuk bikin Mud Cake Cookie Sandwiches ini, mau tidak mau aku harus berani membuat cookies dan mengalahkan semua 'what if' yang negative. Heheh...namanya juga Klub Berani Baking, kalo nggak berani ya jangan join, gitu toh?

OK, untuk resep bahasa Inggrisnya adalah sebagai berikut, ini asli copy paste dari milis, soal urutan yang nggak beraturan, hmmm....selain berani baking juga harus berani mikir kali ya.. hehehe..



KBB#15 - Mud Cake Cookies Sandwiches


Source: The AWW: Cupcakes, Cheesecakes, Cookies. 2008
Makes 24.


250g butter, softened
330g firmly packed brown sugar
2 eggs
450g plain flour
75g self-raising flour
50g cocoa powder
2 Tbs cocoa powder, extra

Chocolate Mud Cake

150g butter, chopped
100g dark eating chocolate, chopped coarsely
220g caster sugar
125ml water
2 Tbs coffee liqueur
150 gr plain flour
2 tbs cocoa powder
2 egg yolks

Combine butter, chocolate, sugar the water and liqueur in small saucepan. Stir over low heat until smooth. Place mixture in medium bowl; cool 10 minutes. Whisk in sifted flour and cocoa, then egg yolks. Divide mixture among pans. Bake about 25 minutes. Cool cake in pans. Using 6.5cm round cutter, cut 12 rounds from each cake.


Chocolate Ganache

80ml cream
200g dark eating chocolate, chopped coarsely

Bring cream to a boil in small saucepan; remove from heat. Add chocolate; stir until smooth.

Refrigerate until spreadable..

1. Preheat oven to 170C/150C fan-forced. Grease two 20cm x 30cm lamington pans; line with a strip of baking paper, extending paper 2cm above edges of pans.

2. Make chocolate mud cake.

3. Make chocolate ganache.

4. Beat butter, sugar and eggs in small bowl with electric mixer until combined. Transfer mixture to large bowl; stir in sifted flours and cocoa, in two batches. Knead dough on floured surface until smooth; divide in half, roll each portion between sheets of baking paper until 5mm thick. cover; refrigerate 30 minutes.

5. Preheat the oven to 180C/160C fan-forced. Grease oven trays; line with baking paper.

6. Using 6.5mm round cutter, cut 48 rounds from dough. Place about 3cm apart on oven trays. Bake about 12 minutes. Cool on wire racks.

7. Spread ganache onto underside of cookies; sandwich a mud cake round between two cookies.

8. using heart template, dust cookies with extra cocoa.

Nah, resep tersebut sudah di translate oleh mbak Emma Isti (thank you, mbak Emma), dan edisi bahasa Indonesia ini yang akan aku pakai dalam step by step ku. Yukkkk....mulai....


Versi Bahasa Indonesia :

Mud Cake Cookies Sandwiches
Source: The AWW: Cupcakes, Cheesecakes, Cookies. 2008
untuk 24 buah



Cookies :

250g mentega, (lunakan /lembekan dalam suhu ruang
330g brown sugar (aku pakai 250 gr gula palem)
2 telur
450g tepung terigu
75g self-raising flour
50g coklat bubuk
2 sdm coklat bubuk, extra (untuk taburan)


Kocok mentega, gula dan telur dengan mixer hingga tercampur rata (sebentar saja, +/- 2 menit)



Pindahkan ke mangkuk yang lebih besar, masukan terigu dan coklat bubuk yang telah diayak, aduk rata.




Uleni adonan di atas permukaan/meja yang telah ditaburi sedikit terigu sampai halus (dapat digilas).  Aku tidak uleni pakai tangan tapi pakai pastry knife. Sebelum digilas aku simpan dulu di kulkas selama 15 menit supaya tidak terlalu lengket dan lembek.

Bagi menjadi 2 bagian, gilas tiap bagian diantara 2 lembar kertas baking atau plastik setebal 5 mm, dinginkan selama 30 menit

Panaskan Oven 180 C/160 C untuk oven fan-forced. Siapkan loyang yang telah dialas kertas baking dan diminyaki atau dioles mentega.





Cetak adonan dengan cookie cutter bulat 6.5 mm sebanyak 48 buah, pindahkan ke loyang dan beri jarak 3cm. Bake kurang lebih selama 12 menit, dinginkan diatas rak kawat.





Chocolate Mud Cake


150g butter, potong kecil-kecil
100g DCC (eating chocolate), cincang kasar/potong kecil
220g gula kastor
125ml air
2 sdm coffee liqueur
150g terigu
2 sdm coklat bubuk
2 kuning telur





(karena nggak punya coffee liquer, aku ganti chocolate liquer saja yang kebetulan ada stock di rumah)


Cara membuat :


Panaskan oven 170/150 C (untuk fan forced). Olesi loyang dengan minyak/mentega, alasi dengan kertas roti/baking paper, lebihkan 2 cm setinggi tepi loyang



Dalam panci kecil campur mentega, coklat, gula, air dan liquer.
Masak dengan api kecil dan aduk hingga tercampur rata (tidak bergerinjil) . Pindahkan ke mangkuk, dinginkan selama 10 menit.



Campur terigu dan coklat bubuk, aduk menggunakan whisk, kemudian masukan kuning telur, aduk kembali.

Bagi dua adonan dan tuangkan ke dalam 2 loyang (ukuran 20 x 30cm) yang telah dioles minyak/mentega dan dialas kertas. Jadinya memang hanya tipis saja. 


Panggang selama 25 menit, dan biarkan kue dingin dalam loyang.




Gunakan cutter bulat 6.5 mm untuk memotong cake sebanyak 12 buah/loyang.


 

Chocolate Ganache

80ml cream
200g coklat masak, potong kecil/cincang kasar



Panaskan krim dalam panci kecil, angkat/kecilkan api. Tambahkan coklat cincang, aduk rata hingga licin. dinginkan hingga dapat dioles.


Penyelesaian :



Olesi bagian bawah kukis dengan ganache, kemudian selipkan / letakan chocolate mud cake di antara 2 kukis.





Letakan patron bentuk hati diatas kukis, taburkan coklat bubuk ekstra diatasnya.



Cookiesku sudah berwarna coklat banget, karena pemakaian gula palem, maka waktu aku beri taburan coklat bubuk, bentuk hatinya nyaris tidak kelihatan, jadi untuk sebagian aku beri taburan gula donat :)

Jadi....demikianlah,Minggu sore kemarin, dengan diiringi hujan deras dan petir menyambar nyambar yang membuat Cinta ketakutan dan tidak mau ditinggal sendirian, akhirnya aku berhasil menyelesaikan tantangan KBB # 15.

Begitu matang, Cinta adalah orang pertama yang mencicipi. Dan dia senang sekali, menurutnya wuenak banget....Cinta memang suka coklat dan manis. Penasaran melihat ekspresi kenikmatannya, aku ikutan nyicip...hmm....enak sih, tapi buat aku terlalu manis.

Hari ini, aku bawa beberapa potong ke kantor, aku tawarkan ke teman teman. Yang suka coklat dan manis bilang memang wuenak...yang nggak suka manis, angkat tangan :). Eh, tapi waktu aku makan lagi pagi ini, ternyata rasa manisnya agak berkurang dikit...entah memang kalau sudah menginap rasa manisnya berkurang, atau mulutku yang sudah tidak kaget lagi dengan rasa manisnya cookies ini :)




Dannn....ini dia tanda lulusnya :D :




Terimakasih ibu ibu host & mbak Arfi...