Wednesday, 24 March 2010

Jamur Crispy a la kadarnya :)


Waktu latbar Foodmoster, Mae bawa jamur crispy yang enak banget....katanya resepnya ada di blognya, tapi aku belum sempat cari. Trus di Koki dan Sedap yang baru ada resep jamur crispy juga....trus...trus...jadi pengen...tapi kok bahannya agak banyak. Malah ada yang pakai bawang putih bubuk segala...dan di rumah nggak punya.

Tapi, di rumah ada tepung siap pakai merk Sasa yang biasanya aku pakai untuk menggoreng ayam. Yo wis, untuk sementara pakai ini dulu.

Kemarin pagi, suruh Siti nyari jamur tiram ke tukang sayur, ternyata ada walaupun kecil kecil. Gak papa....yang penting jamurnya masih seger :)



Cara membuatnya gampang banget.

Bahan yang dibutuhkan hanya jamur, tepung bumbu, telur kocok lepas. Trus, jamur dicuci bersih terutama bagian bawahnya,tiriskan. Potong potong, gulingkan dalam tepung bumbu, gulingkan dalam kocokan telur lalu kembali ke tepung bumbu sambil agak ditekan tekan (supaya lebih tebal dan crispy). Terakhir goreng dalam minyak banyak dan panas. Sudahhh.....matang.

Suamiku yang baru pulang ngantar Cinta sekolah dan nggak tau proses pembuatannya langsung tertarik mencium barunya. Dia tanya ini apa. Aku nggak jawab dulu kalau itu jamur. Kuatir ilfil. Aku suruh dia cicipin dulu. 'Enak nggak?' Katanya enak. 'Emang ini apa? Udang tah?'. Aku bilang ini jamur tiram...ehhh....malah cepet cepet nambah, katanya 'dari sejak jaman kost dulu aku suka makan jamur tiram tapi baru sekali ini makan yang digoreng tepung, ternyata enak ya...' :D


Tuesday, 23 March 2010

Sup ayam & sosis


Sup sederhana, bahannya gampang dicari...yang jelas rasanya enak dan sehat karena tidak menggunakan minyak goreng sama sekali :)

Bahan :

500 gr daging ayam fillet tanpa lemak, kukus sebentar, potong kotak kecil kecil,
1 kaleng sosis sapi, potong sesuai selera, simpan airnya
3 bawang putih memarkan
3 biji wortel potong sesuai selera
250 gr buncis potong sesuai selera
2 biji kentang ukuran sedang, kupas, potong sesuai selera
beberapa lembar seledri
sedikit merica
sedikit pala bubuk
1 sdm kaldu bubuk
1/2 sdt gula pasir untuk penyedap


Cara membuat :

Rebus air sampai mendidih, masukkan bawan putih dan ayam, masak sampai setengah empuk.
Masukkan wortel, kentang, sosis, air sosis, dan bumbu bumbunya
Masak sampai semua setengah lunak.
Terakhir masukkan buncis dan seledri.
Sajikan hangat...

Monday, 22 March 2010

Orderan Govrel


Orderan dari Goverment Relation tanggal 18 Maret 2010.



Step by step membuat Tiramisu dalam tabung mika


Waktu buat pesanan Tiramisunya ICR minggu lalu, aku punya cukup waktu untuk memotret step by step cara pembuatannya. Dan aku ingin share di sini, semoga berguna buat teman teman yang ingin mencoba.

Cara membuatnya tidak susah kok...yuk mulai...

Pertama, yang kita perlukan adalah plastik mika yang cukup tebal (beli jadi juga banyak) yang diujungnya diberi double tape. Buat tabung sesuai selera dan tangkupkan double tapenya. Tambah tapenya di bagian luar kalau perlu.


Buat campuran kopinya....buatnya harus cukup banyak ya. Dinginkan...



Creamnya...masukkan dalam piping bag, simpan di kulkas sementara menunggu persiapan yang lain



Potong cake secara mendatar. Lalu potong lagi seukuran tabung mika. Bisa dengan cara langsung memotong dengan plastik mika yang sudah jadi dan juga pakai cutter tapi asal bisa benar benar pas dengan ukuran tabungnya ya. Sangat aku sarankan memotong cakenya dalam keadaan tertumpuk, tidak perlembar, jadi sudah jelas pasangannya... Sisihkan sisa sisa cake yang tidak terpakai. Sisa sisa ini nanti juga bisa dipakai lagi kalau perlu.




Alasi masing masing tabung dengan kertas karton khusus. Basahi dengan cairan kopi sesuai selera. Kalau aku suka banyak cairannya...jadi cakenya basah sah...



Semprotkan cream, pakai spuit kalau mau rapi...tutup lagi dengan selembar cake sambil agak ditekan tekan, basahi lagi, kasih cream dan terakhir tutup lagi dengan lembaran cake. Semua bagian cake dibasahi dulu ya.



Lalu spuit cream di atas cake. Hias sesuai selera. Kalau mau menaburkan coklat bubuk, gunakan ayakan atau saringan teh, supaya rapi.



Bersihkan alasnya. Beri buah atau coklat. Sajikan dingin....



Simple kan?

Tiramisu & Amrisnya ICR


Pesanan Industrial Relation untuk meetingnya tanggal 15 Maret 2010. Amris dan Tiramisu.

Wednesday, 17 March 2010

Ayam - Soun Kuah


Ini adalah masakan yang sering dibuat Mamieku waktu anak anak beliau masih kecil dan sekarang  aku sering buat juga untuk Cinta dan suamiku. Masakan berkuah bening ini merupakan satu dari sedikit masakan yang disukai oleh si genduk cilik.


 
Cara membuatnya mudah sekali dan bahan bahannya juga nggak macem macem.

 
Bahan :

 
½ kg daging ayam (ayam kampung lebih baik)
1 wortel potong sesuai selera
1 ikat soun,
3 bawang putih cincang
1 ½ sdt kaldu bubuk
Sedikit merica bubuk
Sedikit garam
Sedikit gula sebagai penyedap
+/- 1 liter air

Cara memasak :

 
Cuci bersih ayam dan kukus selama 10 menit untuk menghilangkan bau amisnya. Suwir suwir / potong sesuai selera
Kupas wortel dan potong sesuai selera
Rendam soun dengan air dingin sampai lemas (thank Tuty for her tips)
Tumis bawang putih dengan sedikit minyak, tambahkan merica, tumis sampai wangi
Masukkan air, biarkan mendidih
Masukkan ayam dan bumbu bumbu lain.
Setelah ayam lunak, masukkan wortel, biarkan sampai wortel empuk
Terakhir masukkan soun, didihkan sekali lagi. Tambah air bila dirasa perlu. Setelah soun masuk, jangan memasak terlalu lama.
Kuah sebaiknya dibuat banyak, karena soun akan menyerap air.
Sajikan.


Kemarin sore aku masak ini untuk Cinta. Waktu disuapi si mbak, baru 1 suap, dia lari ke dapur, di mana aku sedang prepare masakan lain. Dengan mata berbinar binar, dia mengacungkan kedua jempolnya dan bilang ‘Mmmfff….uenaaak sekali Mam…serius !’…hehehe…dia memang baru belajar menggunakan kata ‘serius’.

 

Monday, 15 March 2010

Ikutan Latbar Food Monster.....



Aku bergabung dengan milis Food Monster tahun lalu. Tertarik karena lihat blognya Vivi Liong. Waktu mengisi form pendaftaran, diwajibkan untuk menuliskan pemberi rekomendasi. Aduh....sapa yang mau merekomendasikan aku ya...secara I'm nothing di dunia kuliner :)

Aku kontak Vivi Liong, dan minta supaya Vivi mau merekomendasikan aku. Lupa bagaimana prosesnya, pokoknya aku akhirnya bisa gabung dengan milis yang didirikan oleh mbak Lia F. Dewi ini.

Sekian lama aku bener bener member yang super sangat teramat pasif. Tapi kalau lihat di multiply-nya Raras, kok ya ngiler juga....cuma masih ragu ragu dan malu malu untuk gabung...takut kelihatan yang paling oon :)

Sampai waktu HMFF Surabaya kemarin ketemuan sama Cita dan Rachmah, ngomongin soal latbar. Tambah kepengennnn....

Akhirnya aku putuskan untuk mendaftar dan gabung di latbar bulan Maret 2010 yang dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 13 Maret dan bertempat di rumah mbak Nana, nggak jauh dari rumahku. Yang dilat-bari adalah sweet & savory pie. Walaupun aku sudah sering bikin pie, tapi aku belajar secara otodidak, nggak pernah tau dasar yang benar. Kesempatan emas buat nambah ilmu, pikirku. Dan ternyata, pie yang kemarin memang beda dengan pie yang biasa aku buat.




Tadinya mau sendirian aja, naik becak, nggak ngajak Cinta, biar bisa konsentrasi belajarnya.Tapi ternyata nggak tega ninggalin dia, karena sudah beberapa hari aku kurang perhatian ke genduk cilikku ini karena ngerjain pesenan, apalagi semalam habis aku tinggal pergi sampai malam. Akhirnya aku tanya dia mau ikut atau tidak. Awalnya dia bilang nggak mau. Trus aku bilang, tapi tantenya punya kucing loh, trus nanti bisa ketemu sama dik Naura juga (anaknya mbak Ikha yang ternyata nggak hadir..hihihi...Cinta protes terus sampai rumah, kok kucingnya nggak keluar keluar lagi dan dik Naura nya mana kok nggak dateng dateng). Karena aku ngajak Cinta, bapaknya nggak tega kalau kami berdua naik becak, padahal asli lebih dekat dan cepat naik becak loh, tinggal lewat jalan tembus Gunung Anyar.

Berangkat sudah jam 9:30, karena capek dan ngantukkk banget. Sampai di sana agak agak kesasar dikit, bukan salah mbak Nana, wong mbak Nana ngasih alamatnya sudah jelas banget, saking suamiku nggak denger waktu aku bilang belok kiri :D

Sekitar jam 10-an nyampai di tempat. Ya ampunnnn........ternyata member Foodmonster ini adalah para baker senior!. Yang udah kenal : Rachmah, Cita, Fifi, Vivi, Mae dan Raras.  Sambutan yang diberikan kepadaku juga baik banget...hiks...jadi terharu. 

Baru beberapa menit saja aku di sana, sudah kerasa bahwa ini adalah kelompok yang hangat, penuh persahabatan, tulus dan jauh dari keinginan untuk menonjolkan diri, sok pinter, sifat palsu dan materialistis  yang bikin cape. Semuanya down to earth banget. Hiks, maap kalau kesannya aku berlebihan ya, tapi seringnya kesan pertamaku benar. Hanya beberapa saja yang keliru, itu juga karena polesannya yang kempling.. :)

Acara latbarnya santai, banyak canda, banyak makanan..hihih...potlucknya enak enak. Es buahnya buanyak banget....sampai nggak bisa berhenti minum, antara haus dan kepengen... apalagi waktu Mae bawa jamur krispi...yo olooohh...enak banget. Kapan kapan mau coba bikin, ah...kemarin sungkan mau ngganyemi terus..hihih...

Setelah ngobrol sana sini, baru tahu, ternyata mbak Lia dulu pernah ada project di kantorku, sedang mbak Nana adalah teman dari Lala, pleksku. Dunia memang hanya selebar daun pisang ya mbak mbak... :)

Sambil kerja, ngobrol, makan...rasanya bener bener cocok kalau di namakan food monster..apalagi waktu Umi dateng. Hehehe..Umi lucuuuu banget (dan kering kentangnya josss !! tapi resepnya tetap jadi rahasia ya, Um? hihihih...)

Cinta juga kerasan karena ada banyak anak anak kecil di sana dan rumah mbak Nana lega jadi bebas muter sana sini. Tapi waktu ngantuk dan laper dia mulai rewel..Cinta hanya makan cake coklatnya Rachmah aja soalnya dia memang susah maem yang bervariasi. Jam 2 kurang aku pamit. Dikasih sangu potluck dan hasil latbar. Di mobil pienya aku titilin...asli, wuenak, cuma sedikit agak kurang kering kalau menurut aku. Quichenya juga mantepppp....suatu hari pasti aku akan praktekkan quiche ini.

Di jalan sambil cerita cerita ke suami, kok aku merasa nyesel banget nggak dari dulu aktif di sini. Tambah lagi tadi pagi baca email dari temen temen, salah satu materi latbar adalah bikin ayam kodok. Whoaaaaaaaaa.........pengen bangetttttttttt............. Bisa diulang lagi nggak ya, ayam kodoknya? Please...please....I beg you pleaseeeee.....m(- -)m

Akhir kata, mbak mbakku, para food monster, terimakasih banyak ya, nggak bisa dijelaskan dengan kata kata, tapi kalian tuh bener bener deh.... wis, pokoke I love you full tank lahhh.... :). Mohon maap kalau ada kesalahan kata dan laku, apapun itu pastinya tidak aku sengaja ;p 

Mudah mudahan aku bisa rutin datang di latbarnya........biar ketularan pinter.


Japanese Cheese Cake pesanan Venny


JCC (Japanese Cheese Cake) ini pesanan Venny Makarowo teman facebook dari Jakarta, sebagai kejutan untuk sahabatnya, Nino & Yose di Surabaya. Nggak ada tanggal yang dipastikan oleh Venny karena nggak ada acara khusus.

Setelah acara Pleks gathering Jumat malam, aku langsung siapkan bahan trus istirahat bentar. Bangun langsung buat, dan cake harus siap minimal dalam waktu 4 jam. karena janjian dengan yang ngantar akan diambil sekitar jam 5 pagi. Nah, sekitar jam 3 pagi turun hujan di rumahku. Hatiku sempat dag dig dug, kuatir kalau hujannya makin deras. Puji Tuhan sekitar jam 4:30 hujan berhenti.

Jam 5:15 yang tugas antar kue datang berdua naik motor. Cake langsung dibawa dan diantar ke Sepanjang, which is jauhhhhhhh banget kalau dari Pondok Chandra..hehehe...tp karena masih pagi, jalanan nggak rame jadi bisa lancar sampai di tempat. Trus jam 6:54 Venny sms, dia malah kaget waktu Nino & Yose mengucapkan terimakasih, soalnya Venny nggak nyangka cakenya dikirim hari Sabtu itu...hihihi....mau ngasih kejutan malah terkejut sendiri ya, Ven.. Venny dengan baik hati terus mengupdate aku tentang reaksi keluarga Yose yang katanya suka dengan cake yang dipesankan Venny ini. Amin....puji syukur pada Tuhan kalau semua senang, keluarga Yose senang, Venny senang dan aku pastinya...jauhhhhhhhh lebih senang lagi.



Aku janji ke Venny hari Senin akan upload di fb dan blog, tapi ternyata hanya bisa di blog untuk sementara ya, Ven. PCku yang dirumah lagi ngambeg, internet connectionnya putus putus terus.

Terimakasih banyak untuk kepercayaannya ya Ven. Semoga persahabatan kalian tetap hangat ya.



Pleks Gathering pertama - 2010


Setelah mundur mundur terus, akhirnya acara yang super penting buat kelangsungan hidup Pleks ini diadakan hari Jumat sore, 12 Maret 2010.

Ini adalah gathering pertama tahun 2010. Acaranya adalah cross kado (acara rutin tahunan sejak 18 tahun yang lalu) dan traktiran ultahnya Deasy & Ulik yang jatuh bulan November TAHUN LALU !

Setelah melalui seleksi yang tidak terlalu ketat, kami memilih Bon Cafe Peregolan Bunder yang tempatnya cukup cozy. Ini gerbang masuknya. Turun dari mobil ada petugas Valet yang (kami pikir) membantu parkir dengan mencarikan tempat yang strategis dan aman.


Di dalam, mbak Endang sudah menunggu. Ibu pengusaha yang satu ini memang hampir selalu on time, kecuali ada keperluan khusus :)


Deasy, mbak Endang, Nancy

Me, Arini, Lala


Perasaan dari tahun ke tahun pose kita gini gini aja ya, Pleks?  :D

Ngobrol ngalor ngidul, makin lama suara kami makin keras,soalnya pengunjung makin banyak dan ruangan makin rame.. Khas kami kalau lagi ngumpul, saling cela, saling siksa, tapi hanya lip services. Ribut hanya di mulut aja,setelah itu ngakak lagi.

Sambil nunggu si Ulik yang lagi ngurusin momongannya dulu,mbak Endang gelar dagangan di atas meja...hihihih...gak peduli apa pikiran para waiter dan tamu lain melihat kegiatan kami ini.



Karena Ulik nggak muncul muncul juga (ternyata karena salah jalan, jadi harus muter lagi) kami mulai order.

Head waiter yang melayani kami, agak kurang OK. Waktu ditanya apakah mashed potatonya pakai keju, dia bilang iya. Nggak lama muncul lagi bilang 'maaf, mashed potato nggak pake keju'.
Diprotes,'lho tadi katanya pake'.
Dia ngeles, 'iya,mulai kemarin nggak pake.
'Kok tadi bilang pake?', masih ngotot nih ibu ibu...
'Soalnya kemarin saya nggak masuk'

Hahahaha....mo ngomong apa lagi kalo alasannya ini ? Masa iya mau ditanya, emang kenapa kemarin kamu nggak masuk?? Pergi kemana aja?? Trus kamu dipotong cuti apa enggak?? :D

Waktu appetizer dateng, nggak sampai 1 menit steaknya juga sudah dateng. Hmm...kayaknya memang agak susah buat kebanyakan restaurant besar di Surabaya untuk bisa memanage urutan kapan  makanan harus keluar.

Aku pesan crispy cream soup sebagai makanan pembuka. Di photonya kelihatannya seperti Zuppa Soup, di dalam mangkuk keramik, di atasnya ditutup dengan pastry yang melembung. Waktu datang aku sempat mikir, hebar banget, pastrynya bisa melembung gini.


Waktu mau aku tusuk, lho kok geser....oalaaahh....ternyata cuma ditumpuk aja...


Nah, waktu steak datang, si waiter bilang, mashed potatonya bisa dikasih keju, Bu. Kami lihat...ehhh...hehehehe...kejunya nggak dicampur dg kentangnya tapi diparut di atasnya (lihat photo bawah sebelah kanan). Trus ditaruhnya juga di cawan terpisah dannnnn...sudah dingin :( . Satu lagi, rotinya tengik. Swear !



Tengah makan, Ulik dateng....tambah seru ceritanya...


Makan selesai, mulai acara cross kado. Apapun isi kadonya selalu dikomentari dengan seru... :D Tetep cuek aja kami berlama lama di sana. Obrolan satu selesai,lanjut yang lain....sementara pengunjung yang lain sudah berganti..



Makin malam, aku mulai gelisah...soalnya masih ada kerjaan nunggu nih.. Cinta juga sudah nelpon dari rumah, protes kok Mamie nggak pulang pulang...

Namun tak ada sesuatu yang abadi...**halahhhh**...akhirnya acara kami ini berakhir juga. Cipika cipiki dengan mbak Endang, naik mobilnya Ar lagi. Petugas valet tadi nagih uang parkir Rp 5,000. Semua kaget. Hah?? Mahal banget? Kalau dilihat posisi mobil sih bukan termasuk service valet, wong cuma muter arahnya aja, lokasi nggak berubah, Ar yang nyari lokasi ini sendiri :(

Wis, yo, rek...aku kesel cerito tentang pleks nih, wis pokoke terimakasih Deasy & Ulik atas traktirannya. Mbak Endang, atas kehadirannya, jangan lupa pesanan dompet merahku ya :D. Dan buat Lala...gak bisa ngomong, La. Pokoke, good luck dengan bisnis barumu. Tetep dateng kalo kita kumpul kumpul ya. Buat Dewi, ck ! Next time kudu dateng !!! Kalau perlu anak anakmu dibawa sekalian ya :)



Love you all....


Restless yet blessed week.... :)


Benar benar judul yang tepat untuk minggu lalu :). Banyak menggelontor lemak, namun demikian banyak berkat yang aku terima. Syukur kepada Tuhan.

Dimulai dari pesanan snack meeting dari SETC untuk hari Jumat. Pesannya pastel tutup, puding tape ketan dan amris. Hari Kamis siang, karena pernah pesan kalau lagi bikin pastel tutup minta dikabarin, aku kontak bu Monica yang akhirnya pesan pastup juga. Nancy ikut pesan Amris. OK, semua bisa dimanage karena aku bawa Jumat pagi sekalian ngantor.

Kamis siang menjelang sore, ada telpon dari ibu Lily, tetangga di perumahan, pesen pastel tutup tapi hari Jumat jam 16:00 harus sudah dikirim kerumahnya. Gubraks !!! Mau tidak mau aku harus pulang dan menyiapkan pastupnya bu Lily Jumat siang. Padahal Jumat sore sepulang kerja rencananya ada Pleks Gathering yang teramat sangat wajib dihadiri, secara ini gathering pertama tahun 2010. Langsung muter otak, bagaimana supaya semua order bisa terlayani dan tepat waktu dan tidak absen di acara Pleks. Mana sudah di'intimidasi' oleh Deasy 'Ojok sampe gak teko mergo pesenan loh yoh !' :D

Ya sudah, jalani saja satu satu.

Kamis malam prepare semua sendiri, si Siti aku suruh menemani Cinta main supaya nggak nempel terus ke daster Mamienya. Bikin isi pastel tutup dan Amris.  Tidur 1 jam aja sudah cukup, soalnya biar ngantuk setengah hidup, tapi nggak bisa merem juga karena kuatir terlambat :). Bangun tidur siap siap semuaaaaaaaaanya. Beres. Bawa kekantor. Satu tantangan selesai.

Photo photonya asal jepret aja, nggak sempet, yang penting ada dokumentasinya.





Di pantry sebelum meeting, waktu buka dos pastel tutup yang masih kemebul, Ar kaget, soale cupnya gedha gedha..hehehe..maap, ini ukuran yang standard, Bu, kalau mau yang kecil kudu bilang :)



 
Kirim punya bu Monica. Waktu aku kasih bon yang ada sticker The Tiny Bites dengan photo panekuk, beliau malah pengen pesen kalau aku pas buat. Yo wis, kapan kapan kalau ada barengannya yo, Bu :D. Apa beda kedua photo pastel tutup di atas? Nggak ada, wong bikinnya masal...hehehe..

Untungnya kerjaan di kantor agak sepi. Habis maksi, aku pamit pulang dulu sebentar untuk mengerjakan orderan bu Lily. Sambil nunggu pastup di oven, aku rebahan bentar di kamar nemenin Cinta yang harusnya tidur siang, tapi karena Mamienya di rumah malah nggak mau tidur. Nunggu timer kok nggak bunyi bunyi...aku intip eh, ternyata ovennya sudah lama mati, padahal pastupnya belum kuning. Walah, ternyata waktu timernya bunyi aku nggak denger....Ya udah, kasih waktu tambahan buat pastelnya bu Lily. Pastel tutup harus dipanggang dalam waktu yang lama kalau tidak mau cepat basi.

Balik kekantor, buka computer ternyata email kerjaan sudah mbludagh...... mantapppsss....hehehe....biasa,kalau weekend rasanya semua pekerjaan harus tuntas. Sambil nunggu jam 18:00, waktu yang ditetapkan untuk berangkat bersama dari kantor ke semua Pleks ngumpul, dan berangkatlah kami untuk dinner..... aku kerja lagi. Nggak tau berapa cup kopi yang aku minum :)

Jam 18:00 tet, kami meluncur...


**berlanjut**

Tuesday, 9 March 2010

Red Velvet cake a la mbak Ria Icip Icip di Dapur


Ini pertama kali aku bikin Red Velvet Cake. Sejak lihat resepnya di blog mbak Ria Icip Icip di Dapur (yang secara sepihak aku anggap sebagai guru karena blog beliau sangat informative dan berguna buat aku, dan sering banget aku kunjungi, hehehe....), aku sudah jatuh cinta. Mbak Ria bilang ini cake kegemaran Oprah Winfrey... halah...tambah kepingin aku, secara beliau satu itu adalah idolaku, ceritanya pengen ngerasain seperti apa sih cake yang membuat Oprah tergila gila.

Waktu pak Ribut pesen kue buat ultah istrinya tanggal 6 Maret 2010, aku tawarin cake ini. Beliau bilang terserah asal nggak pake keju. Waduh...kan pake cream cheese untuk cheese cream frosting. Tapi kalau dilihat dari resepnya komposisinya cream cheese hanya 250 gr saja, ditambah whipped cream, butter dan gula pasti nggak terlalu terasa ngeju. Aku bilang pak Ribut, ntar tetep pake keju tapi dikit, kalau nggak suka, kasihin anak / istrinya aja creamnya. Dia setuju.

Hari Kamis aku sudah nyari beetroot, karena nggak selalu ada di SPM dekat rumahku. Dapat tapi kecil kecil. Yo wis, nggak papa, toh nanti di blender.

Sabtu pagi banget aku mulai bikin 1 resep dengan 3 loyang ukuran kotak 22cm (resep mbak Ria untuk 3 loyang bulat ukuran  24 cm). Prosesnya nggak rumit. Panggang, 15 menit sudah wangi dan test tusuk sudah kering. Lho, kok cepet, pikirku...padahal cakenya nggak tipis tipis banget. Untuk make sure, aku tambah lagi 10 menit...

Waktu dibalik, cuil dikit ujungnya langsung dimaem sama Cinta. Eh, dia suka.



Trus Cinta minta lagi, aku bilang nggak bisa, ini pesanan orang. Eeee...dia maksa. Dan aku juga sebenernya pengen ngrasain juga.  Aku lihat beetroot dan bahan bahan lain masih ada, waktu masih cukup, akhirnya aku buatin lagi 1 resep pakai 2 loyang bulat 30cm. Tapi sebelum cake yang baru mateng, Cinta belum boleh makan cake yang sudah jadi. Agak manyun juga dia. Tapi karena proses pembuatan cake berikutnya nggak lama, dan ternyata hasilnya sukses, malah lebih moist karena aku hanya panggang selama 20 menit, akhirnya Cinta boleh memiliki cake pertama.

Waktu aku bikin cream cheese frostingnya, Cinta minta banyak untuk menghias cakenya sendiri. Hehehe....gak boleeeeh....ntar aja sisanya.

Cream jadi, aku dinginkan dulu di kulkas supaya set. Agak siang baru aku oleskan ke cake. Selesai, aku taruh dulu di kulkas lagi, sorean baru aku tempel buah dan almond slicenya. Jam 18:00 baru aku antar ke rumah pak Ribut.




Setelah kesasar sana sini, sampai juga cake ini ke tangan bu Ribut yang ternyata sangat ramah. Pulang dari rumah pak Ribut Cinta langsung menghias cakenya dengan sisa sisa cream cheese frosting dan sisa sisa buah. Ternyata creamnya kurang....terpaksa aku tambahin bikin 1/2 resep lagi. Dia hias sendiri, bener bener nggak mau dibantu. Waktu aku bantu nempel nempel buahnya, dia protes, buah langsung dilepasin lagi trus katanya 'Ini kan cakenya Nik, terserah Nik dong mau menghiasnya bagaimana'. Yo wisss lah....yang penting dia seneng aja...toh nantinya juga buat dimakan kami sendiri.



Sayangnya habis dihias malah dia nggak selera makan. Rupanya dia hanya seneng cuwil cuwil base cakenya aja. Hmmm....mana Babanya juga nggak suka cake. Akhirnya malam itu hanya Siti dan aku yang makan. Dan rasanya?? Sumpah enak, saudara saudara. Cake yang begitu keluar dari kulkas kelihatannya kaku, didiamkan sebentar di luar, seperti tips dari mbak Ria, ternyata jadi moist banget.

Hari Senin aku bawa cake ini ke kantor, hanya beberapa slice saja. Aku makan bareng mbak Ningyum. Hari Selasa (hari ini) aku bawa lagi untuk dimakan bersama Pleks. Mereka juga bilang enak.

Pak Ribut yang tadi pagi datang ke kantor juga sampai geleng geleng, karena cakenya enak sekali. Sekeluarga bilang cakenya lain dari yang lain. Juga nggak kerasa kejunya, trus maemnya disayang sayang, nggak boleh cepet habis :D Waduhhhh...senengnya aku.... bisa jadi dagangan andalan nih.. :)

Untuk resepnya, walaupun aku sudah minta ijin ke mbak Ria, tapi aku tidak akan share di sini ya. Silakan blog walking ketempat beliau. Di sana lengkap ada tips tipsnya.

Berdasarkan pengalamanku, untuk cake dasar, gulanya aku kurangi menjadi 400gr. Waktu dimixer dengan minyak, minyaknya sedikit aja dulu, setelah nyampur baru tambahin sisa minyaknya. Untuk coklat bubuknya, aku akan cari yang nggak benar benar coklat, harus yang kemerahan, supaya cakenya tambah merah jreng. Kemarin aku juga kehabisan pewarna merah, jadi  pakai pewarna pinknya Cross :)




Mbak Ria, terimakasih banyaaaaaaaaak....very nice of you....resepnya hebat, tipsnya mantap...dan benar, sharing mbak Ria membawa berkah buat aku, secara ilmu dan secara financial juga.


Mangut Iwak Pe


Waktu HMFF perdana NCC Surabaya kemarin, aku bawa potluck ini. Waktu daftar sih rencananya bawa salad sayur, tapi H-2 sampai H-1 nggak nemu lettuce, jadi ganti deh..

Orang Jawa Tengah menyebutnya Mangut, orang Jawa Timur bilang Kotokan.

Buat yang mau nyobain, ini aku share resepnya. Waktu kemarin karena aku buat untuk orang banyak, jadi bahannya pakai 1 kg ikan, kalau untuk konsumsi keluarga sendiri silakan dibagi untuk komposisi bahannya :


Bahan :


1 kg ikan pe asap atau ikan tengiri asap, cuci bersih, potong sesuai selera
10 bh tahu goreng potong kecil kecil
3 terong, potong potong (bisa diganti dengan krai)
10 bawang merah
8 bawang putih
4 lembar daun salam buang tulang daunnya
3 lembar daun jeruk buang tulang daunnya
3 cm kencur
2 cm kunir
500 ml santan kental siap pakai
petai
cabe rawit biarkan utuh
cabe merah potong potong
cabe hijau potong potong
kecambah ale (segenggam aja)
1 1/2 sdm garam
1 sdm gula pasir
+/- 2 liter air
8 buah tomat hijau potong potong, idealnya pakai belimbing wuluh, kalau nggak ada pake tomat hijau saja

 
Cara membuat :

 
  • haluskan bawang, brambang, kunir, kencur, tumis dengan minyak. tambahkan daun salam. tumis sampai benar benar matang, kalau kurang matang masakan jadi kurang sedap
  • masukkan ikan, aduk sebentar, tambahkan air
  • bumbui dengan garam dan gula, masak sampai merasuk, tambahkan tomat, tahu, terong, cambah ale, daun jeruk, cabe dan santan. masak sampai kental sambil diaduk sesekali, kalau terlalu sering dan keras keras ikannya hancur, terakhir masukkan petai. masak sebentar lali lalu angkat.
  • aku memasaknya cukup lama, supaya semua bahan merasuk. mangut ini makin lama main enak, kalau sisa, simpan di kulkas (dalam wadah tertutup biar baunya nggak ngabar kemana mana) trus dihangatkan dengan cara dikukus.
  • kalau di rumah, aku menambahkan ceplok telur sebagai pelengkap...tapi teteup aja sebagai orang Semarang yang nggak bisa survive tanpa kecap manis, di atas ceploknya aku kasih kecap manis...hihihih...

 
 
Selamat mencoba :)

 

Cambah Ale


Kecambah ale, yang biasa dipakai untuk campuran masakan lodeh dan sayur asam ternyata adalah kecambah dari biji Lamtoro (bukan dari kedele seperti yang aku kira sebelumnya). Bentuknya lebih besar dari kecambah kacang hijau (taoge). Baunya mirip pete. Kulit kecambahnya agak keras. Kalau di pasar, biasanya dijual satu paket dengan cabe hijau, disebutnya 'lombok ale' alias cabe dan kecambah ale :)



Nggak ngerti siapa yang awalnya punya ide untuk memakan kecambah ini, tapi memang sangat berguna membuat masakan jadi sedap.